<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>QuranPoin.com</title>
	<atom:link href="http://www.quranpoin.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.quranpoin.com</link>
	<description>Belajar Menghidupkan Al-Qur&#039;an</description>
	<lastBuildDate>Fri, 02 Sep 2011 07:36:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Berbagi Pengalaman Menjadi Hafizh Al Qur&#8217;an</title>
		<link>http://www.quranpoin.com/819/</link>
		<comments>http://www.quranpoin.com/819/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Aug 2011 07:49:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Quran Poin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Penghafal Alquran]]></category>
		<category><![CDATA[Menghafal Al Qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.quranpoin.com/?p=819</guid>
		<description><![CDATA[Buku &#8220;Berbagi Pengalaman Menjadi Hafizh Al Qur&#8217;an ini Insya Allah mampu mengobsesi Anda menjadi hafal  Al Qur&#8217;an tanpa sengaja. Atau lebih tepatnya hafal Al Qur&#8217;an tanpa merasa terbebani target menghafal. Buku yang sangat memotivasi mereka yang ingin menghafal Al Qur&#8217;an tapi sudah merasa kesulitan sebelum memulai. So, tunggu apa lagi,buruan baca dan &#8230; Tidak Sengaja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="alignleft size-full wp-image-820" title="Berbagi Pengalaman Menjadi Hafizh Al Qur'an" src="http://www.quranpoin.com/v1/wp-content/uploads/2011/08/Berbagi.jpg" alt="" width="150" height="200" />Buku &#8220;Berbagi Pengalaman Menjadi Hafizh Al Qur&#8217;an ini Insya Allah mampu mengobsesi Anda menjadi hafal  Al Qur&#8217;an tanpa sengaja. Atau lebih tepatnya hafal Al Qur&#8217;an tanpa merasa terbebani target menghafal. Buku yang sangat memotivasi mereka yang ingin menghafal Al Qur&#8217;an tapi sudah merasa kesulitan sebelum memulai. So, tunggu apa lagi,buruan baca dan &#8230;<br />
Tidak Sengaja Menghafal Al Qur&#8217;an, Mau?<span id="more-819"></span></p>
<p>Buku yang mengupas tentang menghafal Ir. Abduldaem Al-Kaheel sangat banyak. Namun efek positifnya di kalangan kaum muslimin tidak signifikan. Mungkin karena sebagian besar buku yang beredar hanya menyajikan bacaan yang lebih bersifat teoritis sehingga dalam praktiknya justru menambah masalah.</p>
<p>Buku &#8220;Berbagi Pengalaman Menjadi Hafizh Al Qur&#8217;an&#8221; ini bersifat panduan praktis dan mudah dicerna pembaca yang diharapkan memberi solusi untuk permasalahan diatas. Terlebih jika penulisnya adalah subyek pertama yang mengaplikasikan apa yang tertuang alam buku tersebut.</p>
<p>Dan buku yang merupakan panduan metode inovatif dalam menghafal Al Qur&#8217;an ini bukan hanya menyadarkan kita untuk menjadi penghafal Al Qur&#8217;an, tapi membacanya membuat kita optimis mampu menjadi seorang yang hafal Al Qur&#8217;an. Semua penghalang bisa kita halau. Terlebih kita disuguhi contoh nyata dan dibimbing dengan contoh aplikatif tentang metode menghafal yang merupakan pengalaman pribadi penulis, Ir. Abduldaem Al Kaheel, yang merupakan seorang yang awam dalam arti bukan seseorang yang berlatar belakang pondok pesantren atau mengenyam pendidikan agama dengan intensif di masa kecilnya. Karena pikiran seperti ini pula yang sering menjadi dalih yang menghambat kita untuk menghafalkan Al Qur&#8217;an.</p>
<p>Kelebihan dan keistimewaan buku &#8220;Berbagi Pengalaman Menjadi Hafizh Al Qur&#8217;an&#8221; ini saat kita dikejutkan dengan realita bahwa menghafal  Al Qur&#8217;an tidak cukup hanya hafal secara lafaz saja. Tapi harus pula memahami makna dan kandungan Al Qur&#8217;an serta mampu mengaplikasikan nilai-nilainya dalam keseharian. Itu salah satu rahasia agar hafalan kita lengket bagaikan lem, menghafal Al Qur&#8217;an dengan pola tadabbur ayat.</p>
<p>Sisi istimewa lainnya, tentang metode berdasarkan pengalaman penulisnya, yakni mengoptimalkan fungsi otak untuk menghafal di saat tidur. Pola ini merupakan hasil analisa penulis sebagai peneliti yang kemudian ia terapkan sendiri dan dirasakan langsung manfaatnya yang luar biasa.</p>
<p>Last but not least, penulis mengajak kita untuk menghafal Al Qur&#8217;an tanpa sengaja, Mau??</p>
<p><strong>Penulis</strong>     : Ir. Abduldaem Al-Kaheel<br />
<strong>Penerbit</strong>     : Tarbawi Press, Jakarta<br />
<strong>Tebal</strong>         : 146 Halaman<br />
<strong>Ukuran</strong>          : 12,5 x 17 cm<br />
<strong>Tahun Terbit </strong>   : Juni 2010<br />
<strong>Harga</strong>         : Rp 30,000  (Edisi Revisi)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.quranpoin.com/819/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Al Qur&#8217;an The Healing Book (Pembuktian Medis dan Empiris Kekuatan Penyembuhan Al Qur&#8217;an)</title>
		<link>http://www.quranpoin.com/al-quran-the-healing-book-pembuktian-medis-dan-empiris-kekuatan-penyembuhan-al-quran/</link>
		<comments>http://www.quranpoin.com/al-quran-the-healing-book-pembuktian-medis-dan-empiris-kekuatan-penyembuhan-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Aug 2011 06:34:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Quran Poin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu-ilmu Qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.quranpoin.com/?p=815</guid>
		<description><![CDATA[Para Terapis di negara-negara Barat menggunakan suara musik atau suara alam seperti tetesan air atau gemerisik pohon-pohon, suara di hutan, dll dalam pengobatan melalui suara. Itu karena mereka tidak memiliki referensi yang handal karena itulah mereka selalu kembali ke alam. Namun kenyataan yang diakui oleh semua terapis adalah ternyata suara manusia memiliki pengaruh yang paling [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="alignleft size-full wp-image-816" title="Al Quran The Healing Book" src="http://www.quranpoin.com/v1/wp-content/uploads/2011/08/Al-Quran-The-Healing-Book.jpg" alt="" width="200" height="300" />Para Terapis di negara-negara Barat menggunakan suara musik atau suara alam seperti tetesan air atau gemerisik pohon-pohon, suara di hutan, dll dalam pengobatan melalui suara. Itu karena mereka tidak memiliki referensi yang handal karena itulah mereka selalu kembali ke<br />
alam. Namun kenyataan yang diakui oleh semua terapis adalah ternyata suara manusia memiliki pengaruh yang paling besar untuk penyembuhan. Hanya saja mereka tidak tahu kata-kata apa yang harus diucapkan untuk mencapai kesembuhan tersebut. Kita sebagai orang beriman diminta untuk meyakini bacaan ayat-ayat Al Quran sebagai syifaa (penyembuh) dan rahmat (kasih sayang).  Ternyata telah ada riset yang membuktikan secara ilmiah bahwa proses penyembuhan sangat baik dilakukan dengan mendengarkan ayat-ayat Al Quran. Benarkah demikian? Tuntaskan semua keingin tahuan Anda dalam buku ini ..<span id="more-815"></span></p>
<p><strong>Mengapa Banyak Orang Yang Tidak Yakin dengan Metode Terapi Al-Quran?</strong></p>
<p>Banyaknya orang yang tidak yakin dengan pengobatan Al Qur&#8217;an adalah karena belum adanya landasan dan fakta ilmiyah tentang hal ilmu pengobatan dengan Al Qur&#8217;an. Misalnya, mungkin muncul pertanyaan : Ketika pasien mendengarkan Al Qur&#8217;an, apa yang terjadi dalam tubuh pasien tersebut secara detail yang bisa menghantarkannya pada kesembuhan? Untuk menjawab pertanyaan seperti ini, kita harus menjawab terlebih dahulu pertanyaan &#8220;Apa yang dimaksud dengan pengobatan atau terapi Al Qur&#8217;an?</p>
<p>Pengobatan atau terapi Al Qur&#8217;an adalah membacakan ayat-ayat Al Qur&#8217;an kepada pasien selain doa-doa yang ma&#8217;tsur (diajarkan oleh Rasulullah saw). Hal itu diulangi beberapa kali sampai terjadi proses penyembuhan insya Allah. Jadi, hal yang mempengaruhi pasien adalah membaca Al Qur&#8217;an. Pembacaan Al Qur&#8217;an terdiri dari dua hal, pertama suara bacaan Al Qur&#8217;an yang keluar melalui terapis yang membacakannya atau si pasien langsung yang membacanya. Kedua, makna serta kandungan yang ada dalam ayat-ayat yang dibacakan itu.</p>
<p>Dalam buku ini, insya Allah kita akan yakin bahwa suara memiliki pengaruh besar sekali terhadap sel-sel tubuh. Di dalam buku ini juga dijelaskan bahwa proses penyembuhan sangat baik dilakukan dengan mendengarkan ayat-ayat Al Qur&#8217;an.</p>
<p><strong>Al Qur&#8217;an The Healing Book</strong><br />
<strong>Penulis</strong>     : Ir. Abduldaem Al-Kaheel<br />
<strong>Penerbit</strong>     : Tarbawi Press<br />
<strong>Tebal</strong>            : 200 Halaman<br />
<strong>Ukuran</strong>        : 12,3 x 17 cm<br />
<strong>Cetakan</strong>      : Kedua &#8211; Februari 2011<br />
<strong>Harga</strong>            : Rp 37,000  (Edisi Revisi)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.quranpoin.com/al-quran-the-healing-book-pembuktian-medis-dan-empiris-kekuatan-penyembuhan-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mendidik Anak Dengan Cinta (Buku Laris)</title>
		<link>http://www.quranpoin.com/mendidik-anak-dengan-cinta-buku-laris/</link>
		<comments>http://www.quranpoin.com/mendidik-anak-dengan-cinta-buku-laris/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Aug 2011 05:29:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Quran Poin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Parenting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.quranpoin.com/?p=811</guid>
		<description><![CDATA[Banyak orang tua yang mengatakan bahwa mereka telah mendidik anaknya dengan penuh cinta, perhatian dan kasih sayang. Tapi ternyata menyatakan cinta, perhatian dan kasih sayang tak semudah yang diperkirakan. Karena ternyata masih banyak yang mengumbar sederet perintah, nasihat, omelan bahkan hukuman atas nama cinta. Salah memilih cara mengungkapkan cinta bisa membuat anak salah menangkap makna. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="alignleft size-full wp-image-812" title="mendidik dgn cinta (buku laris)" src="http://www.quranpoin.com/v1/wp-content/uploads/2011/08/mendidik-dgn-cinta-buku-laris.jpg" alt="" width="134" height="203" />Banyak orang tua yang mengatakan bahwa mereka telah mendidik anaknya dengan penuh cinta, perhatian dan kasih sayang. Tapi ternyata menyatakan cinta, perhatian dan kasih sayang tak semudah yang diperkirakan. Karena ternyata masih banyak yang mengumbar sederet perintah, nasihat, omelan bahkan hukuman atas nama cinta. Salah memilih cara mengungkapkan cinta bisa membuat anak salah menangkap makna. Cinta tak tersampaikan, pendidikan pun terbelangkai.<span id="more-811"></span></p>
<p>Bayangkan gambaran imajinasi berikut. Di sekitar Anda, terdapat banyak sekali raksasa. Tubuhnya 2-3 kali lebih tinggi dan besar dari Anda. Kemana mata memandang yang terlihat hanyalah pinggang dan tangan mereka. Untuk bisa melihat wajahnya, Anda harus berjinjit atau mendongakkan kepala. Beratnya? Kekuatannya? jangan ditanya lagi.<br />
Raksasa itu memasak buat Anda. Dari mulutnya senantiasa terdengar serentetan perintah &#8220;ayo diam!&#8221;, &#8220;makan!&#8221;, &#8220;Tidur!&#8221;, &#8220;ayo cepat!&#8221;. Raksasa-raksasa itu mengawasi apa saja yang Anda perbuat, menentukan apa yang bisa Anda lakukan dan apa yg tidak boleh. Mau memberontak? Tak mungkin berani karena mereka berubah menjadi menakutkan sekali jika marah. Matanya melotot, suaranya menggelegar, dan tangannya yang kuat bisa dengan mudah menampar pipi Anda, mencubit atau memukul pantat.</p>
<p>Perasaan Anda terhadap raksasa tersebut kira-kira sama dengan perasaan anak-anak terhadap Anda. Bila orang tua memilih cara termudah dalam mendidik anak melalui sederet perintah, nasihat, omelan bahkan hukuman yang sesuai dengan pemikiran rasional orang dewasa, hal itu hanya akan menghancurkan harga diri anak. Sebagai manusia kecil yang lemah wajar jika kemudian muncul kekecewaan, kejengkelan dan kemarahan terhadap para raksasa yang serba kuat dan bisa berbuat semaunya sendiri. Sama seperti ketika Anda memendam amarah an kebencian tatkala raksasa-raksasa di sekeliling Anda terus menerus marah, melarang ini dan itu, membentak dan memukul Anda sebagai respon dari keingin tahuan atau ketidak tahuan Anda akan sesuatu</p>
<p>Tidak semua orang tua bisa memahami perasaan dan pola pikir anaknya, ketakutannya terhadap raksasa-raksasa yang ada di sekelilingnya. Pun tidak semua ayah ibu bisa memahami perbedaan karakter dasar anak dengan orang dewasa. Bahwa pikiran anak itu sempit, egois dan kerap tak masuk akal tak terbayangkan oleh mereka. Sehingga ketika anak mengeluarkan pendapat yang menurut mereka aneh, konyol an keliru langsung dianggap seperti berbuat kekeliruan yang disengaja.</p>
<p>Beruntunglah para orang tua yang segera menyadari kekeliruannya dan rela bersusah payah menggali pengetahuan tentang pendidikan anak. Yang salah satunya lewat karya yang fenomenal ini yang sudah dicetak ulang berulang kali. Buku ini dipersembahkan dalam rangka memberi dukungan dan bantuan kepada orang tua yang memeiliki kepedulian tinggi untuk menampilkan getar-getar cintanya kepada anak dengan cara yang seefektif mungkin.</p>
<p>Untuk mereka yang mendambakan buah hatinya tumbuh menjadi pribadi unggul. Untuk mereka yang tidak sekedar menjadi raksasa penguasa, tetapi mampu menghadirkan dirinya sebagai pelindung, pengayom dan tumpuan harapan buah hatinya.</p>
<p><strong>Judul Buku</strong>    : Mendidik Anak Dengan Cinta Edisi Plus (Buku Laris)<br />
<strong>Penulis</strong>            : Irawati Istadi<br />
<strong>Penerbit</strong>          : Pustaka Inti, Bekasi<br />
<strong>Tebal </strong>               : 504 Halaman Hard Cover<br />
<strong>Berat Buku</strong>     : 1000 gram<br />
<strong>Harga</strong>               : Rp 100.000</p>
<p>DAFTAR  ISI<br />
<strong>MENDIDIK DENGAN CINTA</strong></p>
<p>1. Tiga Tipe Anak<br />
2. Membuktikan Cinta Ibu<br />
3. Orang tua Bukan Polisi<br />
4. Berprasangka Baik Pada Anak<br />
5. Menumbuhkan Kepatuhan<br />
6. Menghargai ‘Kekonyolan’ Anak<br />
7. Membiarkan Anak Memutuskan Sendiri<br />
8. Menghargai Hak Janin</p>
<p><strong>SENI BERKOMUNIKASI</strong><br />
1. Hargai Pribadinya, Tegur Perilakunya<br />
2. Teguran Satu Menit<br />
3. Perhatian Positif vs Perhatian Negatif<br />
4. Menjumlah Omelan dan Pujian<br />
5. Membangun Komunikasi Produktif</p>
<p><strong>MEMACU KREATIFITAS</strong><br />
1. Mendidik Kreatif dan Rekreatif<br />
2. Bersaing Dengan Superman<br />
3. Banyak Bertanya Luas Ilmunya<br />
4. Permainan Kreatif dan Edukatif</p>
<p><strong>MENGELOLA AREA KONFLIK</strong><br />
1. Mendamaikan “Perang Saudara”<br />
2. Merukunkan Kakak Dengan Adik Baru<br />
3. Naluri Perdamaian, Mau Dipupuk atau Dikubur?<br />
4. Belajar Ksatria, Saling Memaafkan</p>
<p><strong>RAGAM DUNIA ANAK</strong><br />
1. Bohong atau Khayal?<br />
2. Pola Jajan Sehat<br />
3. Mengatur Jadwal Tidur<br />
4. Atasi Kebosanan<br />
5. Naluri Pamer Anak Yang Memusingkan<br />
6. Nama</p>
<p>PLUS BUKU  &#8220;<strong>ISTIMEWAKAN SETIAP ANAK</strong>&#8221;</p>
<p>DAFTAR ISI</p>
<p>BAB I <strong>Pembentukan Kepribadian</strong></p>
<p>Hindarkan Anak dari Sifat Penakut<br />
Sedikit Demi Sedikit, Disiplin Kian Membukit<br />
Semua Titipan Allah<br />
Diubah Dengan Kontrak Hadiah<br />
Berbaur Mumpung Masih Kecil<br />
Anak ‘Digambar’ Oleh Temannya<br />
Mengistimewakan Setiap Anak<br />
Hati-hati Dengan Hadiah<br />
Terapi Untuk Si Cengeng</p>
<p>BAB II <strong>Komunikasi Anak – Orang Tua</strong></p>
<p>Anak atau Orang Tua yang Bermasalah?<br />
Mencegah Trauma Akibat ‘Luka Hati’<br />
Membawa Si Kecil di Acara Orang Tua<br />
Dunia Ini Panggung Sandiwara<br />
Terapi Menggelitik Empati<br />
Merasakan Batin Ibunda<br />
Sehari Bersama Ayah<br />
Sukses Mendidik Banyak Anak<br />
Rahasia Keluarga Kompak<br />
Perseteruan Dalam Kasih Sayang</p>
<p>Bab III <strong>Melejitkan Potensi Otak</strong></p>
<p>Pra TK dan TK, Serupa Tapi Tak Sama<br />
Buku di mana-mana<br />
Dari Komik Menuju Buku Pelajaran<br />
Pro Aktif, Mempercepat Proses Perkembangan Anak<br />
Jangan Abaikan Otak Kanan<br />
‘Kecerdasan Mental’ Yang Menentukan<br />
Rumah, Basis Utama Pendidikan<br />
Mencermati Kesiapan Anak Masuk Sekolah<br />
Masa Peka Belajar, Datanglah!<br />
Ragam Kecerdasan Yang Luas</p>
<p>BAB IV <strong>Dunia Anak</strong></p>
<p>Pelepah Pisang pun Jadi Rudal<br />
Mengenal Tubuh, Perlu atau Tabu?<br />
Ayo ‘Bermain’ Dengan Pekerjaan<br />
Bersahabat Dengan Alam</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.quranpoin.com/mendidik-anak-dengan-cinta-buku-laris/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Istimewakan Setiap Anak (Best Seller)</title>
		<link>http://www.quranpoin.com/istimewakan-setiap-anak-best-seller/</link>
		<comments>http://www.quranpoin.com/istimewakan-setiap-anak-best-seller/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Jan 2011 02:04:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Quran Poin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Parenting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.quranpoin.com/?p=763</guid>
		<description><![CDATA[Tidak ada anak yang patut di nomor duakan karena dianggap tidak memiliki keistimewaan dibanding anak-anak yang lain. Tugas para pendidik, orang tua dan guru, untuk menomor satukan setiap anak sesuai kelebihan dan keistimewaan yang dimilikinya&#8230; Buku Istimewakan Setiap Anak Ini adalah salah satu buku tentang pendidikan anak yang mengusung sebuah tema sama seperti judulnya &#8216;Mengistimewakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="alignleft size-full wp-image-766" title="www.QuranPoin.com" src="http://www.quranpoin.com/v1/wp-content/uploads/2011/01/DSCN09511.jpg" alt="" width="180" height="275" />Tidak ada anak yang patut di nomor duakan karena dianggap tidak memiliki<br />
keistimewaan dibanding anak-anak yang lain. Tugas para pendidik, orang tua dan guru, untuk menomor satukan setiap anak sesuai kelebihan dan keistimewaan yang dimilikinya&#8230;</p>
<p>Buku <strong>Istimewakan Setiap Anak</strong> Ini adalah salah satu buku tentang pendidikan anak yang mengusung sebuah tema sama seperti judulnya &#8216;Mengistimewakan Setiap Anak&#8217;. Sebuah tema menarik yang menggugah kesadaran setiap orang tua dan pendidik bahwa ini adalah tugas yang berada di pundak mereka untuk menomor satukan tiap anak sesuai kelebihan dan keistimewaan<br />
yang dimilikinya.<span id="more-763"></span></p>
<p>Tidak ada anak yang patut di nomor duakan karena dianggap tidak memiliki<br />
keistimewaan dibanding yang lain. Disamping sederet kelemahan dan kekurangannya, pastilah ada satu sisi/aspek dalam diri anak yang menjadi sebuah kelebihan, dan karenanya, patut diistimewakan.</p>
<p>Keberhasilan orang tua dalam mengistimewakan anak-anaknya, akan sangat mendorong rasa percaya diri anak, yang menjadi modal utama kehidupan yang cerah dan bahagia di masa dewasanya kelak.</p>
<p>Merupakan buku ketiga karya penulis <strong>Irawati Istadi</strong>, seluruh artikel di dalam buku seri psikologi anak 2 ini adalah bunga rampai tulisan yang telah dimuat di rubrik tarbiyah dalam Jendela Keluarga di Majalah Suara Hidayatullah.</p>
<p>Penerbitan buku ini dimaksudkan untuk mengulang sukses yang pernah diraih buku &#8216;<strong>Mendidik Anak dengan Cinta</strong>&#8216; yang merupakan bunga rampai pertama kumpulan artikel serupa beberapa tahun lalu yang ternyata laris manis tak bersisa.</p>
<p>Yang menjadi ciri khas dan kelebihan buku <strong>Istimewakan Setiap Anak</strong> Ini karena karakternya yang ringan, fun dan mengena. Ringan dalam arti bahwa materi-materi psikologi yang disajikan di dalamnya tidaklah dikupas dengan teoritis semata sehingga sulit dicerna bagi pembaca awam psikologi. Akan tetapi kupasannya disampaikan melalui beragam contoh yang kerap terjadi<br />
sehari-hari dalam dunia anak dan orang tua, bahasannya pun ringan sesuai dengan pemahaman umum.</p>
<p>Dikatakan fun karena dirancang kreatif, didesain menarik sehingga enak untuk dinikmati. Pembaca tidak merasa sedang belajar sesuatu karena buku ini bisa dinikmati di sela-sela waktu santai, waktu luang atau refreshingnya.</p>
<p>Dan mengena! Karakter ketiga ini menjadi tujuan akhir penulisan yaitu bagaimana pesan-pesan psikologi bisa diterima pembaca hingga tuntas. Ada banyak buku bermisi serupa yang menyajikan paket pendidikan anak untuk orang tua, tetapi karena disajikan terlalu teoritis, dengan bobot dan gaya yang tinggi, sehingga sulit dicerna pembaca awam.</p>
<p>Akan tetapi buku yang satu ini dirancang dengan gaya kreatif, unik dan pas dengan kebutuhan masyarakat umum serta sesuai dengan taraf kemampuan daya baca dan daya tangkap mereka. Sehingga dapat dipastikan akan lebih banyak pesan yang terekam dalam benak pembaca dan memotivasi untuk mempraktekannya. Bagaimana dengan Anda?</p>
<p><strong>Judul</strong> : Istimewakan Setiap Anak (Seri Psikologi Anak 2)<br />
<strong>Penulis</strong> : Irawati Istadi<br />
<strong>Penerbit</strong> : Pustaka Inti, Bekasi<br />
<strong>Tebal</strong> : 224 Halaman<br />
<strong>Tahun Terbit </strong> : 2002<br />
<strong>Harga</strong> : Rp 35.000</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>DAFTAR ISI</strong></span></p>
<p>BAB I Pembentukan Kepribadian</p>
<ol>
<li>Hindarkan Anak dari Sifat Penakut</li>
<li>Sedikit Demi Sedikit, Disiplin Kian Membukit</li>
<li>Semua Titipan Allah</li>
<li>Diubah Dengan Kontrak Hadiah</li>
<li>Berbaur Mumpung Masih Kecil</li>
<li>Anak &#8216;Digambar&#8217; Oleh Temannya</li>
<li>Mengistimewakan Setiap Anak</li>
<li>Hati-hati Dengan Hadiah</li>
<li>Terapi Untuk Si Cengeng</li>
</ol>
<p>BAB II Komunikasi Anak &#8211; Orang Tua</p>
<ol>
<li>Anak atau Orang Tua yang Bermasalah?</li>
<li>Mencegah Trauma Akibat &#8216;Luka Hati&#8217;</li>
<li>Membawa Si Kecil di Acara Orang Tua</li>
<li>Dunia Ini Panggung Sandiwara</li>
<li>Terapi Menggelitik Empati</li>
<li>Merasakan Batin Ibunda</li>
<li>Sehari Bersama Ayah</li>
<li>Sukses Mendidik Banyak Anak</li>
<li>Rahasia Keluarga Kompak</li>
<li>Perseteruan Dalam Kasih Sayang</li>
</ol>
<p>Bab III Melejitkan Potensi Otak</p>
<ol>
<li>Pra TK dan TK, Serupa Tapi Tak Sama</li>
<li>Buku di mana-mana</li>
<li>Dari Komik Menuju Buku Pelajaran</li>
<li>Pro Aktif, Mempercepat Proses Perkembangan Anak</li>
<li>Jangan Abaikan Otak Kanan</li>
<li>&#8216;Kecerdasan Mental&#8217; Yang Menentukan</li>
<li>Rumah, Basis Utama Pendidikan</li>
<li>Mencermati Kesiapan Anak Masuk Sekolah</li>
<li>Masa Peka Belajar, Datanglah!</li>
<li>Ragam Kecerdasan Yang Luas</li>
</ol>
<p>BAB IV Dunia Anak</p>
<ol>
<li>Pelepah Pisang pun Jadi Rudal</li>
<li>Mengenal Tubuh, Perlu atau Tabu?</li>
<li>Ayo &#8216;Bermain&#8217; Dengan Pekerjaan</li>
<li>Bersahabat Dengan Alam</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.quranpoin.com/istimewakan-setiap-anak-best-seller/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayo Marah!(Buku Komplit Manajemen Marah)</title>
		<link>http://www.quranpoin.com/ayo-marah/</link>
		<comments>http://www.quranpoin.com/ayo-marah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Jan 2011 14:26:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Quran Poin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Parenting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.quranpoin.com/?p=756</guid>
		<description><![CDATA[Buku Panduan Wajib Bagi Orangtua dan Guru Agar bisa Marah dengan positif untuk mendidik anak dan bagi Siapa saja yang ingin membentuk karakter diri positif dengan menghilangkan kebiasaan marah. Marah &#8230; Boleh saja kita lakukan, asal tahu cara dan targetnya. Apakah Anda mampu melakukannya? Ternyata marah sangat sering kita alami dan bahkan kita lakukan. Buku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="alignleft size-full wp-image-757" title="www.QuranPoin.com" src="http://www.quranpoin.com/v1/wp-content/uploads/2011/01/ayo-marah.jpg" alt="" width="109" height="164" />Buku Panduan Wajib Bagi Orangtua dan Guru Agar bisa Marah dengan positif untuk mendidik anak dan bagi Siapa saja yang ingin membentuk karakter diri positif dengan menghilangkan kebiasaan marah.</p>
<p>Marah &#8230; Boleh saja kita lakukan, asal tahu cara dan targetnya. Apakah Anda mampu melakukannya? Ternyata marah sangat sering kita alami dan bahkan kita lakukan. Buku ini membahas dengan lengkap dan tuntas mengapa kita marah dan bagaimana mengatasi kemarahan yang meluap-luap.<span id="more-756"></span></p>
<p>Marah masih wajar jika dilakukan pada SAAT yang tepat dan CARA yang benar.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Isi buku Ayo Marah! ini antara lain </span>:</p>
<ol>
<li>Mengenali dan memahami penyebab timbulnya marah</li>
<li>Meminimalisir rasa bersalah akan kebiasaan marah</li>
<li>Mengendalikan marah negatif</li>
<li>Memilih saat dan cara yang tepat untuk marah</li>
<li>Marah dengan benar dan efektif</li>
</ol>
<p><span style="text-decoration: underline;">Buku karya Irawati Istadi ini ditujukan untuk</span> :</p>
<ol>
<li>Orangtua yang merasa kesulitan untuk mengendalikan emosi di rumah</li>
<li>Suami Istri yang sedang menghadapi atau ingin mencegah konflik di rumah</li>
<li>Para karyawan/pegawai yang ingin meningkatkan kinerja dan performa dengan adanya perasaan positif di tempat kerja</li>
<li>Guru di sekolah yang berusaha mengurangi kemarahan di sekolah dan ingin meningkatka semangat dan memotivasi anak selama proses belajar mengajar</li>
<li>Siapa saja yang ingin membentuk karakter diri positif dengan menghilangkan kebiasaan marah.</li>
</ol>
<p><strong>Judul </strong> : Ayo Marah!<br />
<strong>Penulis</strong> : Irawati Istadi<br />
<strong>Penerbit</strong>: Pustaka Inti, Bekasi<br />
<strong>Ukuran</strong> : 16 x 24 cm<br />
<strong>Tebal</strong> :210 hal<br />
<strong>Harga</strong> : Rp 60.000,00  56.900<br />
<strong>Tahun</strong> : Agustus 2010</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.quranpoin.com/ayo-marah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menggapai Syafa&#8217;at Al-Qur&#8217;an</title>
		<link>http://www.quranpoin.com/menggapai-syafaat-al-quran/</link>
		<comments>http://www.quranpoin.com/menggapai-syafaat-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Jan 2011 09:06:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Quran Poin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu-ilmu Qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.quranpoin.com/?p=747</guid>
		<description><![CDATA[Berisi kiat-kiat Mentadaburi dan Menangis Ketika Membaca Al-Qur&#8217;an &#8230; &#8220;Menangis di saat membaca Al-Qur&#8217;an dan di saat bersamanya merupakan perbuatan yang sangat dicintai. Caranya adalah menghadirkan hati ketika membacanya. Dengan merenungi seluruh isi yang ada di dalamnya berupa ancaman dan janji yang sangat mengerikan, serta perjanjian dan pertanggung jawaban di hari kiamat. Kemudian rasakanlah bahwa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><strong> </strong><img class="alignleft size-full wp-image-749" title="www.QuranPoin.com" src="http://www.quranpoin.com/v1/wp-content/uploads/2011/01/MenggapaiSyafaat-Al-Quran_depan1.jpg" alt="" width="126" height="183" />Berisi kiat-kiat Mentadaburi dan Menangis Ketika Membaca Al-Qur&#8217;an &#8230;</p>
<p>&#8220;Menangis di saat membaca Al-Qur&#8217;an dan di saat bersamanya merupakan perbuatan yang sangat dicintai. Caranya adalah menghadirkan hati ketika membacanya. Dengan merenungi seluruh isi yang ada di dalamnya berupa ancaman dan janji yang sangat mengerikan, serta perjanjian dan pertanggung jawaban di hari kiamat. Kemudian rasakanlah bahwa hal itu sudah sangat dekat sekali. Jika itu tidak membuatmu sedih dan menangis, maka tangisilah dirimu dikarenakan engkau tidak bisa melakukannya. Karena ia adalah musibah terbesar.&#8221; (Imam Al Ghazali)<span id="more-747"></span></p>
<p>Barangsiapa yang ingin sampai pada nikmat kekhusyu&#8217;an, dia harus mengarungi lautan tadabbur dan menyelami sungai air mata. Barangsiapa yang hatinya bertadabbur, maka matanya akan berlinangan air mata. Namun orang yang bacaan Al-Qur&#8217;annya belum menyentuh perasaannya secara mendalam, maka hatinya akan mengeras dan air matapun akan membeku. Abdullah bin Ibrahim Al-Luhaidan dalam buku kecil  namun menakjubkan ini telah membuka mata dan hati kita bahwa tangisan hati adalah tadabbur yang menimbulkan rasa takut. Tangisan hati secara pasti akan membuat mata menangis.</p>
<p>Dengan menceritakan kisah teladan para sahabat dan ulama salafushshalih dalam mambaca Al-Qur&#8217;an dan mengulanh2 ayatnya, beliauberharap agar kita berusaha seperti mereka. Bila tidak, itu merupakan musibah besar yang telah menimpa diri kita dan kaum muslimin seluruhnya.</p>
<p><strong>Menggapai Syafa&#8217;at Al-Qur&#8217;an<br />
(Kiat Mentadaburi dan Menangis Ketika Membaca Al-Qur&#8217;an)<br />
Penulis        : Manshur bin Muhammad Al-Muqrin dan Abdullah bin Ibrahim Al-Luhaidan<br />
Penerbit     : Daar An-Naba&#8217;<br />
Tebal            : 116 Halaman<br />
Harga           : <span style="text-decoration: line-through;">Rp 15,500</span> <span style="color: #ff0000;">13.900</span></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.quranpoin.com/menggapai-syafaat-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saat Berharga Untuk Anak Kita (Best Seller)</title>
		<link>http://www.quranpoin.com/saat-berharga-untuk-anak-kita-best-seller/</link>
		<comments>http://www.quranpoin.com/saat-berharga-untuk-anak-kita-best-seller/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Jan 2011 08:05:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Quran Poin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Parenting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.quranpoin.com/?p=741</guid>
		<description><![CDATA[Alangkah seringnya kita tergelincir. Kita ingin anak kita tumbuh dengan penuh percaya diri, namun justru kita yang membunuh kepercayaan dirinya sejak ia masih kanak-kanak. Kita ingin anak kita menjadi cerdas dan membanggakan, namun justru kita mencetaknya menjadi suka memberontak dalam diam. Lalu lingkungan mulai menyebutnya ”anak nakal”. Anak adalah anugerah. Lebih dari itu, anak adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="size-full wp-image-743 alignleft" title="www.QuranPoin.com" src="http://www.quranpoin.com/v1/wp-content/uploads/2011/01/saat-berharga-u-anak-kita.jpg" alt="" width="79" height="112" />Alangkah seringnya kita tergelincir. Kita ingin anak kita tumbuh dengan penuh percaya diri, namun justru kita yang membunuh kepercayaan dirinya sejak ia masih kanak-kanak. Kita ingin anak kita menjadi cerdas dan membanggakan, namun justru kita mencetaknya menjadi suka memberontak dalam diam. Lalu lingkungan mulai menyebutnya ”anak nakal”.</p>
<p>Anak adalah anugerah. Lebih dari itu, anak adalah amanah. Sebagaimana seluruh amanah yang lain, kita pun akan dimintai pertanggungjawaban dalam membesarkan dan mendidik anak kita.<span id="more-741"></span></p>
<p>Dengan pendidikan yang tepat, Allah akan memberikan pahala dan kebaikan pada kita. Bahkan, sebelum kita memasuki alam barzakh, seringkali kita sebagian dari yang kita tanam itu bisa kita petik hasilnya. Sebaliknya, saat kita menyia-nyiakan amanah, bukan saja dosa yang menanti kita. Sering kali pula –kalau tidak boleh disebut selalu- kita pun menuai kesalahan kita. Dengan hari-hari tua yang kesepian, misalnya. Atau tidak pernah merasa memiliki buah hati kita kecuali mereka menjadi fitnah dunia.</p>
<p>Tampaknya, itulah konsep yang melatari buku <strong>Saat Berharga untuk Anak Kita</strong>. Karenanya Mohammad Fauzil Adhim memberikan judul bagian I buku ini dengan kalimat: Semuanya Bermula dari Niat. Dengan mengingatkan bahwa kita akan ditanya. Ditanya tentang tanggung jawab kita. Ditanya tentang apa yang kita lakukan terhadap anak kita. Maka bagi suami yang selama ini merasa semua bab dalam mendidik anak adalah tanggungjawab istri, hendaklah ia mengingat bahwa ia akan ditanya.</p>
<p>Di sini niat menjadi amat penting dan menentukan. Saat kita mendidik anak hanya sekedar untuk menjadi kebanggaan: ”Anak saya pintar”, ”Anak saya hebat”, ”Anak saya berprestasi”, ”Penurut”, dan sebagainya. Jika hanya karena kebanggaan, alangkah sia-sianya dihadapan Allah Azza wa Jalla. Atau kita menyayangi anak-anak kita supaya mereka nanti menyayangi kita, di<br />
hari tua. Hanya itu. Tidak ada orientasi akhirat. Tidak ada kesadaran bahwa ia adalah amanah Allah dan karenanya kita tunaikan amanah itu sebaik-baiknya. Jika hanya dunia begitu orientasi kita, hari tua atau semacamnya, kita pun akan merugi di akhirat nanti.</p>
<p><strong>Membangun Jiwa Anak</strong><br />
Kepercayaan orangtua mempengaruhi pertumbuhan mental dan kepribadian anak. Banyak keunggulan intelektual dan sosial yang sangat dipengaruhi oleh kepercayaan yang diterima anak. Dan ini ditentukan oleh orangtua.</p>
<p>Karenanya sejak dalam kandungan seorang ibu harus memiliki ikatan yang kuat terhadap bayinya. Lalu saat lahir, dengan menyuarakan kalimat thayyibah atau talqin adalah bentuk penguatan, pembentukan kepercayaan, serta rasa aman yang positif buat bayi. Dengan digendong penuh kasih, disusi penuh cinta, dan dirawat dengan rasa sayang, si kecil akan tumbuh dengan kepercayaan diri yang baik. Berawal dari rasa aman yang dimilikinya.Kemesraan hubungan orangtua dengan anak, akan menumbuhkan keberanian anak untuk mencoba hal-hal baru. Mengeksplorasi keingintahuannya, mengasah kecerdasannya, dan mengembangkan kemampuannya. Ia akan lebih mudah menghadapi hal-hal baru, mengungkapkan gagasan dan perasaannya, serta menghadapi masalah dengan caranya yang baru.</p>
<p>Penerimaan terhadap anak juga sangat mempengaruhi pembentukan mental anak. Dengan melihat dan mensyukuri kelebihan anak, meskipun sedikit, anak akan tumbuh menjadi lebih istimewa.</p>
<p>Maafkanlah kekurangannya, atau yang menyulitkannya. Dan jangan membebani anak baik dengan menyampaikan keluhan padanya, atau membandingkannya dengan anak-anak lainnya.</p>
<p>Inti dari membangun jiwa anak sebenarnya adalah menata hati orangtua. <strong>Bukan anak yang harus memahami orangtua tetapi orangtualah yang perlu memahami anaknya</strong>. Maka, menghadirkan<br />
keikhlasan, mencurahkan kasih sayang, dan mendoakannya setiap malam akan lebih berpengaruh kepada jiwa anak dari sekedar mempraktekkan teknik-teknik parenting di sisi ”luar”.<br />
<strong><br />
Mendidik dengan Kasih Sayang, Menghukum dengan Kasih Sayang</strong><br />
Kita telah sering mendengar dan mencoba mempraktikkan mendidik dengan kasih sayang. Namun mungkin kita belum akrab dengan istilah ”menghukum dengan kasih sayang”. Di sela-sela praktik kita mendidik anak dengan kasih sayang, kadang tanpa sadar kita memarahi mereka.</p>
<p>Dengan serangan bertubi-tubi, keras, penuh ancaman dan reaktif. Ini justru akan membuat anak belajar mengenali bagaimana cara membuat orantua marah.</p>
<p>Dicontohkan oleh Fauzil Adhim, bagaimana ketika harus menghukum anak, cara Nabi. Husein, cucu Nabi yang masih kecil ketika itu, mengambil sebiji kurma sedekah. Ia masukkan ke dalam mulutnya. Begitu mengetahui, Nabi SAW segera mengeluarkan kurma itu sendiri dari mulut cucunya. Haram bagi keluarga Nabi makan sedekah. Karenanya, Nabi SAW segera bertindak agar tak ada harta haram yang tertelan oleh cucunya. Begitulah, kasih sayang tidak menghalangi ketegasan. Namun menghukum anak pun tetap dengan kasih sayang. Tidak perlu memarahinya secara agresif.</p>
<p>Menghukum dengan kasih sayang mengharuskan kita memperhatikan beberapa hal:  <span style="text-decoration: underline;">Pertama</span>, <strong>ajarkan<br />
anak konsekuensi</strong>, <span style="text-decoration: underline;">bukan</span> ancaman. <span style="text-decoration: underline;">Kedua</span>, <strong>jangan buat harga dirinya jatuh, namun buat ia menyadari kesalahannya</strong>. <span style="text-decoration: underline;">Ketiga</span>, <strong>jangan cela dirinya, cukup perilakunya saja. </strong>Keempat, <strong>jangan katakan ”jangan”.</strong><br />
<strong><br />
Mempersiapkan Masa Depan Anak</strong><br />
Orang tua perlu memiliki kesadaran akan ”hari-hari mendatang anak kita”. Zaman berkembang begitu pesat. Lebih banyak hal tak terduga yang akan terjadi. Maka, tantangan zaman akan semakin menjadi. Bukan pada aspek materi semata. Lebih dari itu degradasi moral yang bersumber dari merosotnya keimanan adalah jauh lebih lebih berbahaya. Ini harus disiapkan.</p>
<p>Maka orangtua sejak dini harus membekali anak-anaknya dengan keimanan dan ketaqwaan.Ini membutuhkan iman yang kuat dari para orantua. Serta perbaikan amal-amalnya. Bagaimana mungkin kita mengharapkan anak terbekali dengan keimanan seperti Ismail sementara kita sama sekali tidak memiliki karakter Ibrahim. Orangtua adalah teladan. Ia yang harus mencontohkan.</p>
<p>Dan doa orangtua sesungguhnya sangat menentukan anak. Kesuksesan kita hari ini, keimanan kita hari ini, boleh jadi bukan karena usaha kita namun karena doa orangtua kita. Dan hal yang sama harus kita berikan pada anak-anak kita.<br />
<strong><br />
Buku yang Perlu Dibaca dan Dipraktikkan Orangtua</strong><br />
Tidak berlebihan kiranya jika saya katakan demikian. Sebab, selain bahasanya yang cair, mengalir, dan akrab sebagaimana karya Muhammad Fauzil Adhim lainnya, buku Saat Berharga untuk Anak Kita ini sarat hikmah dan berbagai renungan yang mencerahkan orang tua serta saran-saran beserta contoh dalam kehidupan keseharian kita.</p>
<p>Penekanan masa kecil sebagai saat untuk membangun kedekatan kita dengan anak dan masa terpenting pendidikannya, menjadikan buku Saat Berharga untuk Anak Kita karya Mohammad Fauzil Adhim ini lebih penting lagi untuk dibaca pasangan muda keluarga muslim, atau para orangtua yang baru saja dikaruniai putra, maupun yang berencana atau menginginkan buah hati lagi. []</p>
<p>Resensi by :Muchlisin, Yay Al-Ummah</p>
<p>&#8220;Sungguh buku ini membuat dunia rumah tangga kita surga sebenarnya seperti sabda Rasul &#8216;baiti jannati&#8217;&#8221; (<strong>Ust Muhammad Arifin Ilham</strong> &#8211; Majelis Adz Dzikra)</p>
<p><strong>Judul Buku  :  Saat Berharga Untuk Anak Kita (BEST SELLER)<br />
Penulis            :  Mohammad Fauzil Adhim<br />
Penerbit         :  Pro-U Media, Yogyakarta<br />
Tebal                :  244 Halaman<br />
Thn Terbit   : Desember 2009<br />
Harga               : <span style="text-decoration: line-through;">Rp 42,000</span> (Edisi Terbaru)</strong> <span style="color: #ff0000;"><strong>39.800 </strong></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.quranpoin.com/saat-berharga-untuk-anak-kita-best-seller/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>355 Cerita Anak Muslim Indonesia</title>
		<link>http://www.quranpoin.com/355-cerita-anak-muslim-indonesia/</link>
		<comments>http://www.quranpoin.com/355-cerita-anak-muslim-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Dec 2010 14:29:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Quran Poin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.quranpoin.com/?p=734</guid>
		<description><![CDATA[Buku 355 Cerita Anak Muslim Indonesia ini berisi kisah-kisah kehidupan anak selama 355 hari dalam tahun Hijriyah, cerita keseharian dan pengetahuan tentang Islam. Sarat akan pesan dan nilai moral yang dapat menjadi sarana membentuk kepribadian anak sholih ; kasih sayang, kesabaran, kemandirian, saling berbagi, dll Terdapat juga di dalamnya berbagai sains sederhana dalam berbagai kreativitas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="alignleft size-full wp-image-735" title="355 cerita Anak Muslim " src="http://www.quranpoin.com/v1/wp-content/uploads/2010/12/355-hari-Hijriyah.gif" alt="" width="100" height="140" /></p>
<p>Buku <strong>355 Cerita Anak Muslim Indonesia</strong> ini berisi kisah-kisah kehidupan anak selama 355 hari dalam tahun Hijriyah, cerita keseharian dan pengetahuan tentang Islam. Sarat akan pesan dan nilai moral yang dapat menjadi sarana membentuk kepribadian anak sholih ; kasih sayang, kesabaran, kemandirian, saling berbagi, dll</p>
<p>Terdapat juga di dalamnya berbagai sains sederhana dalam berbagai kreativitas dan keterampilan yang imajinatif. Dapat digunakan oleh orangtua sebagai cerita pengantar tidur. Cerita menarik yang dikemas sesuai dunia anak-anak.<span id="more-734"></span></p>
<p><strong>Judul</strong> : 355 Cerita Anak Muslim Indonesia<br />
<strong>Penulis</strong> : Setiawan G. Sasongko<br />
<strong>Ukuran</strong> : 20 x 28 Cm (Hard cover)<br />
<strong>ISBN</strong> : 979-3802-41-3<br />
<strong>Harga</strong> : Rp 98,000</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.quranpoin.com/355-cerita-anak-muslim-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>30 Cara Kreatif Ibadah Mudah Ceria</title>
		<link>http://www.quranpoin.com/30-cara-kreatif-ibadah-mudah-ceria/</link>
		<comments>http://www.quranpoin.com/30-cara-kreatif-ibadah-mudah-ceria/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Dec 2010 16:27:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Quran Poin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Parenting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.quranpoin.com/?p=729</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Beratnya pembelajaran shalat dan puasa bagi anak, justru berpotensi menumbuhkan kebencian anak terhadap Islam. Itu sebabnya orang tua dan pendidik harus berhati-hati dalam mengajarkannya. Serius mencarikan solusinya dengan memelajari cara-cara mengajarkan shalat yang menyenangkan bagi anak&#8230;&#8221; Ibadah = tersiksa? NO way! Jika kita cermati, ketentuan-ketentuan ibadah yang harus dipelajari anak-anak sangatlah berat. Coba kita bayangkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="alignleft size-full wp-image-730" title="Cara Kreatif Mengajarkan Anak Agar Senang Beribadah" src="http://www.quranpoin.com/v1/wp-content/uploads/2010/12/DSCN0946.jpg" alt="" width="190" height="150" />&#8220;Beratnya pembelajaran shalat dan puasa bagi anak, justru berpotensi menumbuhkan kebencian anak terhadap Islam. Itu sebabnya orang tua dan pendidik harus berhati-hati dalam mengajarkannya. Serius mencarikan solusinya dengan memelajari cara-cara mengajarkan shalat yang menyenangkan bagi anak&#8230;&#8221;<span id="more-729"></span></p>
<p>Ibadah = tersiksa? NO way!<br />
Jika kita cermati, ketentuan-ketentuan ibadah yang harus dipelajari anak-anak sangatlah berat. Coba kita bayangkan perasaan anak-anak kita, apakah yang ada dalam pikiran mereka ketika diharuskan jungkar-jungkir melakukan gerakan shalat tanpa bisa meraakan manfaatnya.</p>
<p>Apa enaknya bagi mereka, coba?</p>
<p>Diharuskan diam, tidak diperbolehkan bersuara ataupun bergerak bebas. Harus menunggu bacaan imam yang mereka tak tahu apa maksudnya. Jika orang tua tak mampu menghadirkan suasana shalat yang menyenangkan anak, tentu yang diperoleh anak hanyalah keenganan dan kebencian.</p>
<p>Beratnya pembelajaran shalat dan puasa bagi anak, justru berpotensi menumbuhkan kebencian anak terhadap Islam. Itu sebabnya orang tua dan pendidik harus berhati-hati dalam mengajarkannya. Serius mencarikan solusinya dengan memelajari cara-cara mengajarkan shalat yang menyenangkan bagi anak.</p>
<p>Begitu juga dengan puasa, yang dilakukan sebulan penuh di Bulan Ramadhan sama sekali bukan sesuatu yang bisa dilakukan anak dengan ringan. Begitu beratnya, bahkan menimbulkan kecenderungan anak untuk berbohong menyembunyikan pembatalan-pembatalan puasa yang sebenarnya telah mereka lakukan diam-diam. Ketika orang tua memilih cara keras mengajarkan puasa kepada anak, maka yang dihasilkan justru anak yang pandai berbohong.</p>
<p>Tentu tidak gampang menyuguhkan suasana gembira kepada anak-anak yang menyertai pembelajaran ibadah mereka. Buku 30 Cara Kreatif Ibadah Mudah Ceria ini, mencoba membantu menggali ide-ide tersebut.  Ini hanya sebagai &#8216;trigger&#8217; bagi Anda agar selanjutnya Anda dengan lancar menghasilkan ide-ide berikutnya yang lebih kreatif, lebih menarik dan lebih sesuai dengan karakter anak dan keluarga Anda sendiri</p>
<p><strong>Penulis</strong> : Irawati Istadi<br />
<strong>Penerbit</strong> : Pustaka Inti<br />
<strong>Tahun Terbit </strong> : 2007<br />
<strong>Tebal</strong> : xxvi + 122 Halaman<br />
<strong>Ukuran</strong> : 17,5 x 14 cm, Soft Cover<br />
<strong>Harga</strong> : <span style="text-decoration: line-through;">Rp 22,000</span> <span style="color: #ff0000;"><strong>19.900 </strong></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.quranpoin.com/30-cara-kreatif-ibadah-mudah-ceria/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>30 Cara Kreatif Merajut Komunikasi Cinta</title>
		<link>http://www.quranpoin.com/merajut-komunikasi-cinta/</link>
		<comments>http://www.quranpoin.com/merajut-komunikasi-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Dec 2010 15:41:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Quran Poin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Parenting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.quranpoin.com/?p=723</guid>
		<description><![CDATA[Apakah Anda sulit berkomunikasi dengan anak? Sering terjadi salah paham atau bertengkar tanpa alasan? Juga merasa dicuekkin anak? Jangan langsung menyalahkan anak. Mungkin komunikasi kita yang belum tepat. Tak mudah menciptakan komunikasi yang baik terutama antara orangtua dengan anaknya sendiri . Yang sering terjadi adalah  komunikasi satu arah. Segala nasihat, perintah ataupun keputusan hanya berasal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="alignleft size-full wp-image-724" title="Merajut Komunikasi Cinta" src="http://www.quranpoin.com/v1/wp-content/uploads/2010/12/DSCN0947.jpg" alt="" width="186" height="150" />Apakah Anda sulit berkomunikasi dengan anak? Sering terjadi salah paham atau bertengkar tanpa alasan? Juga merasa dicuekkin anak? Jangan langsung menyalahkan anak. Mungkin komunikasi kita yang belum tepat.</p>
<p>Tak mudah menciptakan komunikasi yang baik terutama antara orangtua dengan anaknya sendiri . Yang sering terjadi adalah  komunikasi satu arah. Segala nasihat, perintah ataupun keputusan hanya berasal dari pihak orang tua, anak sekedar obyek semata. Padahal komunikasi yang baik haruslah dua arah, lancar dan saling terbuka.<span id="more-723"></span></p>
<p>Memang sungguh tak mudah menjalin komunikasi yang baik. Adanya kesenjangan usia, persepsi dan gaya bicara yang berbeda mengakibatkan sering terjadi salah paham yang tak perlu.</p>
<p>Lantas bagaimana mengatasinya? Hal ini bisa diatasi atau diminimalisir agar tak sering terjadi. Caranya kedua belah pihak harus membangun jembatan bicara yang kokoh. Jembatan yang menghubungkan perbedaan menjadi kekuatan yang saling melengkapi. Jembatan yag dibangun dengan batu-bata komunikasi yang lancar terbuka setiap saat, setiap hari, sepanjang waktu kebersamaan orang tua dengan anaknya. Komunikasi yang bukan rutinitas atau basa-basi, tetapi yang bernilai dan bermakna, memberi motivasi dan inspirasi. Berarti harus dibutuhkan kreatifitas, kepekaan serta kesabaran yang lebih untuk menciptakan hal itu.</p>
<p>Buku <strong>30 Cara kreatif Merajut Komunikasi Cinta</strong> ini menyodorkan ide kretif dan tips-tips praktis menciptakan komunikasi orang tua-anak yang menyenangkan, sekaligus bergizi dan memberi inspirasi.</p>
<p>Buku karya Irawati Istadi, yang juga aktif menulis di rubrik Jendela Keluarga Majalah Suara Hidayatullah ini juga menawarkan kreatifitas membangun bata demi bata komunikasi sehingga jembatan bicara antara orangtua-anak mudah dan kuat terhubung. Bila itu yang terjadi, ah&#8230; betapa indahnya percakapan di tengah keluarga kita. Semoga.</p>
<p><span style="color: #ff0000;">&#8220;Satu hal yang saya sukai dari buku-buku Irawati Istadi adalah kesederhanaan dan kemudahannya difahami. Buku 30 Cara kreatif Merajut Komunikasi Cinta ini sangat praktis, patut menjadi salah satu referensi orang tua atau calon orang tua dalam membina komunikasi efektif dengan putra-putri mereka. Komunikasi efektif : kunci sukses dunia &amp; akhirat&#8221; </span><br />
<strong><span style="color: #000080;">(Bunda Aini, Ibu dari Qurrota Aini, Penulis Antalogi Cerpen termuda (7tahun) versi MURI; Penulis Buku Parent&#8217;s Guide &#8220;Membaca dan Menulis Seasyik Bermain&#8221;)</span></strong></p>
<p><strong><span style="color: #000080;"><br />
</span></strong></p>
<p><strong>Penulis</strong> : Irawati Istadi<br />
<strong>Penerbit</strong> : Pustaka Inti<br />
<strong>Tahun Terbit </strong> : 2007<br />
<strong>Tebal</strong> : xviii + 126 Halaman<br />
<strong>Ukuran</strong> : 17,5 x 14 cm, Soft Cover<br />
<strong>Harga</strong> : <span style="text-decoration: line-through;">Rp 35,000</span> <span style="color: #ff0000;"><strong>31.500 </strong></span><br />
<span style="text-decoration: underline;"><strong>DAFTAR ISI</strong></span></p>
<ul>
<li>Tampilkan Ekspresi Wajah</li>
<li>Tunjukkan Bahasa Tubuh Aktif</li>
<li>Komentar-komentar Empati</li>
<li>Simbol-simbol Kehangatan</li>
<li>Buat Kalimat Pertanyaan Terbuka</li>
<li>Mendengar Aktif</li>
<li>Pakai &#8216;Pesan Saya&#8217; bukan &#8220;Pesan Kamu&#8217;</li>
<li>Namai Perasaan Anak</li>
<li>Diam, Pergi, Alihkan Perhatian</li>
<li>Imbangi Kecepatan dan Antusiasme Komunikasi</li>
<li>Sesuaikan Dengan Gaya Bahasa Lawan Bicara</li>
<li>Pahami Dulu, Jangan Langsung Dipotong</li>
<li>Meleburlah Dalam Persepsi Anak</li>
<li>Surat Cinta</li>
<li>Komunikasi via SMS</li>
<li>Beri Nama Panggilan Istimewa</li>
<li>Dialog Keluarga Sersan; serius tapi santai</li>
<li>Momen Saling Kritik</li>
<li>Kata Ajaib Pertama : Maaf</li>
<li>Kata Ajaib Kedua : Terimakasih</li>
<li>Kata Ajaib Ketiga : Tolong</li>
<li>Kalimat Spiritual Satu : Salam</li>
<li>Kalimat Spiritual Dua : Dzikir</li>
<li>Berbicara Melaui Oleh-oleh dan Hadiah</li>
<li>Maksimalkan Perhatian Positif</li>
<li>Minimalkan Perhatian Negatif</li>
<li>Bangun Komentar-Komentar Positif</li>
<li>Menceritakan Dongeng dan Kisah</li>
<li>Mendiskusikan Televisi</li>
<li>Kejutan-kejutan Manis</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.quranpoin.com/merajut-komunikasi-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Page Caching using disk: enhanced

Served from: www.quranpoin.com @ 2012-02-06 07:48:12 -->
