<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Qur'an Poin</title>
	<atom:link href="http://www.quranpoin.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.quranpoin.com</link>
	<description>Belajar Menghidupkan Al-Qur'an</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 Mar 2010 07:10:26 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>10 Bersaudara Bintang Al-Qur&#8217;an</title>
		<link>http://www.quranpoin.com/buku-panduan-al-quran/10-bersaudara-bintang-al-quran/</link>
		<comments>http://www.quranpoin.com/buku-panduan-al-quran/10-bersaudara-bintang-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 07:07:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>QuranPoin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Panduan Al-Qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.quranpoin.com/?p=284</guid>
		<description><![CDATA[10 Bersaudara Bintang Al Qur’an bertutur secara inspiratif kepada kita. Di tengah kesibukan seperti apa pun kita masih berkesempatan untuk menjadikan anak-anak kita sebagai bintang. Buku ini berbagi kisah, bagaimana menularkan semangat dan mengjarkan Al Qur’an kepada anak-anak kita dan apa saja ikhtiar yang bisa ditempuh untuk mengantarkan putra dan putri kita menjadi hafiz Al [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-285 alignleft" title="10-bersaudara-bintang-alquran" src="http://www.quranpoin.com/v1/wp-content/uploads/2010/03/10-bersaudara-bintang-alquran.jpg" alt="" width="252" height="152" />10 Bersaudara Bintang Al Qur’an bertutur secara inspiratif kepada kita. Di tengah kesibukan seperti apa pun kita masih berkesempatan untuk menjadikan anak-anak kita sebagai bintang. Buku ini berbagi kisah, bagaimana menularkan semangat dan mengjarkan Al Qur’an kepada anak-anak kita dan apa saja ikhtiar yang bisa ditempuh untuk mengantarkan putra dan putri kita menjadi hafiz Al Qur’an, terutama di tengah budaya tontonan yang begitu gencar dan sangat vulgar.</p>
<p>Inilah sebuah kisah inspiratif dan luar biasa tentang sebuah keluarga supersibuk yang kesepuluh anaknya tumbuh menjadi bintang.<span id="more-284"></span></p>
<p>Buku ini tentu mengajarkan keteladanan bahwa menghafal Quran itu bisa dilakukan oleh siapa pun, termasuk oleh keluarga yang supersibuk sekalipun. Faktanya sudah sedemikian nyata. Oleh karena itu, sejatinya seluruh keluarga Muslim sudah dapat mulai <img class="alignright size-medium wp-image-287" title="buku-bintang-alquran" src="http://www.quranpoin.com/v1/wp-content/uploads/2010/03/buku-bintang-alquran-197x300.jpg" alt="" width="197" height="300" />membiasakan menghafal Alquran sejak sekarang.</p>
<p>Bagaimana cara dan memulainya? Teladani keluarga 10 bersaudara ini melalui buku 10 Bersaudara Bintang Alquran. Selamat membaca.</p>
<p>Al-Quran adalah satu-satunya kitap suci yang dijamin keasliannya sampai saat ini. Sebagai kitab suci agama samawi, Al-Quran juga turun dari langit yang maha tinggi. Jadi, Al-Quran itu bukan hasil karya manusia. Selain menurunkan Al-Quran, ALLAH SWT juga menjaga kemurnian kitab suci ini sampi hari kiamat tiba.</p>
<p>Untuk itu diciptakanlah jutaan manusia penghafal Al-Quran di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, bahkana ada sepuluh saudara kandung yang mampu menjadi penghafal Al-Quran. Dan yang lebih membanggakan lagi, mereka bukan hanya hafal Al-Quran saja, namun juga punya prestasi pada masing-masing bidang yang digelutinya.</p>
<p>Buku ini memberi ajaran kepada kita semua bahwa menghafal Al-Quran itu dapat dilakukan oleh siapa saja. Untuk itulah sebagai orang muslim kita harus mau belajar untuk menghafal Al-Quran sejak sekarang, tidak perlu ditunda lagi.</p>
<blockquote><p><span style="color: #3366ff;"><strong>DAPATKAN BUKU 10 BERSAUDARA BINTANG AL-QUR&#8217;AN DI QURANPOIN.COM</strong></span></p>
<p>Harga buku : Rp 34.000 (belum termasuk ongkos kirim)<br />
Order ketik : Nama&lt;spasi&gt;Alamat&lt;spasi&gt;BintangQuran<br />
Kirim ke : 08113405140</p></blockquote>
<div><em>Resensi Buku 10 Bersaudara Bintang Alquran</em></div>
<h2>Menjaga Kemurnian Alquran</h2>
<p>Judul buku: 10 Bersaudara Bintang Alquran<br />
Penulis: Izzatul Jannah dan Irfan Hidayatullah<br />
Penerbit: Arkanleema (Sygma Publishing)</p>
<p>Alquran adalah satu-satunya Kitab Suci agama samawi yang terjaga kemurniannya hingga sekarang. Alquran bahkan terbebas dari &#8216;ramuan&#8217; campur tangan si penerimanya sendiri, Muhammad, karena ia adalah Nabi yang ummi, tidak bisa membaca dan menulis. Selain itu, Alquran sendiri menyatakan bahwa ucapan Muhammad itu adalah wahyu (QS An-Najm [53]: 3-4). Sebagai Kitab Suci agama samawi, Alquran tentu turun dan diwahyukan dari &#8216;langit&#8217;, dari Yang Mahatinggi.</p>
<p>Ada banyak bukti yang tidak terbantahkan mengenai argumentasi ini.  Secara nyata, tidak ada seorang manusia pun yang hingga saat ini mampu membuat yang setara dengan Alquran, seperti yang ditantangkan Allah SWT dalam Alquran. Artinya, sangat jelas, Alquran bukanlah karya manusia dan tidak ada campur tangan manusia pula di dalamnya. Secara tertulis, tidak kurang dari 70 ayat dalam Alquran menyatakan bahwa Allah Yang Mahatinggi-lah yang menurunkan Alquran.</p>
<p>Selain menurunkan dan mewahyukan Alquran, Allah SWT berkomitmen menjaga kemurniannya hingga Hari Kiamat. Sebagai salah satu wujud komitmen-Nya, Allah menciptakan jutaan penghafal Alquran di seluruh dunia. Indonesia, sebagai negeri dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, memiliki ribuan penghafal Alquran.</p>
<p>Fakta ini bisa dengan mudah dilihat di masjid-masjid besar saat bulan Ramadhan. Para imam yang mengimami qiyamullail di masjid-masjid itu hampir rata-rata adalah ustadz yang hafal Alquran. Fakta mutakhir tentang hal ini di Indonesia adalah SEPULUH BERSAUDARA PENGHAFAL ALQURAN. Kesepuluh bersaudara ini tidak lahir dari keluarga yang khusus mendalami Alquran. Mereka malah lahir dari ayah yang anggota DPR, sangat sibuk, dan jarang di rumah. Lebih dari itu, ibu mereka juga ternyata pemimpin organisasi wanita besar yang memiliki cabang di 28 provinsi di Indonesia, sangat sibuk, dan sering sekali pulang-pergi ke luar negeri.</p>
<p>Kesepuluh bersaudara ini tidak hanya menjadi bintang dalam hafalan Alquran. Mereka ternyata mampu menorehkan prestasi melangit di sekolahnya masing-masing. Kesepuluh bersaudara ini adalah: Afzalurrahman (24th): Hafal Alquran 30 juz, Teknik Geofisika ITB, Ketua Umum Majelis Taklim Salman ITB, peraih Pertamina Youth Program. Faris Jihady Hanifa (22th): Hafal Alquran 30 juz sejak usia 10 tahun, Fakultas Syariah LIPIA, Juara I Tahfiz Alquran Kerajaan Saudi Arabia.</p>
<p>Maryam Qanitat (20th): Hafal Alquran 30 juz sejak usia 16 tahun, Fakultas Dirasat Islamiyah Jurusan Hadits Al Azhar Islamic University Cairo, Lulusan Terbaik Pesantren Khusnul Khatimah. Scientia Afifah Taibah (18th): Hafal Alquran 26 juz, Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Ahmad Rasikh Ilmi (17th): Hafal Alquran 15 juz, Lulusan Terbaik SMPIT Al Kahfi.</p>
<p>Ismail ghulam Halim (15th): Hafal Alquran 13 juz, Santri Teladan dan Favorit serta Juara Umum SMPIT Al Kahfi. Yusuf Zaim Hakim (14th): Hafal Alquran 9 juz, Peserta Pembinaan Pra-Olimpiade Nasional. Muhammad Syaihul Basyir (13th): Hafal Alquran 30 juz pada saat kelas 6 SD. Hadi Sabila Rosyad (11th): Hafal Alquran 2 juz; Juara I Lomba Membaca Puisi. Himmaty Muyassarah (9th): Hafal Alquran 2 juz.</p>
<p>Bagaimana dari seorang ayah dan ibu yang supersibuk tersebut lahir sepuluh bersaudara yang mampu menjadi bintang hafalan Alquran? Inilah yang secara gamblang dibahas dalam buku ini. Buku dibagi menjadi lima bagian. Bagian pertama menjelaskan bagaimana mereka berkomitmen menjadi &#8216;penjaga&#8217; Alquran. Bagian kedua menjelaskan bagaimana keseluruhan dari keluarga ini berikhtiar membina keluarga qurani.</p>
<p>Bagian ketiga menjelaskan bagaimana seluruh keluarga ini menghadapi tantangan dan menemukan hikmah dalam menghafal Alquran. Bagian keempat menjelaskan profil kesepuluh bersaudara bintang hafalan Alquran. Bagian akhir (kelima) dari buku ini ditutup oleh penjelasan dari sudut pandang psikologis, mengapa menjadi penghafal Alquran itu menjadi sangat penting.</p>
<p>Buku ini tentu mengajarkan keteladanan bahwa menghafal Quran itu bisa dilakukan oleh siapa pun, termasuk oleh keluarga yang supersibuk sekalipun. Faktanya sudah sedemikian nyata. Oleh karena itu, sejatinya seluruh keluarga Muslim sudah dapat mulai membiasakan menghafal Alquran sejak sekarang.  Bagaimana cara dan memulainya? Teladani keluarga 10 bersaudara ini melalui buku 10 Bersaudara Bintang Alquran.</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.republika.co.id/node/102746" target="_blank">Republika Online</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.quranpoin.com/buku-panduan-al-quran/10-bersaudara-bintang-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Etika Membawa Al Qur’an</title>
		<link>http://www.quranpoin.com/mesra-dengan-al-quran/etika-membawa-al-qur%e2%80%99an/</link>
		<comments>http://www.quranpoin.com/mesra-dengan-al-quran/etika-membawa-al-qur%e2%80%99an/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 17:39:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>QuranPoin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mesra Dengan Al-Qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.quranpoin.com/?p=273</guid>
		<description><![CDATA[Ayat Laa yamassuhuu illal muthahharuun diatas, menerangkan sisi lain dari keagungan Al Qur’an. Para ahli tafsir memahaminya dari dua sisi : Pertama, bahwa dhamir huu pada ayat laa yamassuhuu kembali pada kitab yang di lauhul mahfuzh, dan dengan pengertian ini, kata al muthahharuun –seperti kata Ibnu Abbas- adalah malaikat (lihat Tafsir Ibnu Katsir vol.4, h.465). [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ayat Laa yamassuhuu illal muthahharuun diatas, menerangkan sisi lain dari keagungan Al Qur’an. Para ahli tafsir memahaminya dari dua sisi : Pertama, bahwa dhamir huu pada ayat laa yamassuhuu kembali pada kitab yang di lauhul mahfuzh, dan dengan pengertian ini, kata al muthahharuun –seperti kata Ibnu Abbas- adalah malaikat (lihat Tafsir Ibnu Katsir vol.4, h.465). Pendapat ini dikuatkan dengan ayat :”Di dalam kitab-kitab yang dimuliakan yang ditinggikan lagi disucikan, di tangan para penulis (malaikat), yang mulia lagi berbakti” (QS 80:13-16).<span id="more-273"></span></p>
<p>Kedua, bahwa dhamir huu tersebut kembali kepada Al Qur’an dan dengan ini, maka maksud kata al muthahharuun adalah orang-orang mukmin yang suci dari hadats kecil dan besar. Berdasarkan pendapat yang pertama, sebagian ulama fikih seperti Ibnu Abbas, Asy Sya’by, Adh Dhahhak, dan Zaid bin Ali melihat bahwa menyentuh Al Qur’an boleh sekalipun ti dak punya wudhu’.</p>
<p>Sementara ulama yang mendukung pendapat kedua menyebutkan beberapa hadits diantaranya, Bahwa Rasulullah saw pernah menulis surat kepada penduduk Yaman berbunyi :”Tidak boleh menyentuh Al Qur’an kecuali dalam keadaan suci(thaahir)” (HR Haitsami, kitab Majma’ Zawaid, sanadnya kuat). Dengan hadits ini, maka jelas bahwa kita tidak boleh menyentuh Al Qur’an kecuali dalam keadaan suci dari hadats kecil dan besar.</p>
<p>Akan tetapi, ulama pendapat pertama masih melihat bahwa kata thaahir dalam hadits tersebut mengandung banyak makna, dapat berarti : suci dari hadats kecil, hadats besar, suci dari najis dan dapat juga berarti seorang mukmin. Artinya, seorang mukmin adalah suci sekalipun tidak punya wudhu’ sebaliknya orang kafir adalah najis. Oleh karena itu Rasulullah saw –seperti dalam riwayat Imam Muslim- melarang untuk pergi ke wilayah musuh (orang kafir) membawa Al Qur’an. Dikhawatirkan kalau nanti mushaf tersebut  jatuh ke tangan musuh.</p>
<p>Dengan ini, seorang mukmin sekalipun tidak punya wudhu’ boleh menyentuh Al Qur’an karena dengan identitas keimanannya, ia telah tergolong suci. Lebih-lebih kata al muthahharuun dalam ayat diatas nampak lebih kuat kalau maksudnya adalah malaikat. Sebab kalau yang dimaksud adalah orang mukmin yang suci dari hadats kecil dan besar     tentu tidak dengan kata al muthahharuun, melainkan dengan kata al mutathahhiruun seperti dalam ayat :  innallaaha yuhibbut tawwaabiin wahibbul mutathahhiriin.</p>
<p>Namun Ibnu Taimiyah memahami nash-nash diatas dari sisi yang lebih hati-hati lagi, “bahwa jika ternyata Al Qur’an yang di langit tidak ada yang menyentuhnya kecuali mereka yang suci,maka seharusnya demikian juga Al Qur’an di bumi”. Pendapat ini mengajak kita untuk menyikapi nash-nash Al Qur’an maupun hadits diatas bukan sekedar dengan pemahaman fikih yang kaku, melainkan dengan ruh iman yang kokoh ats hakikat keagungan Al Qur’an. Bahwa diantara bentuk sikap mengagungkan Al Qur’an adalah dengan tidak menyentuhnya kecuali dalam keadaan suci. Ternyata mayoritas ulama fikih lebih cenderung ke pemahaman ini termasuk Imam Malik, Abu Hanifah dan Asy Syafi’i.</p>
<p>Sungguh, tidak sedikit dari para sahabat Rasulullah saw yang menyuruh anak-anaknya untuk mengambil wudhu sebelum menyentuh Al Qur’an. Jelasnya,  bahwa dalam menyentuh Al Qur’an seorang mukmin seyogyanya dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil. Inilah rahasia mengapa Allah ketika menerangkan makna menyentuh dalam ayat tersebut menekankan sifat  muthahharuun, padahal ada sifat lain yang dapat disebutkan disini, dari sifat malaikat- kalau memang tujuan dhamiir huu untuk malaikat- seperti dzi quwwah, kiramin bararah. Tentu disini ada makna pentingnya sifat suci bagi siapa saja yang ingin menyentuh atau membawanya, baik itu malaikat atau manusia.</p>
<p>Adapun membaca Al Qur’an tanpa menyentuhnya para ulama bersepakat –sebagaimana diceritakan Syaikh Sayyid Sabiq dalam bukunya Fikih Sunnah-membolehkan bagi yang tidak punya wudhu’. Kecuali dalam keadaan junub, haidh dan nifas, mayoritas ulama tetap tidak membolehkannya. Dalilnya sebuah hadits shahih yang diriwayatkan Ali ra., “Bahwa Rasulullah selalu membaca Al Qur’an, kecuali dalam keadaan junub (HR Turmudzi, dikatakan bahwa hadits tersebut hasan shahih). Pun juga boleh jika mushafnya digabung dengan tafsir atau terjemahan atau pembahasan fikih dan lain sebagainya. Hal ini karena Rasulullah saw pernah mengirim surat kepada Hiraklius, di dalamnya terdapat beberapa ayat Al Qur’an (HR Bukari-Muslim). Sebagaimana juga boleh jika membaca sebagian ayat dengan maksud dzikir dan do’a, seperti membaca do’a-do’a yang terkumpul dalam satu buku yang didalamnya terdapat  ayat-ayat Al Qur’an.</p>
<p>Namun demikian, sebagian ulama seperti  Imam Bukhari melihat boleh-boleh saja membaca Al Qur’an bagi wanita yang sedang haidh atau nifas. Alasannya bahwa Ibnu Abbas membolehkan  hal tersebut. Pun seorang ulama bernama Ibrahim melihat  tidak apa-apa bagi seorang wanita yang sedang haidh membaca Al Qur’an. Bahkan, Imam Bukhari menilai bahwa tidak ada hadits shahih yang melarang seorang yang junub atau wanita yg sedang haidh dan nifas untuk membaca Al Qur’an</p>
<p>Apapun perbedaan pendapat ini, yang jelas bahwa mayoritas ulama melihat tidak bolehnya seorang yang sedang berhadats besar dan kecil untuk tidak menyentuh dan membaca Al Qur’an. Toh, kalaupun ada yang membolehkan, itu dapat dijadikan landasan pada saat-saat  kondisi darurat, bukan dalam segala kondisi. Sebab Allah swt –sebagaimana pada ayat diatas- telah menggambarkan pentingnya hakikat dan makna kesucian dalam menyentuh Al Qur’an baik itu bagi para malaikat, apalagi bagi manusia. Bagaimana tidak, sedang Al Qur’an adalah kalamullah (datang dari Allah Yang Maha Suci) tanziilun mirrabil alamiin. Bahkan membacanya merupakan ibadah dan termasuk inti kegiatan dalam shalat.</p>
<p>Sungguh suatu sikap yang tidak bisa dianggap sepele jika kemudian mayoritas ulama berkesimpulan bahwa seorang mukmin yang hendak membaca Al Qur’an harus suci dari hadats besar dan kecil. Allah a’lam bish-shawab.</p>
<p>Dr. Amir Faishol Fath, M.A<br />
Pengasuh Qur’anic Studies Institute (QSI)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.quranpoin.com/mesra-dengan-al-quran/etika-membawa-al-qur%e2%80%99an/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keluarga Bersama Al-Qur’an di Bulan Ramadhan</title>
		<link>http://www.quranpoin.com/mesra-dengan-al-quran/keluarga-bersama-al-quran-di-bulan-ramadhan/</link>
		<comments>http://www.quranpoin.com/mesra-dengan-al-quran/keluarga-bersama-al-quran-di-bulan-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 17:29:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>QuranPoin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mesra Dengan Al-Qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.quranpoin.com/?p=267</guid>
		<description><![CDATA[Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, “(Beberapa hari yang ditentukan itu adalah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil). Oleh karena itu, siapa saja diantara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, wajib baginya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, “<em>(Beberapa hari yang ditentukan itu adalah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil). Oleh karena itu, siapa saja diantara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, wajib baginya berpuasa</em>” (QS Al Baqarah : 185)<span id="more-267"></span></p>
<p>Ada hikmah yang Allah swt selipkan dalam menurunkan Al Qur’an sesuai dengan peristiwa yang terjadi. Firman-Nya, “<em>Berkatalah orang-orang kafir, ‘Mengapa Al Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?’ Demikian itu supaya Kami perkuat batinmu dengannya dan Kami bacakannya secara tartil (teratur dan benar). Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan Kami datangkan kepadamu sesuatu yang benar dan paling baik penjelasannya</em>” (QS Al Furqan : 32-33)</p>
<p>Keutamaan membaca Al Qur’an itu berlaku secara umum dan seorang muslim jangan sampai melupakan hal itu. Dituturkan dari Utsman ra bahwa Rasulullah saw bersabda, “<em>Sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya</em>.” (HR Bukhari)</p>
<p>Abu Sa’id ra menyebutkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “<em>Allah swt berfirman (dalam hadits Qudsi), ‘Barangsiapa yang disibukkan oleh Al Qur’an dan dzikir kepada-Ku ketimbang meminta kepadaku niscaya Aku berikan kepadanya sebaik-baik yang Aku berikan kepada orang-orang yang meminta kepada-Ku. Keutamaan kalam Allah atas semua kalam bagaikan keutamaan Allah atas semua mahluknya</em>.” (HR Tirmidzi)</p>
<p>Terkadang Anda punya kendala dengan bacaan yang kurang bagus, tetapi apakah Anda tidak suka dengan hadits yang diriwayatkan Ummul Mukminin ‘Aisyah ra; ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, “<em>Orang yang mahir membaca Al Qur’an, ia akan bersama para malaikat mulia yang selalu berbakti. Adapun orang yang membaca Al Qur’an dan bacaannya belum bagus dan merasa kesulitan, ia akan memperoleh dua pahala (Pahala kesulitan dan pahala membacanya)</em>.” (HR Muslim)</p>
<p><strong>Dua Perkara Yang Dapat Memberikan Syafa’at Kepada Manusia</strong></p>
<p>Pada Bulan Ramadhan, Al Qur’an menempati kedudukan yang sangat istimewa. Dari Abdullah bin Amr ra disebutkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “<em>Puasa dan Al Qur’an akan memberikan syafa’at kepada manusia nanti di hari kiamat. Puasa berkata, ‘Ya Rabb! Aku cegah ia dari makan dan segala yang ia sukai pada siang hari. Izinkanlah aku untuk memberikan syafa’at kepadanya.’ Al Qur’an pun berkata, ‘Aku cegah ia dari tidur di malam hari. Izinkanlah aku untuk memberikan syafa’at kepadanya. ’Kemudian kedua-duanya memberikan syafa’at.</em>” (HR Ahmad)</p>
<p>Di Bulan Ramadhan, Rasulullah saw selalu duduk dalam majelis pengajian, mempelajari dan mengulangi Al Qur’an dengan bimbingan malaikat Jibril as. Abdullah bin Abbas ra berkata, “<em>Malaikat Jibril as selalu menjumpai Rasulullah saw pada setiap malam bulan Ramadhan dan mengajarinya Al Qur’an…</em>” (HR Bukhari)</p>
<p><strong>Program Keluarga Bersama Al Qur’an di Bulan Ramadhan</strong><br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Pertama</strong>, Anda, suami/istri dan anak-anak atau bersama tetangga harus menentukan wirid-wirid Al Qur’an baik sebelum terlebih lagi selama bulan Ramadhan. Anda dapat membagi wirid itu ke dalam beberapa kategori :</p>
<ol>
<li><strong>Membaca Al Qur’an</strong><br />
Saya sarankan paling sedikit membaca satu juz Al Qur’an dalam sehari agar dapat khatam sekali di bulan Ramadhan</li>
<li><strong>Tadabbur Al Qur’an</strong><br />
Saya sarankan paling sedikit Anda tadabbur lima ayat dalam sehari. Caranya dengan membaca arti ayat-ayat tersebut dan membaca asbabun-nuzul (sebab-sebab turunnya ayat). Lanjutkan dengan saling bertukar pandangan seputar ayat tersebut.</li>
<li><strong>Mengulang Hafalan</strong><br />
Saya sarankan paling sedikit mengulang satu juz Al Qur’an per hari dari yang sudah kita hafal selama Ramadhan</li>
<li><strong>Tahfizh</strong><br />
Anda memilih satu surat yang kapasitasnya sama dengan setengah juz untuk dihafal selama satu bulan. Setiap pecan Anda dapat menghafal seperempat surat tersebut seperti Surat Al Ahzab, An Nur atau Al Hujurat</li>
<li><strong>Mempelajari Tajwid</strong><br />
Pelajari hukum-hukum tajwid dalam satu pertemuan harian bersama suami/istri, anak-anak atau tetangga</li>
</ol>
<p><strong>Kedua</strong>, mempelajari adab-adab membaca serta     berusaha untuk menerapkannya bersama ank-anak di dalam majelis, di antaranya :</p>
<ol>
<li> Mempunyai wudhu dan disunnahklan untuk bersiwak terlebih dahulu. Waktu yang paling utama membaca Al Qur’an adalah ketika melaksanakan shalat</li>
<li> Mulai dengan ber-isti’adzah (membaca a’udzubillahi minasysyaithanir-rajim)</li>
<li> Setiap bulan paling sedikit khatam sekali dan jangan khatam kurang dari tiga hari</li>
<li> Membaca dengan tartil agar lebih khusyu’, mengundang kesedihan dan memuliakannya</li>
<li> Memikirkan dan merenungi kandungannya serta menangis atau berpura-pura menangis</li>
<li> Memelihara hak-hak setiap ayat. Jika melewati ayat sajadah, segera bersujud. Jika melewati ayat rahmat, mohonlah kepada Allah swt. Jika melewati ayat azab, minta perlindungan kepada-Nya. Jika melewati doa, aminkan, dan jika melewati permintaan ampun, segera minta ampun. Begitulah seterusnya</li>
<li> Mengeraskan bacaan, paling tidak dapat didengar diri sendiri</li>
<li> Berusaha memahami bacaan dan tetap berpegangan pada kaidah tilawah</li>
<li> Diam dan senantiasa menghayati kandungannya ketika mendengar bacaan Al Qur’an</li>
<li> Membaca doa setelah selesai membaca Al Qur’an, mengucapkan shalawat dan salam kepada junjungan nabi Muhammad saw</li>
</ol>
<p><strong>Ketiga</strong>, merasa tenang ketika semua anggota keluarga sudah membaca wiridnya masing-masing. Boleh juga memberikan hadiah kepada anggota keluarga yang membaca wiridnya dengan baik dan sempurna.<br />
<strong>Keempat</strong>, memperhatikan agar selalu khatam Al Qur’an dan mengetahui adab-adab khatam, di antaranya :</p>
<ol>
<li> Dianjurkan ketika selesai shalat</li>
<li> Dianjurkan berkelompok</li>
<li> Dianjurkan agar berpuasa pada hari khatam jika selain bulan Ramadhan</li>
<li> Dianjurkan berdoa setelah khatam dan memohon kepada Allah swt dengan urusan-urusan yang penting dan bermakna luas</li>
<li> Setelah selesai khatam, dianjurkan untuk segera menyambungnya dan memulai dengan bacaan baru</li>
</ol>
<p><strong>Kelima</strong>, memperhatikan agar selalu membaca ayat-ayat yang punya keutamaan dan dianjurkan untuk dibaca, diantaranya :</p>
<ol>
<li> Surat al Fatihah</li>
<li> Surat al Ikhlas</li>
<li> Surat al FAlaq dan an Nas</li>
<li> Surat al Mulk</li>
<li> Ayat Kursi</li>
<li> Ayat terakhir surat al Baqarah (284 – 286)</li>
<li> Surat al Baqarah</li>
<li> Sepuluh ayat dari awal atau akhir surat al Kahfi</li>
</ol>
<p>Saudaraku yang mulia, Anas bin Malik ra menuturkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “<em>Sesungguhnya rumah yang di dalamnya sering dibaca Al Qur’an akan banyaklah kebaikannya. Adapun rumah yang di dalamnya tidak pernah dibaca Al Qur’an akan sedikitlah kebaikannya.</em>” (HR al Bazzar). Oleh karena itu, perbanyaklah amal kebaikan pada bulan Ramadhan dan lapangkanlah rumahmu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.quranpoin.com/mesra-dengan-al-quran/keluarga-bersama-al-quran-di-bulan-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keseimbangan Surah Haa wa Miim</title>
		<link>http://www.quranpoin.com/quran-explorer/keseimbangan-surah-haa-wa-miim/</link>
		<comments>http://www.quranpoin.com/quran-explorer/keseimbangan-surah-haa-wa-miim/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 17:55:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>QuranPoin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Qur'an Explorer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.quranpoin.com/?p=263</guid>
		<description><![CDATA[Keseimbangan penyebutan huruf-huruf inisial yang terdapat pada pembuka surah hendaknya makin menambah keimanan umat dalam menyelami Al-Qur&#8217;an.
Al-Qur&#8217;an adalah sumber ilmu pengetahuan dan petunjuk bagi umat manusia dalam menyelami kehidupan di dunia yang fana (sementara) menuju kehidupan akhirat yang baqa (kekal, abadi).

Keistimewaan Al-Qur&#8217;an tak hanya dari segi kandungan isinya yang berbicara masalah ibadah, akhlak, atau hubungan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Keseimbangan penyebutan huruf-huruf inisial yang terdapat pada pembuka surah hendaknya makin menambah keimanan umat dalam menyelami Al-Qur&#8217;an.</p>
<p>Al-Qur&#8217;an adalah sumber ilmu pengetahuan dan petunjuk bagi umat manusia dalam menyelami kehidupan di dunia yang fana (sementara) menuju kehidupan akhirat yang baqa (kekal, abadi).<br />
<span id="more-263"></span><br />
Keistimewaan Al-Qur&#8217;an tak hanya dari segi kandungan isinya yang berbicara masalah ibadah, akhlak, atau hubungan antarsesama manusia, tetapi juga meliputi berbagai hal hingga keilmuan kontemporer saat ini, seperti fisika, kimia, biologi, astronomi, dan sebagainya.</p>
<p>Tidak ada satu pun ayat dan surah dalam Al-Qur&#8217;an yang tidak memiliki keistimewaan dan kelebihan. Semuanya punya kelebihan dan keistimewaan. Salah satunya adalah surah-surah yang dimulai dengan huruf-huruf inisial (Fawatih al-Suwar).</p>
<p>Dari seluruh surah (29 buah) yang dimulai dengan huruf inisial (30 ayat), terdapat surah-surah yang dimulai dengan huruf yang sama. Di antaranya, dimulai dengan huruf Ha Mim, Alif Lam Mim, dan Alif Lam Ra. Dan, dari surah yang dimulai dengan kalimat yang sama tersebut, terdapat tujuh surah yang sama dan dikenal dengan surah Haa wa Mim.</p>
<p>Surah-surah Ha wa Miim adalah surah-surah yang diawali dengan huruf inisial Haa Miim. Dalam Al-Qur&#8217;an, surah-surah yang dimulai dengan inisial Haa Mim terdapat pada tujuh surah, yakni surah Almu&#8217;min (40), Fushilat (41), Asysyuraa (42), Azzukhruf (43), Addukhan (44), Aljatsiyah (45), dan Al-Ahqaf (46). Ketujuh surah itu terletak secara berurutan dalam mushaf Al-Qur&#8217;an, yakni dari 40-46. Dan, itu merupakan satu-satunya kelompok surah Fawatih al-Suwar (pembuka surah) yang nomor ayatnya berurutan. Jika dilihat berdasarkan kronologisnya, hal itu juga berurutan, yakni dari nomor 60-66.</p>
<p>Hal ini berbeda dengan ayat-ayat Fawatih lainnya, seperti Alif Lam Mim dan Alif Lam Ra yang disebutkan dalam beberapa surah dan terpisah-pisah kelompoknya. Kelompok surah Haa wa Mim ini semuanya diturunkan di Makkah dan disebut pula dengan kelompok Makkiyah.</p>
<p><strong>Keistimewaan</strong><br />
Sebagaimana ayat-ayat lainnya, sesungguhnya semua ayat yang ada dalam Al-Qur&#8217;an memiliki keistimewaan. Khusus pada surah-surah Ha wa Miim ini, keistimewaan itu terletak pada masing-masing hurufnya.</p>
<p>Dalam surah Ha wa Miim pertama, yakni Almu&#8217;min, huruf ha dalam surah ini ditulis sebanyak 64 kali dan huruf mim sebanyak 380 kali. Kemudian, pada surah Fushilat, huruf ha ditulis sebanyak 48 kali dan huruf mim sebanyak 276. Pada surah Asysyura, huruf ha ditulis sebanyak 53 kali dan huruf mim sebanyak 300 kali. Lalu, pada surah Azzukhruf, huruf ha ditulis 44 kali dan huruf mim sebanyak 423 kali. Dalam Addukhan, huruf ha disebut sebanyak 16 kali dan huruf mim sebanyak 150 kali.</p>
<p>Selanjutnya, pada surah Aljatsiyah, huruf ha disebut sebanyak 31 kali dan huruf mim sebanyak 200 kali. Terakhir, dalam surah Al-Ahqaf, huruf ha ditulis sebanyak 36 kali dan mim sebanyak 225 kali. Secara keseluruhan, dalam ketujuh surah tersebut, huruf ha disebut sebanyak 292 kali dan huruf mim sebanyak 1855 kali.</p>
<p>Sebagaimana telah dibahas pada edisi 16 Agustus 2009 lalu, ayat-ayat Al-Qur&#8217;an sebagian besar diformulasikan dengan angka 19. Bila jumlah huruf ha dan mim dalam ketujuh surah itu dibagi dengan angka 19 setelah keduanya dijumlahkan, didapatkan hasil 292+1855=2147. Apabila dibagi dengan angka 19, nilai 2147 akan didapatkan hasil 113 (113X19=2147).</p>
<p>Ini adalah salah satu kelebihan yang dimiliki surah-surah Ha wa Mim dari ketujuh surah pembuka yang dimulai dengan huruf inisial Ha dan Mim.</p>
<p><strong>Asysyura</strong><br />
Dibandingkan surah lainnya, surah Asysyura memiliki keistimewaan tersendiri dan ciri khas. Berikut keistimewaannya yang disebutkan Abah Salma Alif Sampayya.</p>
<p>(1) Satu-satunya surah dalam Al-Qur&#8217;an yang memiliki dua ayat berisi huruf-huruf inisial, yakni Ha Mim (1) dan Ain Sin Qaf (2).</p>
<p>(2) Dari tujuh ayat Ha Mim, semua surah setelah ayat-ayat inisial selalu menjelaskan Al-Kitab dan tujuan diturunkannya, kecuali dalam surah Asysyura yang baru menyebutkannya pada ayat ke-7.</p>
<p>(3) Jumlah huruf Ha yang terdapat dalam surah Asysyura sama dengan jumlah ayatnya, yakni 53 kali.</p>
<p><strong>Ain Sin Qaf</strong></p>
<p>Dalam surah Asysyura, selain menyebutkan huruf inisial Ha dan Mim, pada ayat kedua juga ditandai dengan huruf inisial lain, yakni huruf Ain, Sin, dan qaf.</p>
<p>Sungguh luar biasa, tentunya bukan kebetulan, bila huruf Ain Sin Qaf dalam surah Asysura ini jumlahnya merupakan pembagian dari angka 19. Huruf Ain disebut sebanyak 98 kali, huruf Sin sebanyak 54 kali, dan huruf Qaf sebanyak 57 kali. Dari keseluruhan huruf Ain, Sin, dan Qaf, jumlahnya sebanyak 209. Bila dibagi dengan angka 19, jumlahnya adalah 11. sya</p>
<p><strong>Rahasia Nun dan Nuh</strong></p>
<p>Al-Qur&#8217;an adalah mukjizat terbesar yang diberikan Allah SWT kepada Rasulullah SAW. Al-Qur&#8217;an adalah mukjizat yang abadi hingga akhir masa. Setiap ayat-ayatnya, kombinasi huruf-hurufnya, dan kandungan makna yang terdapat di dalamnya, semuanya memiliki keistimewaan yang tak terhingga. Keistimewaan itu hanya bisa terungkap apabila manusia mampu menggunakan akal pikirannya. Dengan akal pikiran itu, manusia menggali sumber-sumber ilmu pengetahuan dan rahasia yang terdapat dalam Al-Qur&#8217;an.</p>
<p>&#8221;Dia-lah yang menurunkan Al-Kitab (Al-Qur&#8217;an) kepada kamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat muhkamat, itulah pokok-pokok isi Al-Qur&#8217;an dan yang lain (ayat-ayat) mustasyabihat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong pada kesesatan, mereka mengikuti sebagian ayat-ayat yang mutasyabihat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari takwil. Padahal, tidak ada yang mengetahui takwilnya, melainkan Allah. Dan, orang-orang yang mendalam ilmunya berkata, &#8216;Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.&#8217; Dan, tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya), melainkan orang-orang yang berakal.&#8221; (QS Ali Imran: 7).</p>
<p>&#8221;(Al-Qur&#8217;an) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.&#8221; (QS Ibrahim: 52).</p>
<p>Ayat di atas menunjukkan bahwa ayat-ayat Al-Qur&#8217;an memiliki sejumlah keistimewaan yang hanya mampu digali oleh mereka yang menggunakan akal pikirannya. Dan, dengan itu pula, mereka semakin yakin dan beriman kepada Allah SWT.</p>
<p><strong>Huruf Nun</strong><br />
Surah Alqalam dimulai dengan huruf inisial Nun. Dalam surah ini, huruf nun berjumlah 132 buah. Nilai 132 tidak bisa dibagi dengan angka 19. Jika ditambah dengan satu huruf Nun lagi, jumlahnya akan menjadi 133 sehingga bisa dibagi dengan 19X7. Lalu, ke mana satu huruf Nun yang &#8216;hilang&#8217; dari surah Alqalam ini?</p>
<p>Menurut Sampayya, dalam bukunya Keseimbangan Matematika dalam Al-Qur&#8217;an, satu huruf Nun yang &#8216;hilang&#8217; sebenarnya tersembunyi pada inisial pertama, yakni Nun yang dalam bahasa Arab ditulis dengan Nun, Waw, dan Nun. Bagi sebagian orang, hal ini mungkin terlalu mengada-ada. Namun, demikianlah kenyataannya. Hal ini dapat dilihat dari surah Al-Anbiya ayat 87 dengan nama Nabi Yunus, yakni Dzun Nuun.</p>
<p>Penjelasan tentang keistimewaan Nun juga disampaikan KH Fahmi Basya. Dalam bukunya Matematika Al-Qur&#8217;an, disebutkan bahwa huruf Nun dalam surah Alqalam berkaitan erat dengan cerita Nabi Nuh AS.</p>
<p>Pada kisah Nuh, ada rahasia bilangan 50. &#8221;Sesungguhnya, Kami telah mengurus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka 1000 tahun kurang 50.&#8221; (QS Al-Ankabut: 14). Sebagaimana diketahui, huruf Nun sama dengan bentuk kapal. Menurut Fahmi Basya, huruf Nun memilih bobot 50.</p>
<p>Sampayya menjelaskan, ada rahasia yang tersembunyi di balik penyebutan tahun atau usia Nabi Nuh, yakni 1000 tahun kurang 50 tahun. &#8221;Mengapa Allah tidak menyebutkan secara langsung, misalnya 950 tahun,&#8221; kata Sampayya.</p>
<p>&#8221;Ini menunjukkan keseimbangan matematika Al-Qur&#8217;an. Dalam surah Alkahfi ayat 25, Allah menunjukkan masa tidur penghuni gua selama 300 tahun &#8216;ditambah&#8217; sembilan tahun. Sedangkan, dalam surah Al-Ankabut ayat 14, disebutkan bahwa Nabi Nuh tinggal bersama kaumnya 1000 tahun &#8216;dikurang&#8217; 50 tahun. Ini menggambarkan adanya penjumlahan dan pengurangan dalam matematika Al-Qur&#8217;an,&#8221; tulis Sampayya.</p>
<p>Para ahli astronomi membagi perhitungan tahun matahari dalam dua kelompok besar, yaitu tahun bintang (365,25636 hari) dan tahun tropis (365,2422 hari). Sehingga, rata-rata satu tahun matahari adalah 365,24928 hari. Sedangkan, tahun bulan juga dikelompokkan menjadi tahun bintang (327,85992 hari) dan tahun tropis (354,36707 hari) sehingga rata-rata satu tahun bulan berjumlah 341,11 hari. Dengan asumsi ini, Sampayya menyebutkan, kalimat 1000 tahun dikurang 50 tahun dalam surah Al-Ankabut ayat 14 adalah 953 tahun.</p>
<p>Sampayya merujuk jumlah demikian, selain berdasarkan perhitungan tahun matahari, juga dilihat dari komposisi huruf dalam surah Nuh yang berjumlah 953 huruf.Wa Allahu A&#8217;lam. sya</p>
<p><strong>Keagungan Surah Yasin</strong></p>
<p>Surah Yasin merupakan salah satu surah yang masuk dalam golongan Fawatih al-Suwar (pembuka surah) karena diawali dengan inisial huruf Ya dan Sin. Surah Yasin bernomor urut 36 dan terdiri atas 83 ayat. Surah Yasin termasuk dalam kelompok surah-surah Makkiyah.</p>
<p>Menurut beberapa riwayat, Rasulullah SAW pada saat dikepung oleh orang kafir Quraisy, sebelum berangkat hijrah, menaburkan pasir sambil membaca surah Yasin ayat ke-9 sehingga tidak terlihat oleh mereka.</p>
<p>&#8221;Dan, Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula) dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.&#8221; (QS Yasin: 9).</p>
<p>Surah Yasin paling sering dibaca umat Muslim, khususnya di Indonesia, dan paling banyak dihafal untuk ukuran surah yang panjang. Pembacaan surah Yasin menjadi bagian rutin sebagian masyarakat, di antaranya dikenal dengan istilah Yasinan.</p>
<p>Selain itu, dibandingkan lainnya, surah ini juga paling banyak dicetak dalam bentuk buku, khususnya buku saku. Ada pula yang menjadikannya sebagai suvenir.</p>
<p>Di samping itu, surah ini banyak pula yang dicetak dengan terjemahannya. Juga, sebagian ada yang dibuat tafsir surah Yasin. Bahkan, beberapa ulama tafsir secara khusus membahas kelebihan surah Yasin. Wa Allahu A&#8217;lam. sya</p>
<p>Sumber : Harian Republika 23/8/09</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.quranpoin.com/quran-explorer/keseimbangan-surah-haa-wa-miim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memahami Huruf Pembuka Surah Al-Qur&#8217;an</title>
		<link>http://www.quranpoin.com/memahami-al-quran/memahami-huruf-pembuka-surah-al-quran/</link>
		<comments>http://www.quranpoin.com/memahami-al-quran/memahami-huruf-pembuka-surah-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 17:48:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>QuranPoin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Memahami Al-Qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.quranpoin.com/?p=259</guid>
		<description><![CDATA[&#8221;Sesungguhnya, bagi setiap kitab ada sari patinya dan sari pati kitab (Al-Qur&#8217;an) ini adalah huruf-huruf ejaannya.&#8221;
Al-Qur&#8217;an adalah firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Di dalamnya terkandung berbagai petunjuk bagi umat manusia (Albaqarah [2]: 2, 185; Al-A&#8217;raf [7]: 203; Fushilat [41]: 44; Al-Isra [17]: 9) dalam menjalankan tugasnya sebagai khalifah di muka bumi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8221;Sesungguhnya, bagi setiap kitab ada sari patinya dan sari pati kitab (Al-Qur&#8217;an) ini adalah huruf-huruf ejaannya.&#8221;</p>
<p>Al-Qur&#8217;an adalah firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Di dalamnya terkandung berbagai petunjuk bagi umat manusia (Albaqarah [2]: 2, 185; Al-A&#8217;raf [7]: 203; Fushilat [41]: 44; Al-Isra [17]: 9) dalam menjalankan tugasnya sebagai khalifah di muka bumi (QS Albaqarah [2]: 30; Annaml [27]: 62; Fathir [35]: 39; Al-A&#8217;raf [7]: 129; dan Shaad [38]: 26), agar manusia tidak tersesat dan senantiasa berada di jalan yang lurus (Alfatihah [1]: 5; Azzumar [39]: 23; Asysyura [42]: 52; Al-An&#8217;am [6]: 153; Lukman [31]: 32; Almaidah [5]: 16).<br />
<span id="more-259"></span></p>
<p>Al-Qur&#8217;an juga merupakan mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW bagi umat manusia. Tak ada keraguan sedikit pun dalam Al-Qur&#8217;an (AlBaqarah [2]: 2, 23; Yunus [10]: 37; Hud [11]: 17, 110; Al-An&#8217;am [6]: 114; Assajdah [32]: 2). Dan, bagi yang ragu terhadap kebenaran Al-Qur&#8217;an, Allah menantang mereka untuk mendatangkan beberapa surat atau ayat yang serupa dengan Al-Qur&#8217;an (Albaqarah [2]: 23). Dan, kendati mereka membawa sejumlah penolong (selain Allah), pastilah mereka tidak akan sanggup untuk membuatnya.</p>
<p>Al-Qur&#8217;an adalah sumber ilmu pengetahuan. Di dalamnya dibahas berbagai hal, baik akidah, ibadah, akhlak, maupun ilmu pengetahuan lainnya, seperti fisika, kimia, biologi, astronomi, dan sebagainya. Andai manusia itu menulis sejumlah ilmu Allah, mereka tidak mampu menuliskannya. Karena, ilmu Allah sangat luas (Albaqarah [2]: 255; Almu&#8217;min [40]: 7; Almulk [67]: 1) dan tidak ada yang cacat sedikit pun (Al-Mulk [67]: 4). Bahkan, andaikan lautan atau samudra dijadikan tinta niscaya manusia tidak akan mampu menuliskannya kendati ditambahkan tujuh lautan lagi (Alkahfi [18]: 109, Luqman [31]: 27).</p>
<p>Karena itu, tak ada kitab suci yang serupa dengan Al-Qur&#8217;an. Bahkan, dalam hal bacaannya, gunung-gunung pun turut berguncang karena kebesaran dan kemukjizatannya. &#8221;Dan, sekiranya ada suatu bacaan (kitab suci) yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat diguncangkan atau bumi menjadi terbelah atau oleh karena itu orang-orang yang sudah mati dapat berbicara, (tentulah itu hanya Al-Qur&#8217;an saja). Sebenarnya, segala urusan itu adalah kepunyaan Allah. Sesungguhnya, Allah tidak menyalahi janji.&#8221; (Arra&#8217;du [13]: 31).</p>
<p>Bahkan, kulit pun akan gemetar dengan bacaan Al-Qur&#8217;an karena takut kepada Allah (Azzumar [39]: 23). &#8221;Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik, (yaitu) Al-Qur&#8217;an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah. Dengan kitab itu, Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan, barang siapa yang disesatkan Allah niscaya tak ada baginya seorang pemimpin pun.&#8221;</p>
<p>Al-Qur&#8217;an adalah samudra ilmu. Ia tak akan pernah habis dibahas dan digali. Keistimewaan Al-Qur&#8217;an tak hanya dari kandungan isinya yang meliputi segala hal. Dalam gaya bahasa (uslub) atau gramatika (tata bahasa)-nya, Al-Qur&#8217;an juga memiliki kelebihan.</p>
<p>Bahkan, dalam bidang Ulum Al-Qur&#8217;an (ilmu-ilmu yang membahas Al-Qur&#8217;an), sudah banyak dibahas oleh para ulama dan sarjana masa lalu, termasuk pada sahabat Rasulullah SAW hingga ilmuwan masa kini, yang berupaya menggali kandungan isi Al-Qur&#8217;an. Ada yang mencoba mengelaborasi dan melakukan eksplorasi lewat perspektif keimanan, historis, bahasa dan sastra, pengkodifikasian, kemukjizatan, penafsiran, serta telaah kepada huruf-hurufnya.</p>
<p>Kondisi semacam itu bukan hanya merupakan artikulasi tanggung jawab seorang Muslim untuk memahami bahasa-bahasa agamanya. Namun, sudah berkembang kepada nuansa lain yang menitikberatkan pada studi yang bersifat ilmiah, yang memberikan kontribusi dalam perkembangan pemikiran dalam dunia Islam. Kalangan sarjana Barat banyak yang melibatkan diri dalam pengkajian Al-Qur&#8217;an dengan motivasi dan latar belakang kultural atau intelektual yang berbeda-beda.</p>
<p>Fawatih al-suwar<br />
Al-Qur&#8217;an, dari mana pun menggali dan memahaminya, ia selalu memberikan pemahaman yang sangat komprehensif dan menyeluruh. Baik kandungan isinya, jumlah surah, kombinasi ayat-ayatnya, maupun keseimbangan huruf-huruf Al-Qur&#8217;an, menunjukkan keistimewaan yang sangat mengagumkan antara ayat yang satu dan yang lain, mereka saling berkaitan.</p>
<p>Salah satu di antaranya adalah surah-surah yang dimulai dengan huruf inisial yang dikenal dengan nama ayat-ayat Fawatih al-Suwar (pembuka surah). Seperti surah yang dimulai dengan inisial huruf Alif Lam Mim, Alif Lam Ra, Tha Ha, Ha Mim, Shad, Qaf, Nun, Ya Sin, Tha Sin Mim, dan sebagainya.</p>
<p>Al-Qur&#8217;an yang terdiri atas 114 surat, yang diawali dengan beberapa macam pembukaan (Fawatih al-Suwar), di antara macam pembuka surah yang tetap aktual pembahasannya hingga sekarang ini adalah huruf muqaththa&#8217;ah. Surah-surah yang termasuk kategori ini dimulai dengan huruf inisial, seperti surah yang dimulai dengan huruf Alif Lam Mim, Alif Lam Ra, Tha Ha, Ha Mim, Shad, Qaf, Nun, Ya Sin, Tha Sin Mim, dan sebagainya.</p>
<p>Menurut sejumlah pakar matematika Islam, huruf-huruf yang terdiri atas huruf-huruf alfabet (hijaiyah) ini, selain mandiri, juga mengadung banyak kemisteriusan yang belum tergali secara optimal. Karena itu, ia sangat istimewa sebab hanya ditemukan pada surah-surah tertentu dan menggunakan inisial huruf tertentu pula.</p>
<p>Ibnu Abi Al-Asba&#8217; dalam kitabnya Al-Khaqathir Al-Sawanih fi Asrar Al-Fawatih membagi beberapa kategori dari huruf-huruf inisial yang membuka surah tersebut. Pertama, pujian terhadap Allah SWT yang dinisbahkan kepada sifat-sifat kesempurnaan Tuhan. Kedua, yang menggunakan huruf-huruf hijaiyah terdapat pada 29 surah. Ketiga, dengan mempergunakan kata seru (ahrufun nida), terdapat dalam sepuluh surah. Lima seruan ditujukan kepada rasul secara khusus. Dan, lima yang lain ditujukan kepada umat. Keempat, kalimat berita (jumlah khabariyah) terdapat dalam 23 surah. Kelima, dalam bentuk sumpah (Al-Aqsam) terdapat dalam 15 surah.</p>
<p>Menurut As-Suyuti dalam Al-Itqan fi Ulum Al-Qur&#8217;an, pembukaan-pembukaan surah (awail Al-suwar) atau huruf-huruf potongan (Al-huruf Al-Muqatta&#8217;ah) ini termasuk ayat-ayat mutasyabihat. Karena itu, pengetahuan yang benar tentang ayat-ayat atau huruf-huruf tersebut hanya dimiliki Allah yang Maha Mengetahui. As-Suyuti memandang pendapat ini sebagai pendapat yang mukhtar (terpilih).</p>
<p>Ibnu Al-Munzir meriwayatkan bahwa ketika Al-Syabi ditanya tentang pembukaan-pembukaan surah, ia mengutip pendapat Ali bin Abi Thalib RA. Ia berkata, &#8221;Sesungguhnya, bagi setiap kitab ada sari patinya dan sari pati kitab (Al-Qur&#8217;an) ini adalah huruf-huruf ejaannya.&#8221;</p>
<p>Hal yang sama juga diungkapkan Abu Bakar Al-Shiddiq RA. Menurut khalifah pertama ini, &#8221;Pada setiap kitab, ada rahasia dan rahasianya dalam Al-Qur&#8217;an adalah permulaan-permulaan surahnya.&#8221;</p>
<p>Karena itu, hanya orang-orang berakal yang bisa mengambil pelajaran. Wa Allahu A&#8217;lam. sya/berbagai sumber</p>
<p>Sumber: Dialog Jum&#8217;at Harian Republika 23/8/09</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.quranpoin.com/memahami-al-quran/memahami-huruf-pembuka-surah-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Al-Qur&#8217;an Untuk Papua (Wakaf Qur&#8217;an)</title>
		<link>http://www.quranpoin.com/wakaf-al-quran/al-quran-untuk-papua-wakaf-quran/</link>
		<comments>http://www.quranpoin.com/wakaf-al-quran/al-quran-untuk-papua-wakaf-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Aug 2009 17:38:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>QuranPoin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wakaf Al-Qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.quranpoin.com/?p=211</guid>
		<description><![CDATA[Selama ini kita mengidentikan Papua dengan Nasrani atau Kristen. Inilah keberhasilan opini dan pencitraan yang sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak anti Islam. Tahukah Anda bahwa di Irian ada sekitar 40% muslim dari jumlah penduduk tanah Papua tersebut! Bahkan saat ini ribuan orang di pedalaman Irian berbondong-bondong bersyahadat, belajar mandi, belajar berpakaian, belajar berwudhu, belajar sholat dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selama ini kita mengidentikan Papua dengan Nasrani atau Kristen. Inilah keberhasilan opini dan pencitraan yang sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak anti Islam. Tahukah Anda bahwa di Irian ada sekitar 40% muslim dari jumlah penduduk tanah Papua tersebut! Bahkan saat ini ribuan orang di pedalaman Irian berbondong-bondong bersyahadat, belajar mandi, belajar berpakaian, belajar berwudhu, belajar sholat dan membangun masjid. Di republik ini merekalah yang pertama kali sholat shubuh, pertama kali azan dan pertama kali berpuasa karena mereka berada di bagian paling timur. <span id="more-211"></span></p>
<p>Sebenarnya  Islam adalah agama pertama yang masuk ke Papua melalui hubungan dengan kerajaan Islam di Ternate dan Tidore di Maluku? Bahkan Sultan Iskandar Syah dari Samudera Pasai pun pernah berkunjung ke pulau cenderawasih ini. Selain itu ditemukan pula jejak pengaruh dari kesultanan Demak di masa Raden Patah. Perkembangan dakwah di bumi Papua ini memang istimewa. Sekitar 900-an masjid telah dibangun dan tersebar di Irian, ribuan penduduk asli dimandikan, diajari berpakaian, dikhitan,<br />
kemudian dituntun mengucapkan dua kalimat syahadat.</p>
<p>Jangan terkejut bila suatu  hari Anda bertemu dengan penduduk asli Irian yang pandai mengaji dan berbahasa Arab. Sampai saat ini sudah sekitar 1.400 anak Papua asli disekolahkan di berbagai pesantren di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi secara gratis. Sebagian diantaranya sudah ada yang menuntut ilmu di pergururan tinggi di dalam dan luar negeri. Ratusan diantaranya tengah menempuh jenjang S1 dan bahkan ada 29 orang yang meraih gelar Master (S2).</p>
<p>Realitas diatas hanyalah sedikit dari prestasi yang diukir para da&#8217;i Yayasan Al-Fatih Kaafah Nusantara (AFKN), yang dikomandoi oleh ust. M. Zaaf. Fadlan Rabbani Al-Garamatan, seorang pendakwah asli Irian yang baru menginjak usia 4o tahunan.</p>
<p><strong>Berdakwah Diantara Babi dan Koteka</strong></p>
<p>Pembinaan masyarakat asli Irian, setelah mereka diperkenalkan dengan Islam adalah mengajari mereka mandi dan berpakaian. Sebelumnya mereka tidak pernah mengenal cara membersihkan tubuh, bahkan untuk menghindari gigitan nyamuk dan udara dingin mereka selalu melumuri tubuhnya dengan minyak babi. Para calon muallaf ini dibimbing untuk mandi dengan air dan sabun juga keramas dengan memakai shampo.</p>
<p>Pernah suatu ketika ada seorang kepala suku yang begitu menikmati sabun mandi. Tanpa dibilas, dia langsung keliling kampung karena amat senang dengan bau wangi sabun di tubuhnya.</p>
<p>Mengenalkan pakaian memang proses awal yang susah. Mula-mula dikenalkan celn kolor, mereka ketawa. Namun ketika mereka memakainya semakin lama semakin enjoy, malah akhirnya mereka malu melepaskannya. Muslimah-muslimah muallaf ini pun tidak kalah semangatnya dalam ber-Islam, merekapun merasa senang dengan balutan busana yang menutupi aurat, tidak nampak keengganan di wajah mereka sedikitpun.</p>
<p>Bahkan suatu kali pernah ditanyakan secara berkelakar kepada muslimah Irian ini, “Apakah mereka mau kembali melepaskan busananya dan kembali bertelanjang seperti dulu?”. Mereka tersipu malu, dan menolak untuk menampakkan auratnya, seperti ketika belum mengenal Islam, sungguh mengharukan sekali…! Menjadi ironis bila kita melihat kehidupan wanita di kota besar yg justru berlomba-lomba menelanjangi tubuh mereka, dan bersedia difoto dengan busana yang terbuka di cover-cover majalah.</p>
<p><strong>Menjadi lebih baik setelah memeluk Islam</strong></p>
<p>Luar biasa&#8230;, barangkali seperti itu komentar kita bila melihat aktivitas Islam mereka. Setelah memeluk Islam setiap solat fardhu mereka selalu menyempatkan menunaikannya di musholla atau masjid dan mereka mengaku merasa tenang. Barangkali Islam mereka lebih baik dari saudara-saudara muslim yang sudah Islam sejak lahir.</p>
<p>Ada seorang kepala suku yg menyatakan masuk Islam, kemudian dianiaya sekelompok orang, ditindih kayu, ditelanjangi, namun tetap teguh memegang syahadat.</p>
<p><strong>Dakwah di Papua Membutuhkan Al-Qur&#8217;an</strong></p>
<p>Saat ini dibutuhkan lebih dari 55.000 Al-Qur&#8217;an untuk membina muslim Irian. Yayasan Al-Fatih Kaafah Nusantara (AFKN) bekerjasama dengan <a href="http://www.wakafquran.org" target="_blank">Badan Wakaf Al-Qur&#8217;an</a> (BWA) bergerak mengadakan program wakaf Al-Qur&#8217;an dan pembinaannya. Hanya dengan senilai Rp 65.000 untuk wakaf 1 (satu) kitab Al-Qur&#8217;an.  Nilai wakaf ini sudah termasuk biaya produksi, ongkos pengiriman, biaya pembinaan dan operasional lainnya.</p>
<p>Badan Wakaf Al Qur&#8217;an bersama muslim di seluruh penjuru Indonesia berkomitmen mengentaskan saudara kita muslim dari suku adat asli Irian menuju kehidupan yang bermartabat dengan Islam melalui sebuah payung program bertajuk Papua Muslim Care (PMC).  Progam ini adalah <strong>Wakaf Al Qur&#8217;an</strong> dengan pembinaannya dan program <strong>Wakaf Khusus</strong> untuk pengadaan sarana transportasi sungai dan pesisir dan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).<img class="alignright size-full wp-image-213" title="papuamuslimcare" src="http://www.quranpoin.com/v1/wp-content/uploads/2009/08/papuamuslimcare.jpg" alt="papuamuslimcare" width="200" height="81" /></p>
<p>Ayo dukung <strong>Papua Muslim Care</strong>. Prospektus lengkap mengenai wakaf ini, dapat Anda lihat <strong><a href="http://www.wakafquran.org/artikel.php?info=2" target="_blank">disini</a></strong>. Semoga Allah SWT yang Maha Penolong, melapangkan jalan agar cita-cita bersama mengangkat harkat dan martabat muslim dengan Islam bisa terlaksana dengan baik dan lancar.</p>
<p><em>Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. </em><br />
[QS. Ali Imran : 92]</p>
<p>Referensi:<br />
Badan Wakaf Al-Qur&#8217;an<br />
www.wakafquran.org</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.quranpoin.com/wakaf-al-quran/al-quran-untuk-papua-wakaf-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Al Qur&#8217;an, Dalam Berbagai Media</title>
		<link>http://www.quranpoin.com/media-al-quran/al-quran-dalam-berbagai-media/</link>
		<comments>http://www.quranpoin.com/media-al-quran/al-quran-dalam-berbagai-media/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 17:01:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>QuranPoin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Media Al-Qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.quranpoin.com/?p=198</guid>
		<description><![CDATA[Hampir semua rumah orang Islam menyimpan Al Quran dan kita tahu banyak sekali orang Islam yang membacanya. Di Negeri kita ini saja, banyak sekali orang yang hafal Al Quran. Yang kita tidak tahu persis di negeri kita sendiri yang mayoritas Islam ini, berapa orangkah yang memahami kandungan Al Quran? Sebagai pemilik Al Quran, kita mesti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hampir semua rumah orang Islam menyimpan Al Quran dan kita tahu banyak sekali orang Islam yang membacanya. Di Negeri kita ini saja, banyak sekali orang yang hafal Al Quran. Yang kita tidak tahu persis di negeri kita sendiri yang mayoritas Islam ini, berapa orangkah yang memahami kandungan Al Quran? Sebagai pemilik Al Quran, kita mesti malakukan apa yang bisa dilakukan bagi tujuan utama memasyarakatkan pemahaman , penghayatan dan pemahaman Al Quran.<span id="more-198"></span></p>
<p>Rasulullah saw bersabda, &#8220;Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur`an dan mengajarkannya.&#8221; (HR Bukhari &#8211; Muslim). Mempelajari Al-Qur`an dan mengajarkannya adalah pekerjaan mulia sehingga mendapatkan predikat terbaik dari Allah dan rasul-Nya. Dan, masih banyak lagi keutamaan dan pahala yang diberikan Allah kepada mereka.</p>
<p>Bahkan, satu huruf pun yang dibaca menjadi kebaikan yang dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan. Andai saja seseorang membaca, menelaah, menghafal, dan mempelajarinya tentu ia akan mendapatkan pahala dan kebaikan yang tidak terbilang besarnya.</p>
<p>Namun, pada praktiknya, sebagian orang sering mengalami kesulitan dalam mempelajari Al-Qur`an, terutama bagi pemula. Yaitu, disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya minimnya penguasaan bahasa Arab, sistematika susunan ayat-ayat Al-Qur`an yang berpindah-pindah tema dari ayat ke ayat, dan masih sedikitnya ayat-ayat yang telah dihafal. Tentu lebih berat lagi bagi mereka yang benar-benar tidak bisa baca Al-Qur`an.</p>
<p>Kesulitan-kesulitan di atas bisa menjadikan seseorang enggan belajar Al-Qur`an. Tentu ini adalah problema yang mesti diselesaikan dan dicari solusinya agar belajar Al-Qur`an tidak menjadi beban. Sebab, Allah juga menyukai orang yang membuat kemudahan dalam suatu urusan.</p>
<p>Hingga hari ini, sudah banyak media yang memuat Al Qur&#8217;an di dalamnya. Apalagi di jaman teknologi yang begitu pesat sekarang ini. Dari dulunya hanya Mushaf Al Qur&#8217;an yang hingga kini banyak penerbit Islam yang juga mencetak mushaf Al Qur&#8217;an ( untuk Indonesia tentunya dibawah kendali Departemen Agama RI dan Majelis Ulama Indonesia ). Kemudian, ada yang berbentuk kaset dan Murottal Al Qur&#8217;an, VCD Murottal Al Qur&#8217;an ( baik hanya Murottal nya saja, ada Terjemahannya baik Teks maupun Suara ). Tak ketinggalan melalui media MP3 Murottal Al Qur&#8217;an.</p>
<p>Kemudian diikuti, oleh hadirnya software Al Qur&#8217;an Digital yang menampilkan ayat-ayat Al Quran dalam tulisan Arab dan terjemahan Indonesia.</p>
<p>Sebuah penerbit telah menerbitkan sebuah buku Pintar Al Qur&#8217;an yang disusun oleh Abu Nizhan. Buku ini menjadi salah satu solusi tepat dalam mendapatkan kemudahan mempelajari atau mengkaji Al-Qur`an. Buku ini berisi indeks Al-Qur`an dalam bahasa Indonesia untuk mempermudah mencari ayat-ayat tertentu sesuai kebutuhan, berisi tema besar isi kandungan Al-Qur`an yang disusun sesuai judul -mulai dari rukun Islam, rukun iman, muamalah, dan seterusnya- sehingga membantu mempermudah dalam mencari ayat sekaligus memahami kandungan Al-Qur`an, serta membahas ilmu tajwid sebagai pegangan utama dalam membaca Al-Qur`an. Selain itu, dibahas pula ulumul Qur`an yang meliputi tafsir dan kitab-kitab tafsir. Terakhir, yaitu membahas sebab-sebab diturunkannya Al-Qur`an (asbabu nuzul) yang merupakan salah satu bagian pokok dalam memahami kandungan Al-Qur`an. Buku ini sangat bermanfaat bagi siapa saja yang hendak berhubungan dengan Al-Qur`an. Terutama bagi yang ingin menelaah atau mempelajari Al-Qur`an.</p>
<p>Untuk anak-anak, telah ada Atlas AL-Qur&#8217;an Untuk Anak : Kisah Dan Perjalanan Para Nabi &amp; Rasul yang diterbitkan oleh Pena. Ini merupakan sebuah metode baru dunia buku Islam untuk anak, guna memperkenalkan nilai-nilai historis dalam AI-Qur&#8217;an. Menghidupkan kembali konsep Ilahiyah dengan memasukkan fakta sejarah yang terkandung di dalamnya melalui pendekatan unsur cerita dan gambar, agar dapat difahami lebih mendalam di benak anak-anak muslim, sekaligus mengembangkan imajinasi dan daya kreativitas mereka. Buku ini memaparkan banyak peta lokasi dan bukti-bukti sejarah kehidupan para Nabi dan Rasul seperti yang dijelaskan Al-Qur&#8217;an. Diolah dengan visualisasi gambar yang memikat menjadikan buku ini sangat penting untuk dibaca oleh anak-anak.</p>
<p>Bahkan ada Chatting Al Qur&#8217;an. Berikut ini buddy list yang dapat anda manfaatkan dalam CHAT dengan BOT QURAN :</p>
<p>Yahoo!: Quran.Noor<br />
Yahoo!: Quran.Mubeen<br />
MSN  : Quran.Noble@hotmail.com<br />
MSN  : Quran.Noble@gmail.com<br />
GTalk-Jabber: Quran.Noble@gmail.com<br />
AOL: QuranNoble or RafeeqA<br />
ICQ : 44421074  or 11431053<br />
Selamat mencoba, dan sering-seringlah berintraksi dengan Al Qur&#8217;an.</p>
<p>Di tengah upaya gigih kaum sekularisme, liberalisme, dan pluralisme memisahkan umat dari Al Quran, hadir I Love My Al Quran yang diharapkan dapat mengilhami lahirnya generasi Qurani yang tidak hanya membaca, tapi juga berupaya memahami, menghayati, serta mengamalkan Al Quran dalam semua aspek kehidupan sehingga dirasakan keberadaan Al Quran sebagai &#8220;Hudan&#8221; (pedoman) hidup serta sebagai &#8220;Al Furqan&#8221; (pembeda) antara yang haq dan yang batil.</p>
<p>Untuk permainan anak, ada sebuah permainan Ular Tangga, dimana Papan permainan ular tangga tersebut mengenal nama 114 surah Al-Quran dengan magnetic board</p>
<p>Umat muslim diperintahkan agar selalu membaca Al Qur`an. Ini merupakan amalan bernilai ibadah yang dijanjikan pahala bahkan untuk setiap huruf yang dilafalkan. Setiap tahun jutaan eksemplar mushaf diterbitkan dan disebarluaskan ke seluruh penjuru dunia. Untuk memudahkan memahami kandungan isinya, maka selain tetap wajib dengan bahasa dan huruf aslinya yakni Arab, sebagian dilengkapi dengan penterjemahan atau bahkan catatan asbabun nuzul (riwayat turunnya ayat) atau sekaligus tafsir. Malah untuk menuntun pengucapannya baru-baru ini dikembangkan sistem pencetakan Al Qur`an dengan kode tajwid (ilmu tentang bacaan) berwarna-warni.</p>
<p>Ketentuan bacaan dipermudah melalui alat peraga kode warna, misalnya saat bacaan mendengung, memantul, suara sengau dari hidung dan lain-lain, masing-masing dibuatkan warna cetakan berbeda-beda. Pada akhirnya blok warna yang dipakai tersebut dimaksudkan menuntun pembaca agar memperhatikan tekanan, fonetik, irama serta cara membaca Al Qur`an. Ide menampilkan kode-kode warna untuk setiap jenis bacaan sesuai ketentuan tajwid pertama kali dicetuskan oleh tiga orang pengusaha muslim di India, Abdus Sami, Abdul Naeem, dan Abdul Moin pada tahun 2002. Dituturkan oleh direktur sekaligus pemilik usaha Lautan Lestari (Lestari Books) yang juga merupakan pemegang hak cipta untuk penerbitan dan pemasarannya di Indonesia, Dalpat Mirchandani, ketiga orang itu memperoleh inspirasi dari lampu rambu-rambu lalu lintas. &#8220;Aturan lampu lalu lintas di mana-mana sama, merah berarti harus berhenti, hijau artinya silahkan jalan, kuning hendaknya berhati-hati,&#8221; tukasnya.</p>
<p>Terakhir, dan pertama di dunia, Al Qur`an &#8216;pojok&#8217; dengan Terjemah Per-Kata. Yang menampilkan arti (bahasa Indonesia) setiap kata (bahasa Arab) dalam Al Quran. Membaca sekaligus belajar bahasa Al Qur`an. Memudahkan Anda belajar dan melatih memaknai serta menguasai bahasa Al Quran . Lengkap isinya meliputi Al Qur`an, terjemahan, dan arti tiap kata.</p>
<p>Sudahkah Anda mengetahui itu semua ? Barangkali masih ada lagi media yang memuat Al Qur&#8217;an didalamnya yang belum termaktub diatas. Mungkin Anda dapat menambahkannya. Sudah sepatutnya kita bangga dengan Al Qur&#8217;an yang merupakan salah satu Mukjizat Rasulullah SAW yang merupakan wahyu dari Alloh SWT. Apakah kitab agama lain ada yang seperti Al Qur&#8217;an ? Rasanya tidak &#8230; Bahkan untuk Surat Al Fatihah saja, ada seorang penulis Indonesia yang menulis Makna Al Fatihah dengan judul buku The Power Of Al Fatihah dengan lumayan tebal bukunya. Itu baru surat Al Fatihah.</p>
<p>Subhanalloh &#8230;.</p>
<p>wassalam / <a href="http://www.mail-archive.com/jamaah@arroyyan.com/msg06734.html" target="_blank">abu Haidar</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.quranpoin.com/media-al-quran/al-quran-dalam-berbagai-media/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sehari Bersama Al-Qur&#8217;an (Ramadhan)</title>
		<link>http://www.quranpoin.com/mesra-dengan-al-quran/sehari-bersama-al-quran-ramadhan/</link>
		<comments>http://www.quranpoin.com/mesra-dengan-al-quran/sehari-bersama-al-quran-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Jul 2009 17:43:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>QuranPoin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mesra Dengan Al-Qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.quranpoin.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[“(Yaitu) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).” [QS. Al-Baqarah : 185]
Dari ayat diatas dapat diambil banyak pelajaran. Diantaranya adalah bahwa Allah SWT berkenan menurunkan Kitab yang mulia pada bulan yang mulia dan dengan tujuan yang sangat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">“<em>(Yaitu) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)</em>.” [QS. Al-Baqarah : 185]</p>
<p style="text-align: left;">Dari ayat diatas dapat diambil banyak pelajaran. Diantaranya adalah bahwa Allah SWT berkenan menurunkan Kitab yang mulia pada bulan yang mulia dan dengan tujuan yang sangat mulia. Al-Qur’an bukan buku cerita, meskipun di dalamnya terdapat banyak cerita. Ia juga bukan buku sastra, meskipun keindahan bahasanya tidak tertandingi oleh ahli bahasa manapun. Ia juga bukan buku sains, meskipun di dalamnya terdapat banyak ayat yang berbicara tentang ilmu pengetahuan.<span id="more-134"></span></p>
<p style="text-align: left;">Ayat di atas menjelaskan tiga fungsi diturunkannya Al-Qur’an, yaitu :</p>
<ol style="text-align: left;">
<li> Petunjuk bagi semua manusia dalam menjalani hidupnya agar mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.</li>
<li> Penjelas dan argumen yang kuat bagi orang yang memahami dan mengkajinya.</li>
<li> Pedoman untuk menbedakan antara yang halal dan yang haram  serta antara yang haq dan yang bathil.</li>
</ol>
<p style="text-align: left;">Kemuliaan Al-Qur’an terletak pada segala hal yang berkaitan dengannya, seperti : membacanya, mendengarkannya, menghafalnya, mentadabburi (merenungkan)nya, mengamalkannya, mendakwahkannya dan sebagainya. Semua aktifitas tersebut adalah kebajikan yang berpahala besar di sisi Allah. Selain itu, kemuliaan Al- Qur’an juga terletak pada fungsinya, yakni sebagai kitabul hidayah (buku petunjuk).</p>
<p style="text-align: left;">Diriwayatkan oleh Sa’id bin Jubair bahwa Ibnu Abbas ra berkata, ”<em>Al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadhan (secara utuh/sekaligus) dari Lauh Mahfud menuju langit dunia lalu ditempatkan di Baitul ’Izzah (rumah kemuliaan). Selanjutnya Al-Qur’an diturunkan (secara bertahap) kepada Rasulullah SAW, selama 23 tahun untuk menjawab kehidupan manusia</em>.”</p>
<p style="text-align: left;">Setelah mengetahui kemuliaannya, maka seharusnya seorang muslim mengisi hari-harinya di bulan Ramadhan dengan berinteraksi secara penuh bersama Al-Qur’an. Bahkan untuk menanamkan kecintaan kepada Al-Qur’an secara utuh serta untuk menggali sebanyak mungkin ilmu tentang Al-Qur’an, seorang muslim – secara individu maupun bersama orang lain – dapat melakukan kajian secara komprehensip terhadap Al-Qur’an.</p>
<p style="text-align: left;">Kegiatan ini di beberapa tempat di Indonesia biasa di sebut dengan <strong>Yaum Ma’a Al-Qur’an</strong> (sehari bersama Al-Qur’an). Sudah barang tentu, setelah hari itu, kecintaan terhadap Al-Qur’an semakin kuat dan mesra. Diantara pokok-pokok kajian yang perlu diadakan dalam rangkaian acara <strong>Sehari Bersama Al-Qur’an</strong> adalah</p>
<p style="text-align: left;"><strong><br />
1. Tadarus dan Tadabbur Al-Quran.</strong></p>
<p style="text-align: left;">Membaca Al Qur’an adalah amal yang diperintahkan untuk dilakukan setiap muslim setiap hari dan lebih ditekankan lagi pada bulan Ramadhan. Hal tersebut karena Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an dan pada setiap Ramadhan malaikat Jibril as senantiasa datang kepada Rasulullah saw untuk bertadarrus Al-Qur’an bersamanya. Dan membaca Al-Qur’an adalah aktifitas yang senantiasa menguntungkan sebagaimana firman Allah SWT :</p>
<p style="text-align: left;">Artinya : “<em>Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi</em>.” (QS. Fathir: 29)</p>
<p style="text-align: left;">Allah berfirman:<br />
Artinya : “<em>Maka apakah mereka tidak mentadabburi Al-Quran ataukah hati mereka terkunci</em>“ (QS. Muhammad : 24)</p>
<p style="text-align: left;"><strong>2. Tahsin Tilawah.</strong></p>
<p style="text-align: left;">Telah dijelaskan di atas, bahwa tilawah atau tartil Al-Qur’an meruapakan ibadah yang bernilai pahala tinggi. Berikut ini ayat Al-Qur’an dan sebagian kecil dari hadits Rasulullah saw yang menjelaskan urgensi tilawah Al-Qur’an dengan baik dan benar :</p>
<p style="text-align: left;">Artinya : “<em>Rasul berkata, ‘Ya Rabbi, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur’an ini sesuatu yang tidak diacuhkan (sesuatu yang diabaikan)</em>”. (QS. Al-Furqan : 30)</p>
<p style="text-align: left;">Rasulullah saw bersabda, “<em>Bacalah Al-quran karena sesungguhnya Al-quran itu datang pada hari kiamat sebagai syafaat bagi pembacanya</em>&#8220;. ( HR. Muslim)</p>
<p style="text-align: left;">Dalam sabdanya yang lain, “<em>Orang yang membaca Al-Qur’an dengan mahir akan bersama para malaikat yang mulia. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata serta berat dalam membacanya, maka ia akan mendapatkan dua pahala</em> “. (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p style="text-align: left;">Juga, Rasulullah Saw bersabda: &#8220;Barangsiapa membaca satu huruf dari Al-Quran maka dia mendapat satu kebaikan dan satu kebaikan sama dengan sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan, ‘Alif Laam Miim adalah satu huruf, namun (yang aku maksud) ialah Alif satu huruf, Laam satu huruf, dan Miim satu huruf&#8221;. (HR.Tirmidzi)</p>
<p style="text-align: left;">Di sini dapat dijelaskan bahwa pahala yang didapat dari membaca Al-Qur’an ditentukan oleh kuantitas dan kualitasnya, disamping keikhlasan hati dan perhatian terhadap adab-adab tilawah pada saat membacanya.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>3. Berinteraksi dengan Al-Qur’an.</strong></p>
<p style="text-align: left;">Apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang mukmin terhadap Al-Qur’an utamanya di bulan Ramadhan? Secara garis besar dapat dirinci sebagai berikut :</p>
<ul style="text-align: left;">
<li> menjaga keimanan kepadanya agar mendapat bimbingan</li>
<li> membaca dan mendengarkannya agar mendapatkan pahala</li>
<li> mentadabburinya agar mendapatkan ilmu</li>
<li> berkomitmen untuk melaksanakan perintahnya dan</li>
<li> meninggalkan larangannya agar mendapat berkah dari kehidupan</li>
</ul>
<p style="text-align: left;">Hal-hal diatas tidak hanya dilaksanakan selama bulan Ramadhan saja. Tetapi seharusnya menjadi amalan rutin setiap muslim atau yang lazim disebut wirid qur’ani.</p>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">Penulis :  Ust. Farid Dhofir, Lc, MSi</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.quranpoin.com/mesra-dengan-al-quran/sehari-bersama-al-quran-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alquran (Ensiklopedi Islam)</title>
		<link>http://www.quranpoin.com/memahami-al-quran/alquran-ensiklopedi-islam/</link>
		<comments>http://www.quranpoin.com/memahami-al-quran/alquran-ensiklopedi-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 23:47:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>QuranPoin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Memahami Al-Qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.quranpoin.com/?p=127</guid>
		<description><![CDATA[Kitab suci bagi umat Islam ini merupakan kalam (perkataan) Allah SWT yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril dengan lafal dan maknanya (QS Asy Syuraa [26]:192-195). Alquran sebagai kitab Allah menempati posisi sebagai sumber pertama dan utama dari seluruh ajaran Islam dan berfungsi sebagai petunjuk atau pedoman bagi umat manusia dalam mencapai kebahagiaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kitab suci bagi umat Islam ini merupakan kalam (perkataan) Allah SWT yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril dengan lafal dan maknanya (QS Asy Syuraa [26]:192-195). Alquran sebagai kitab Allah menempati posisi sebagai sumber pertama dan utama dari seluruh ajaran Islam dan berfungsi sebagai petunjuk atau pedoman bagi umat manusia dalam mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.<span id="more-127"></span></p>
<p>Kata Alquran berasal dari kata kerja qara&#8217;a yang berarti membaca dan bentuk masdar (kata dasar)-nya adalah Quran yang berarti bacaan. Alquran dengan makna bacaan dinyatakan oleh Allah dalam beberapa ayat, antara lain dalam surah-surah al-Qiyamah ayat 16-18, al Baqarah ayat 185, al Hijr ayat 87, Thahaa ayat 2 dan masih banyak lagi.</p>
<p>Alquran mempunyai beberapa nama, di antaranya adalah Kitab Allah, al-Furqan yang berarti pembeda antara yang benar dan bathil (QS al Furqan [25]:1), az-Dzikir yang berarti peringatan (QS al Hijr [15]:9) dan at-Tanzil yang berarti diturunkan (QS Asy-Syuraa [26]:192) dan lainnya.</p>
<p>Para ulama berbeda pendapat tentang hakikat Alquran. Imam al Ghazali dalam kitab al-Mustasfamin &#8216;Ilm al-Usul (suatu kitab yang membahas masalah usul fikih), menjelaskan bahwa hakikat Alquran adalah kalam yang berdiri pada Zat Allah SWT yang kadim (tidak bermula). Menurut mutakalimin (ahli teologi Islam), hakikat Alquran adalah makna yang berdiri pada Zat Allah SWT. Adapun golongan Muktazilah, hakikat Alquran adalah huruf-huruf dan suara yang diciptakan Allah yang setelah berwujud lalu hilang dan lenyap. Dengan pandangan ini, kaum Muktzilah memandang Alquran sebagai ciptaan Allah SWT.</p>
<p>Alquran memiliki 114 surah (urut-urutannya sebagaimana ditetapkan Rasulullah SAW) yang tidak sama panjang dan pendeknya. Surah yang terpendek terdiri atas tiga ayat, dan yang terpanjang terdiri dari 286 ayat. Semua surah, kecuali surah kesembilan, at-Taubah, dimulai dengan kalimat Bismi Allah ar-Rahman ar-Rahim (dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang). Setiap surah memiliki nama yang diambil dari kata yang terdapat di permulaan surah (seperti Yasin dan Thaha) atau diambil dari kata yang menjadi tema pembicaraan di dalam surah yang bersangkutan (seperti Ali Imrah, al-Baqarah dan an-Nisaa).</p>
<p>Menurut perhitungan ulama Kufah, seperti Abu Abdurrahman as-Salmi, Alquran terdiri dari 6.236 ayat. Sedangkan menurut as-suyuti, terdiri dari 6 ribu ayat lebih. Al-Alusi dalam kitab tafsirnya Ruh al Ma&#8217;ani fi Tafsir Alquran al-Azim wa as-Sab al-Masani (Semangat Makna dalam Tafsir Alquran yang Agung dan al-Fatihah) menyebutkan bahwa jumlah ayat Alquran sekitar 6.616 ayat.</p>
<p>Perbedaan jumlah ayat ini disebabkan oleh adanya perbedaan pandangan di antara mereka tentang kalimat Basmalah pada awal surah dan Fawatih as-suwar (kata-kata pembuka surah), seperti Yasin, Alif Lam Mim dan Ha Mim. Ada yang menggolongkan kata-kata pembuka itu sebagai ayat dan ada pula yang tidak.</p>
<p>Sebagai wahyu (QS an-Nisaa [4]:163), surah-surah dan ayat-ayat Alquran diturunkan oleh Allah SWT secara bertahap kepada Rasulullah SAW selama kurang lebih 23 tahun masa kenabiannya. Hikmah diturunkannya Alquran secara berangsur-angsur ini antara lain, pertama, untuk meneguhkan hati Rasulullah dengan cara mengingatkannya terus menerus, kedua, lebih mudah dimengerti dan diamalkan oleh pengikut-pengikut Rasulullah, ketiga, hukum-hukum Allah yang terkandung di dalamnya mudah diterapkan secara bertahap dan kelima, memudahkan penghafalan.</p>
<p>» Harian Republika | disarikan dari buku Ensiklopedi Islam terbitan PT Ikhtiar Baru van Hoeve, Jakarta.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.quranpoin.com/memahami-al-quran/alquran-ensiklopedi-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ibnu Katsir (Biografi Singkat)</title>
		<link>http://www.quranpoin.com/memahami-al-quran/ibnu-katsir-biografi-singkat/</link>
		<comments>http://www.quranpoin.com/memahami-al-quran/ibnu-katsir-biografi-singkat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2009 17:02:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>QuranPoin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Memahami Al-Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Rijalul Qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.quranpoin.com/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[Ibnu Katsir dikenal luas oleh umat Islam melalui kitab tafsir Al-Qur&#8217;an. Buku Tafsir Ibnu Katsir mudah ditemukan di toko-toko buku dengan beragam model dan oleh berbagai penerbit. Tafsir Ibnu Katsir juga tersedia dalam beragam format digital yang bisa didapatkan di situs-situs online. Tafsir Ibnu Katsir juga menjadi rujukan bagi penyusunan tafsir yang ditulis setelahnya. Siapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ibnu Katsir dikenal luas oleh umat Islam melalui kitab tafsir Al-Qur&#8217;an. Buku Tafsir Ibnu Katsir mudah ditemukan di toko-toko buku dengan beragam model dan oleh berbagai penerbit. Tafsir Ibnu Katsir juga tersedia dalam beragam format digital yang bisa didapatkan di situs-situs online. Tafsir Ibnu Katsir juga menjadi rujukan bagi penyusunan tafsir yang ditulis setelahnya. Siapa sebenarnya Ibnu Katsir? Tulisan berikut secara ringkas memaparkan riwayat hidupnya.<span id="more-120"></span></p>
<p>Nama lengkapnya adalah Isma&#8217;il bim &#8216;Amr Al-Quraisy bin Katsir Al-Basri ad-Dimasqi &#8216;Imaduddin Abul Fida&#8217; al-Hafidz al-Muhaddits asy-Syafi&#8217;i. Lahir pada tahun 705 H dan wafat pada 774 H. Ibnu Katsir menempuh perjalanan panjang yang sarat dengan keilmuan. Ia adalah pakar fiqih yang sangat ahli, mufasir yang paripurna, ahli hadits yang cerdas, dan sejarawan yang ulung. Al-Hafidz Ibnu Hajar menjelaskan, &#8220;Ia adalah seorang ahli hadits yang faqih. Karangan-karangannya tersebar luas di berbagai negeri semasa hidupnya dan dimanfaatkan orang banak setelah wafatnya.&#8221;</p>
<p><strong>Diantara Karya Tulis Ibnu Katsir</strong></p>
<ul>
<li>Al-Bidayah wan Nihayah dalam bidang Sejarah, merupakan rujukan terpenting bagi para sejarawan</li>
<li>Al-Kawakibud Darari dalam bidang Sejarah, cuplikan pilihan dari al-Bidayah wan Nihayah</li>
<li>Tafsirul Qur&#8217;an, al-Ijtihad fi Talabil Jihad</li>
<li>Jami&#8217;ul Masanid, as-Sunanul Hadi li Aqwami Sunan</li>
<li>Al-Wadihun Nafis fi Manaqibil Imam Muhammad ibn Idris</li>
</ul>
<p><strong>Tafsir Ibnu Katsir</strong></p>
<p>Tentang Tafsir Ibnu Katsir ini Muhammad Rasyid Ridha menjelaskan:</p>
<p>Tafsir ini merupakan tafsir paling masyhur yang memberikan perhatian besar terhadap apa yang diriwayatkan dari para mufasir salaf dan menjelaskan makna-makna ayat dan hukum-hukumnya serta menjauhi pembahasan i&#8217;rab dan cabang-cabang balaghah yang pada umumnya dibicarakan dibicarakan panjang lebar oleh para mufasir; juga menjauhi pemicaraan yang melebar pada ilmu-ilmu lain yang tidak diperlukan dalam memahami Qur&#8217;an secara umum atau memahami hukum dan nasehat-nasehatnya secara khusus.</p>
<p>Di antara ciri khas atau keistimewaannya ialah perhatiannya yang cukup besar terhadap apa yang mereka namakan &#8220;tafsir Qur&#8217;an dengan Qur&#8217;an.&#8221; Dan sepanjang pengetahuan kami, tafsir ini merupakan tafsir yang paling banyak memuat atau memaparkan ayat-ayat yang bersesuaian maknanya, kemudian diikuti dengan (penafsiran ayat dengan) hadits-hadits marfu&#8217; yang ada relevansinya dengan ayat (yang sedang ditafsirkan) serta menjelaskan apa yang dijadikan hujjah dari ayat tersebut. Kemudian diikuti pula dengan asar para sahabat dan pendapat tabi&#8217;in dan ulama salaf sesudahnya.</p>
<p>Termasuk keistimewaannya pula ialah disertakannya selalu peringatan akan cerita-cerita Isra&#8217;iliyat tertolak (munkar) yang banyak tersebar dalam tafsir-tafsir bilma&#8217;sur, baik peringatan itu secara global maupun mendetail. Namun alangkah akan lebih baik lagi andaikan ia menyelidikinya secara tuntas, atau bahkan tidak memuatnya sama sekali jika tidak untuk keperluan penyaringan atau penelitian.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.quranpoin.com/memahami-al-quran/ibnu-katsir-biografi-singkat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
