<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>QuranPoin.com &#187; Memahami Al-Qur&#8217;an</title>
	<atom:link href="http://www.quranpoin.com/kategori/memahami-al-quran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.quranpoin.com</link>
	<description>Belajar Menghidupkan Al-Qur&#039;an</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Sep 2010 23:18:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Memahami Huruf Pembuka Surah Al-Qur&#8217;an</title>
		<link>http://www.quranpoin.com/memahami-al-quran/memahami-huruf-pembuka-surah-al-quran/?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=memahami-huruf-pembuka-surah-al-quran</link>
		<comments>http://www.quranpoin.com/memahami-al-quran/memahami-huruf-pembuka-surah-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 17:48:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>QuranPoin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Memahami Al-Qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.quranpoin.com/?p=259</guid>
		<description><![CDATA[&#8221;Sesungguhnya, bagi setiap kitab ada sari patinya dan sari pati kitab (Al-Qur&#8217;an) ini adalah huruf-huruf ejaannya.&#8221; Al-Qur&#8217;an adalah firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Di dalamnya terkandung berbagai petunjuk bagi umat manusia (Albaqarah [2]: 2, 185; Al-A&#8217;raf [7]: 203; Fushilat [41]: 44; Al-Isra [17]: 9) dalam menjalankan tugasnya sebagai khalifah di muka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8221;Sesungguhnya, bagi setiap kitab ada sari patinya dan sari pati kitab (Al-Qur&#8217;an) ini adalah huruf-huruf ejaannya.&#8221;</p>
<p>Al-Qur&#8217;an adalah firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Di dalamnya terkandung berbagai petunjuk bagi umat manusia (Albaqarah [2]: 2, 185; Al-A&#8217;raf [7]: 203; Fushilat [41]: 44; Al-Isra [17]: 9) dalam menjalankan tugasnya sebagai khalifah di muka bumi (QS Albaqarah [2]: 30; Annaml [27]: 62; Fathir [35]: 39; Al-A&#8217;raf [7]: 129; dan Shaad [38]: 26), agar manusia tidak tersesat dan senantiasa berada di jalan yang lurus (Alfatihah [1]: 5; Azzumar [39]: 23; Asysyura [42]: 52; Al-An&#8217;am [6]: 153; Lukman [31]: 32; Almaidah [5]: 16).<br />
<span id="more-259"></span></p>
<p>Al-Qur&#8217;an juga merupakan mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW bagi umat manusia. Tak ada keraguan sedikit pun dalam Al-Qur&#8217;an (AlBaqarah [2]: 2, 23; Yunus [10]: 37; Hud [11]: 17, 110; Al-An&#8217;am [6]: 114; Assajdah [32]: 2). Dan, bagi yang ragu terhadap kebenaran Al-Qur&#8217;an, Allah menantang mereka untuk mendatangkan beberapa surat atau ayat yang serupa dengan Al-Qur&#8217;an (Albaqarah [2]: 23). Dan, kendati mereka membawa sejumlah penolong (selain Allah), pastilah mereka tidak akan sanggup untuk membuatnya.</p>
<p>Al-Qur&#8217;an adalah sumber ilmu pengetahuan. Di dalamnya dibahas berbagai hal, baik akidah, ibadah, akhlak, maupun ilmu pengetahuan lainnya, seperti fisika, kimia, biologi, astronomi, dan sebagainya. Andai manusia itu menulis sejumlah ilmu Allah, mereka tidak mampu menuliskannya. Karena, ilmu Allah sangat luas (Albaqarah [2]: 255; Almu&#8217;min [40]: 7; Almulk [67]: 1) dan tidak ada yang cacat sedikit pun (Al-Mulk [67]: 4). Bahkan, andaikan lautan atau samudra dijadikan tinta niscaya manusia tidak akan mampu menuliskannya kendati ditambahkan tujuh lautan lagi (Alkahfi [18]: 109, Luqman [31]: 27).</p>
<p>Karena itu, tak ada kitab suci yang serupa dengan Al-Qur&#8217;an. Bahkan, dalam hal bacaannya, gunung-gunung pun turut berguncang karena kebesaran dan kemukjizatannya. &#8221;Dan, sekiranya ada suatu bacaan (kitab suci) yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat diguncangkan atau bumi menjadi terbelah atau oleh karena itu orang-orang yang sudah mati dapat berbicara, (tentulah itu hanya Al-Qur&#8217;an saja). Sebenarnya, segala urusan itu adalah kepunyaan Allah. Sesungguhnya, Allah tidak menyalahi janji.&#8221; (Arra&#8217;du [13]: 31).</p>
<p>Bahkan, kulit pun akan gemetar dengan bacaan Al-Qur&#8217;an karena takut kepada Allah (Azzumar [39]: 23). &#8221;Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik, (yaitu) Al-Qur&#8217;an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah. Dengan kitab itu, Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan, barang siapa yang disesatkan Allah niscaya tak ada baginya seorang pemimpin pun.&#8221;</p>
<p>Al-Qur&#8217;an adalah samudra ilmu. Ia tak akan pernah habis dibahas dan digali. Keistimewaan Al-Qur&#8217;an tak hanya dari kandungan isinya yang meliputi segala hal. Dalam gaya bahasa (uslub) atau gramatika (tata bahasa)-nya, Al-Qur&#8217;an juga memiliki kelebihan.</p>
<p>Bahkan, dalam bidang Ulum Al-Qur&#8217;an (ilmu-ilmu yang membahas Al-Qur&#8217;an), sudah banyak dibahas oleh para ulama dan sarjana masa lalu, termasuk pada sahabat Rasulullah SAW hingga ilmuwan masa kini, yang berupaya menggali kandungan isi Al-Qur&#8217;an. Ada yang mencoba mengelaborasi dan melakukan eksplorasi lewat perspektif keimanan, historis, bahasa dan sastra, pengkodifikasian, kemukjizatan, penafsiran, serta telaah kepada huruf-hurufnya.</p>
<p>Kondisi semacam itu bukan hanya merupakan artikulasi tanggung jawab seorang Muslim untuk memahami bahasa-bahasa agamanya. Namun, sudah berkembang kepada nuansa lain yang menitikberatkan pada studi yang bersifat ilmiah, yang memberikan kontribusi dalam perkembangan pemikiran dalam dunia Islam. Kalangan sarjana Barat banyak yang melibatkan diri dalam pengkajian Al-Qur&#8217;an dengan motivasi dan latar belakang kultural atau intelektual yang berbeda-beda.</p>
<p>Fawatih al-suwar<br />
Al-Qur&#8217;an, dari mana pun menggali dan memahaminya, ia selalu memberikan pemahaman yang sangat komprehensif dan menyeluruh. Baik kandungan isinya, jumlah surah, kombinasi ayat-ayatnya, maupun keseimbangan huruf-huruf Al-Qur&#8217;an, menunjukkan keistimewaan yang sangat mengagumkan antara ayat yang satu dan yang lain, mereka saling berkaitan.</p>
<p>Salah satu di antaranya adalah surah-surah yang dimulai dengan huruf inisial yang dikenal dengan nama ayat-ayat Fawatih al-Suwar (pembuka surah). Seperti surah yang dimulai dengan inisial huruf Alif Lam Mim, Alif Lam Ra, Tha Ha, Ha Mim, Shad, Qaf, Nun, Ya Sin, Tha Sin Mim, dan sebagainya.</p>
<p>Al-Qur&#8217;an yang terdiri atas 114 surat, yang diawali dengan beberapa macam pembukaan (Fawatih al-Suwar), di antara macam pembuka surah yang tetap aktual pembahasannya hingga sekarang ini adalah huruf muqaththa&#8217;ah. Surah-surah yang termasuk kategori ini dimulai dengan huruf inisial, seperti surah yang dimulai dengan huruf Alif Lam Mim, Alif Lam Ra, Tha Ha, Ha Mim, Shad, Qaf, Nun, Ya Sin, Tha Sin Mim, dan sebagainya.</p>
<p>Menurut sejumlah pakar matematika Islam, huruf-huruf yang terdiri atas huruf-huruf alfabet (hijaiyah) ini, selain mandiri, juga mengadung banyak kemisteriusan yang belum tergali secara optimal. Karena itu, ia sangat istimewa sebab hanya ditemukan pada surah-surah tertentu dan menggunakan inisial huruf tertentu pula.</p>
<p>Ibnu Abi Al-Asba&#8217; dalam kitabnya Al-Khaqathir Al-Sawanih fi Asrar Al-Fawatih membagi beberapa kategori dari huruf-huruf inisial yang membuka surah tersebut. Pertama, pujian terhadap Allah SWT yang dinisbahkan kepada sifat-sifat kesempurnaan Tuhan. Kedua, yang menggunakan huruf-huruf hijaiyah terdapat pada 29 surah. Ketiga, dengan mempergunakan kata seru (ahrufun nida), terdapat dalam sepuluh surah. Lima seruan ditujukan kepada rasul secara khusus. Dan, lima yang lain ditujukan kepada umat. Keempat, kalimat berita (jumlah khabariyah) terdapat dalam 23 surah. Kelima, dalam bentuk sumpah (Al-Aqsam) terdapat dalam 15 surah.</p>
<p>Menurut As-Suyuti dalam Al-Itqan fi Ulum Al-Qur&#8217;an, pembukaan-pembukaan surah (awail Al-suwar) atau huruf-huruf potongan (Al-huruf Al-Muqatta&#8217;ah) ini termasuk ayat-ayat mutasyabihat. Karena itu, pengetahuan yang benar tentang ayat-ayat atau huruf-huruf tersebut hanya dimiliki Allah yang Maha Mengetahui. As-Suyuti memandang pendapat ini sebagai pendapat yang mukhtar (terpilih).</p>
<p>Ibnu Al-Munzir meriwayatkan bahwa ketika Al-Syabi ditanya tentang pembukaan-pembukaan surah, ia mengutip pendapat Ali bin Abi Thalib RA. Ia berkata, &#8221;Sesungguhnya, bagi setiap kitab ada sari patinya dan sari pati kitab (Al-Qur&#8217;an) ini adalah huruf-huruf ejaannya.&#8221;</p>
<p>Hal yang sama juga diungkapkan Abu Bakar Al-Shiddiq RA. Menurut khalifah pertama ini, &#8221;Pada setiap kitab, ada rahasia dan rahasianya dalam Al-Qur&#8217;an adalah permulaan-permulaan surahnya.&#8221;</p>
<p>Karena itu, hanya orang-orang berakal yang bisa mengambil pelajaran. Wa Allahu A&#8217;lam. sya/berbagai sumber</p>
<p>Sumber: Dialog Jum&#8217;at Harian Republika 23/8/09</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.quranpoin.com/memahami-al-quran/memahami-huruf-pembuka-surah-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alquran (Ensiklopedi Islam)</title>
		<link>http://www.quranpoin.com/memahami-al-quran/alquran-ensiklopedi-islam/?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=alquran-ensiklopedi-islam</link>
		<comments>http://www.quranpoin.com/memahami-al-quran/alquran-ensiklopedi-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 23:47:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>QuranPoin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Memahami Al-Qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.quranpoin.com/?p=127</guid>
		<description><![CDATA[Kitab suci bagi umat Islam ini merupakan kalam (perkataan) Allah SWT yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril dengan lafal dan maknanya (QS Asy Syuraa [26]:192-195). Alquran sebagai kitab Allah menempati posisi sebagai sumber pertama dan utama dari seluruh ajaran Islam dan berfungsi sebagai petunjuk atau pedoman bagi umat manusia dalam mencapai kebahagiaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kitab suci bagi umat Islam ini merupakan kalam (perkataan) Allah SWT yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril dengan lafal dan maknanya (QS Asy Syuraa [26]:192-195). Alquran sebagai kitab Allah menempati posisi sebagai sumber pertama dan utama dari seluruh ajaran Islam dan berfungsi sebagai petunjuk atau pedoman bagi umat manusia dalam mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.<span id="more-127"></span></p>
<p>Kata Alquran berasal dari kata kerja qara&#8217;a yang berarti membaca dan bentuk masdar (kata dasar)-nya adalah Quran yang berarti bacaan. Alquran dengan makna bacaan dinyatakan oleh Allah dalam beberapa ayat, antara lain dalam surah-surah al-Qiyamah ayat 16-18, al Baqarah ayat 185, al Hijr ayat 87, Thahaa ayat 2 dan masih banyak lagi.</p>
<p>Alquran mempunyai beberapa nama, di antaranya adalah Kitab Allah, al-Furqan yang berarti pembeda antara yang benar dan bathil (QS al Furqan [25]:1), az-Dzikir yang berarti peringatan (QS al Hijr [15]:9) dan at-Tanzil yang berarti diturunkan (QS Asy-Syuraa [26]:192) dan lainnya.</p>
<p>Para ulama berbeda pendapat tentang hakikat Alquran. Imam al Ghazali dalam kitab al-Mustasfamin &#8216;Ilm al-Usul (suatu kitab yang membahas masalah usul fikih), menjelaskan bahwa hakikat Alquran adalah kalam yang berdiri pada Zat Allah SWT yang kadim (tidak bermula). Menurut mutakalimin (ahli teologi Islam), hakikat Alquran adalah makna yang berdiri pada Zat Allah SWT. Adapun golongan Muktazilah, hakikat Alquran adalah huruf-huruf dan suara yang diciptakan Allah yang setelah berwujud lalu hilang dan lenyap. Dengan pandangan ini, kaum Muktzilah memandang Alquran sebagai ciptaan Allah SWT.</p>
<p>Alquran memiliki 114 surah (urut-urutannya sebagaimana ditetapkan Rasulullah SAW) yang tidak sama panjang dan pendeknya. Surah yang terpendek terdiri atas tiga ayat, dan yang terpanjang terdiri dari 286 ayat. Semua surah, kecuali surah kesembilan, at-Taubah, dimulai dengan kalimat Bismi Allah ar-Rahman ar-Rahim (dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang). Setiap surah memiliki nama yang diambil dari kata yang terdapat di permulaan surah (seperti Yasin dan Thaha) atau diambil dari kata yang menjadi tema pembicaraan di dalam surah yang bersangkutan (seperti Ali Imrah, al-Baqarah dan an-Nisaa).</p>
<p>Menurut perhitungan ulama Kufah, seperti Abu Abdurrahman as-Salmi, Alquran terdiri dari 6.236 ayat. Sedangkan menurut as-suyuti, terdiri dari 6 ribu ayat lebih. Al-Alusi dalam kitab tafsirnya Ruh al Ma&#8217;ani fi Tafsir Alquran al-Azim wa as-Sab al-Masani (Semangat Makna dalam Tafsir Alquran yang Agung dan al-Fatihah) menyebutkan bahwa jumlah ayat Alquran sekitar 6.616 ayat.</p>
<p>Perbedaan jumlah ayat ini disebabkan oleh adanya perbedaan pandangan di antara mereka tentang kalimat Basmalah pada awal surah dan Fawatih as-suwar (kata-kata pembuka surah), seperti Yasin, Alif Lam Mim dan Ha Mim. Ada yang menggolongkan kata-kata pembuka itu sebagai ayat dan ada pula yang tidak.</p>
<p>Sebagai wahyu (QS an-Nisaa [4]:163), surah-surah dan ayat-ayat Alquran diturunkan oleh Allah SWT secara bertahap kepada Rasulullah SAW selama kurang lebih 23 tahun masa kenabiannya. Hikmah diturunkannya Alquran secara berangsur-angsur ini antara lain, pertama, untuk meneguhkan hati Rasulullah dengan cara mengingatkannya terus menerus, kedua, lebih mudah dimengerti dan diamalkan oleh pengikut-pengikut Rasulullah, ketiga, hukum-hukum Allah yang terkandung di dalamnya mudah diterapkan secara bertahap dan kelima, memudahkan penghafalan.</p>
<p>» Harian Republika | disarikan dari buku Ensiklopedi Islam terbitan PT Ikhtiar Baru van Hoeve, Jakarta.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.quranpoin.com/memahami-al-quran/alquran-ensiklopedi-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ibnu Katsir (Biografi Singkat)</title>
		<link>http://www.quranpoin.com/memahami-al-quran/ibnu-katsir-biografi-singkat/?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=ibnu-katsir-biografi-singkat</link>
		<comments>http://www.quranpoin.com/memahami-al-quran/ibnu-katsir-biografi-singkat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2009 17:02:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>QuranPoin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Memahami Al-Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Rijalul Qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.quranpoin.com/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[Ibnu Katsir dikenal luas oleh umat Islam melalui kitab tafsir Al-Qur&#8217;an. Buku Tafsir Ibnu Katsir mudah ditemukan di toko-toko buku dengan beragam model dan oleh berbagai penerbit. Tafsir Ibnu Katsir juga tersedia dalam beragam format digital yang bisa didapatkan di situs-situs online. Tafsir Ibnu Katsir juga menjadi rujukan bagi penyusunan tafsir yang ditulis setelahnya. Siapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ibnu Katsir dikenal luas oleh umat Islam melalui kitab tafsir Al-Qur&#8217;an. Buku Tafsir Ibnu Katsir mudah ditemukan di toko-toko buku dengan beragam model dan oleh berbagai penerbit. Tafsir Ibnu Katsir juga tersedia dalam beragam format digital yang bisa didapatkan di situs-situs online. Tafsir Ibnu Katsir juga menjadi rujukan bagi penyusunan tafsir yang ditulis setelahnya. Siapa sebenarnya Ibnu Katsir? Tulisan berikut secara ringkas memaparkan riwayat hidupnya.<span id="more-120"></span></p>
<p>Nama lengkapnya adalah Isma&#8217;il bim &#8216;Amr Al-Quraisy bin Katsir Al-Basri ad-Dimasqi &#8216;Imaduddin Abul Fida&#8217; al-Hafidz al-Muhaddits asy-Syafi&#8217;i. Lahir pada tahun 705 H dan wafat pada 774 H. Ibnu Katsir menempuh perjalanan panjang yang sarat dengan keilmuan. Ia adalah pakar fiqih yang sangat ahli, mufasir yang paripurna, ahli hadits yang cerdas, dan sejarawan yang ulung. Al-Hafidz Ibnu Hajar menjelaskan, &#8220;Ia adalah seorang ahli hadits yang faqih. Karangan-karangannya tersebar luas di berbagai negeri semasa hidupnya dan dimanfaatkan orang banak setelah wafatnya.&#8221;</p>
<p><strong>Diantara Karya Tulis Ibnu Katsir</strong></p>
<ul>
<li>Al-Bidayah wan Nihayah dalam bidang Sejarah, merupakan rujukan terpenting bagi para sejarawan</li>
<li>Al-Kawakibud Darari dalam bidang Sejarah, cuplikan pilihan dari al-Bidayah wan Nihayah</li>
<li>Tafsirul Qur&#8217;an, al-Ijtihad fi Talabil Jihad</li>
<li>Jami&#8217;ul Masanid, as-Sunanul Hadi li Aqwami Sunan</li>
<li>Al-Wadihun Nafis fi Manaqibil Imam Muhammad ibn Idris</li>
</ul>
<p><strong>Tafsir Ibnu Katsir</strong></p>
<p>Tentang Tafsir Ibnu Katsir ini Muhammad Rasyid Ridha menjelaskan:</p>
<p>Tafsir ini merupakan tafsir paling masyhur yang memberikan perhatian besar terhadap apa yang diriwayatkan dari para mufasir salaf dan menjelaskan makna-makna ayat dan hukum-hukumnya serta menjauhi pembahasan i&#8217;rab dan cabang-cabang balaghah yang pada umumnya dibicarakan dibicarakan panjang lebar oleh para mufasir; juga menjauhi pemicaraan yang melebar pada ilmu-ilmu lain yang tidak diperlukan dalam memahami Qur&#8217;an secara umum atau memahami hukum dan nasehat-nasehatnya secara khusus.</p>
<p>Di antara ciri khas atau keistimewaannya ialah perhatiannya yang cukup besar terhadap apa yang mereka namakan &#8220;tafsir Qur&#8217;an dengan Qur&#8217;an.&#8221; Dan sepanjang pengetahuan kami, tafsir ini merupakan tafsir yang paling banyak memuat atau memaparkan ayat-ayat yang bersesuaian maknanya, kemudian diikuti dengan (penafsiran ayat dengan) hadits-hadits marfu&#8217; yang ada relevansinya dengan ayat (yang sedang ditafsirkan) serta menjelaskan apa yang dijadikan hujjah dari ayat tersebut. Kemudian diikuti pula dengan asar para sahabat dan pendapat tabi&#8217;in dan ulama salaf sesudahnya.</p>
<p>Termasuk keistimewaannya pula ialah disertakannya selalu peringatan akan cerita-cerita Isra&#8217;iliyat tertolak (munkar) yang banyak tersebar dalam tafsir-tafsir bilma&#8217;sur, baik peringatan itu secara global maupun mendetail. Namun alangkah akan lebih baik lagi andaikan ia menyelidikinya secara tuntas, atau bahkan tidak memuatnya sama sekali jika tidak untuk keperluan penyaringan atau penelitian.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.quranpoin.com/memahami-al-quran/ibnu-katsir-biografi-singkat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keistimewaan Al-Qur&#8217;an</title>
		<link>http://www.quranpoin.com/memahami-al-quran/keistimewaan-al-quran/?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=keistimewaan-al-quran</link>
		<comments>http://www.quranpoin.com/memahami-al-quran/keistimewaan-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 00:01:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>QuranPoin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Memahami Al-Qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.quranpoin.com/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[Al-Qur&#8217;an memiliki keistimewaan-keistimewaan  yang membedakan dengan kitab-kitab sebelumnya diantaranya ialah: Al-Qur&#8217;an merupakan kitab yang syamil yang mencakup seluruh ajaran Tuhan yang ada pada kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya (Taurat, Injil, dan Zabur) dan lain-lain. Sebagaimana firman Allah dalam surat al-Maidah:48 &#8220;Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, Yaitu Kitab-Kitab [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Al-Qur&#8217;an memiliki keistimewaan-keistimewaan  yang membedakan dengan kitab-kitab sebelumnya diantaranya ialah:</p>
<ul>
<li><strong>Al-Qur&#8217;an merupakan kitab yang syamil yang mencakup seluruh ajaran Tuhan</strong> yang ada pada kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya (Taurat, Injil, dan Zabur) dan lain-lain. Sebagaimana firman Allah dalam surat al-Maidah:48<em> </em><em> </em><em>&#8220;Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, Yaitu Kitab-Kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap Kitab-Kitab yang lain itu; Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang&#8221;.</em><br />
<span id="more-91"></span><br />
Pada ayat  di atas disebutkan bahwa Allah swt  memerintahkan kepada nabi supaya dalam memutuskan segala persoalan yang timbul di antara seluruh umat manusia ini dengan menggunakan hukum dari al-Qur&#8217;an, baik orang-orang yang beragama Islam atau pun golongan ahlul kitab (kaum Nasrani dan Yahudi) dan jangan sampai mengikuti hawa nafsu mereka sendiri saja.</p>
<p>Dijelaskan pula bahwa setiap umat oleh Allah swt. diberikan syariat dan jalan dalam hukum-hukum amaliah yang sesuai dengan persiapan serta kemampuan mereka. Adapun yang berhubungan dengan persoalan akidah, ibadah, adab, sopan santun serta halal dan haram, juga yang ada hubungannya dengan sesuatu yang tidak akan berbeda karena perubahan masa dan tempat, maka semuanya dijadikan seragam dan hanya satu macam, sebagaimana yang tertera dalam agama-agama lain yang bersumber dari wahyu Allah swt. Allah berfirman dalam surat as-Syura:13</p>
<p><em>&#8220;Dia telah mensyari&#8217;atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa Yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya&#8221;</em></li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Ajaran-ajaran yang termuat dalam al-Qur&#8217;an adalah kalam Allah yang terakhir untuk memberikan petunjuk dan bimbingan yang benar kepada umat manusia</strong>, inilah yang dikehendaki oleh Allah supaya tetap sepanjang masa, kekal untuk selama-lamanya. Maka dari itu jagalah kitab al-Quran agar tidak dikotori oleh tangan-tangan yang hendak mengotori kesuciannya, hendak mengubah kemurniannya, hendak mengganti isi yang sebenarnya atau pun hendak menyusupkan sesuatu dari luar atau mengurangi kelengkapannya.Allah berfirman dalam surat fusshilat:41-42<em></em><em>&#8220;Sesungguhnya Al Quran itu adalah kitab yang mulia. Yang tidak datang kepadanya (Al Quran) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji&#8221;.</em>Dan juga firman-Nya dalam surat al-Hijr:9<em>&#8220;Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya&#8221;</em>Adapun tujuan menjaga dan melindungi al-Qur&#8217;an dari kebatilan, kepalsuan dan pengubahan tidak lain hanya agar supaya hujah Allah akan tetap tegak di hadapan seluruh manusia, sehingga Allah swt dapat mewarisi bumi ini dan siapa yang ada di atas permukaannya.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Kitab Suci al-Qur&#8217;an yang dikehendaki oleh Allah akan kekekalannya,</strong> tidak mungkin pada suatu hari nanti akan terjadi bahwa suatu ilmu pengetahuan akan mencapai titik hakikat yang bertentangan dengan hakikat yang tercantum di dalam ayat al-Qur&#8217;an Sebabnya tidak lain karena al-Qur&#8217;an adalah firman Allah swt, sedang keadaan yang terjadi di dalam alam semesta ini semuanya merupakan ciptaan Allah swt pula. Dapat dipastikan bahwa firman dan amal perbuatan Allah tidak mungkin bertentangan antara yang satu dengan yang lain. Bahkan yang dapat terjadi ialah bahwa yang satu akan membenarkan yang lain.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Dari sudut inilah, maka kita menyaksikan sendiri betapa banyaknya kebenaran yang ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern ternyata sesuai dan cocok dengan apa yang terkandung dalam al-Qur&#8217;an. Jadi apa yang ditemukan adalah memperkokoh dan merealisir kebenaran dari apa yang sudah difirmankan oleh Allah swt. sendiri.</strong>Firman Allah dalam surat Fushilat:53<em></em><em>&#8220;Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakkah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?</em></li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Allah swt. berkehendak supaya kalimat-Nya disiarkan dan disampaikan kepada semua akal pikiran dan pendengaran,</strong> sehingga menjadi suatu kenyataan dan perbuatan. Kehendak semacam ini tidak mungkin berhasil, kecuali jika kalimat-kalimat itu sendiri benar-benar mudah diingat, dihafal serta dipahami. Oleh karena itu al-Qur&#8217;an sengaja diturunkan oleh Allah swt dengan suatu gaya bahasa yang istimewa, mudah, tidak sukar bagi siapapun untuk memahaminya dan tidak sukar pula mengamalkannya, asal disertai dengan keikhlasan hati dan kemauan yang kuat.</li>
</ul>
<p>Ditulis oleh : Ustadz Muhalimin Mahir, MA</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.quranpoin.com/memahami-al-quran/keistimewaan-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8216;Ulumul Qur&#8217;an (Ilmu-Ilmu Al-Qur&#8217;an)</title>
		<link>http://www.quranpoin.com/memahami-al-quran/ulumul-quran-ilmu-ilmu-al-quran/?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=ulumul-quran-ilmu-ilmu-al-quran</link>
		<comments>http://www.quranpoin.com/memahami-al-quran/ulumul-quran-ilmu-ilmu-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 10:03:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>QuranPoin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Memahami Al-Qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.quranpoin.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[Kajian tentang Al-Qur&#8217;an memerlukan banyak ragam ilmu, yang disebut sebagai &#8216;ulumul Qur&#8217;an (Ilmu-ilmu Al-Qur&#8217;an). Menghormati adanya ilmu-ilmu tersebut dan para ahlinya sangatlah penting agar kita tidak terjatuh kedalam kesalahan dan bahkan penyimpangan ketika berusaha memahami ayat-ayat Al-Qur&#8217;an. Ini sangat penting teutama di zaman sekarang ini dimana pemahaman kebanyakan masyarakat muslim, bahkan yang biasa disebut sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kajian tentang Al-Qur&#8217;an memerlukan banyak ragam ilmu, yang disebut sebagai &#8216;ulumul Qur&#8217;an (Ilmu-ilmu Al-Qur&#8217;an). Menghormati adanya ilmu-ilmu tersebut dan para ahlinya sangatlah penting agar kita tidak terjatuh kedalam kesalahan dan bahkan penyimpangan ketika berusaha memahami ayat-ayat Al-Qur&#8217;an. Ini sangat penting teutama di zaman sekarang ini dimana pemahaman kebanyakan masyarakat muslim, bahkan yang biasa disebut sebagai kalangan terpelajar, terhadap agamanya sangatlah lemah. Bahkan dalam hal-hal yang sangat mendasar dan aksiomatik telah terjadi penjungkirbalikan pemahaman dari yang semestinya. <span id="more-84"></span></p>
<p>Dalam  mengkaji makna ayat-ayat Al-Qur&#8217;an, kita harus merujuk pada kitab-kitab tafsir yang telah diakui, sehingga kita akan mendapakan pemahaman yang benar dan tidak terjatuh kedalam kesalahan dan penyimpangan pemahaman. Sebaliknya, kita juga tidak boleh jatuh kedalam fobia atau ketakutan yang berlebihan intuk dekat dengan Al-Qur&#8217;an dan senantiasa berusaha untuk memahaminya, sehingga tidak berusaha untuk mempelajari kendungannya yang amat luas dan dalam kecuali sekedar membacanya saja.</p>
<ol>
<li>Ilmu Tajwid dan Tilawah</li>
<li>Ilmu Tafsir :
<ul>
<li>Sejarah perkembangan ilmu tafsir</li>
<li>Macam-macam atau jenis-jenis tafsir</li>
<li>Metodologi/ kaidah-kaidah dan rambu-rambu dalam menafsirkan Al-Qur&#8217;an</li>
<li>Syarat-syarat seorang mufassir</li>
<li>Para ulama tafsir</li>
<li>Kitab-kitab tafsir</li>
</ul>
</li>
<li>Ilmu Sejarah Al-Qur&#8217;an</li>
<li>Ilmu <em>Qiro&#8217;at</em> (versi-versi bacaan Al-Qur&#8217;an)</li>
<li>Ilmu <em>Asbabun Nuzul</em> (latar belakang turunnya ayat-ayat Al-Qur&#8217;an)</li>
<li>Ilmu <em>Nasikh</em> dan <em>Mansukh</em></li>
<li>Ilmu <em>Muhkam</em> dan <em>Mutasyabih</em></li>
<li>Ilmu <em>&#8216;Am</em> dan <em>Khash</em></li>
<li>Ilmu <em>Muthlaq</em> dan <em>Muqayyad</em></li>
<li>Ilmu <em>Manthuq </em> dan <em>Mafhum</em></li>
<li>Ilmu <em>Makki</em> dan <em>Madani</em></li>
<li>Ilmu <em>I&#8217;jaz </em>Al-Qur&#8217;an  (kemukjizatan Al-Qur&#8217;an)</li>
<li>Ilmu <em>Amtsal </em>Al-Qur&#8217;an  (perumpamaan-perumpamaan dalam Al-Qur&#8217;an)</li>
<li>Ilmu <em>Aqsam </em>Al-Qur&#8217;an  (sumpah-sumpah dalam Al-Qur&#8217;an)</li>
<li>Ilmu <em>Jadal </em>Al-Qur&#8217;an<em> </em>(perdebatan-perdebatan dalam Al-Qur&#8217;an)</li>
<li>Ilmu <em>Qashash </em>Al-Qur&#8217;an (kisah-kisah dalam Al-Qur&#8217;an)</li>
<li>Ilmu Terjemah Al-Qur&#8217;an</li>
</ol>
<p>Ditulis oleh : Ust. Ahmad Mudzoffar Jufri, MA</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.quranpoin.com/memahami-al-quran/ulumul-quran-ilmu-ilmu-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Urutan Turunnya Wahyu Al-Qur&#8217;an</title>
		<link>http://www.quranpoin.com/memahami-al-quran/urutan-turunnya-wahyu-al-quran/?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=urutan-turunnya-wahyu-al-quran</link>
		<comments>http://www.quranpoin.com/memahami-al-quran/urutan-turunnya-wahyu-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2009 10:18:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>QuranPoin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Memahami Al-Qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.quranpoin.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[Al-Qur&#8217;an terkadang diturunkan untuk menanggapi berbagai peristiwa dan kejadian. Kadang wahyu turun ketika Nabi Muhammad SAW dihadapkan pada banyak pertanyaan baik dari kaum muslimin maupun orang-orang kafir. Di lain waktu turunnya firman Allah untuk memberikan panduan untuk mengatur masalah sosial, ekonomi, politik dan bidang kehidupan lainnya. Ayat yang turun pertama kali, menurut pendapat yang paling [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Al-Qur&#8217;an terkadang diturunkan untuk menanggapi berbagai peristiwa dan kejadian. Kadang wahyu turun ketika Nabi Muhammad SAW dihadapkan pada banyak pertanyaan baik dari kaum muslimin maupun orang-orang kafir. Di lain waktu turunnya firman Allah untuk memberikan panduan untuk mengatur masalah sosial, ekonomi, politik dan bidang kehidupan lainnya.</p>
<p>Ayat yang turun pertama kali, menurut pendapat yang paling kuat dari ulama, adalah 5 ayat pertama surat Al-&#8217;Alaq yang merupakan surat ke-96 dari 114 surat dalam Al-Qur&#8217;an.<span id="more-100"></span></p>
<p>Ulama sepakat bahwa susunan ayat dalam setiap surat adalah dilakukan atau diperintahkan sendiri oleh Nabi Muhammad SAW mengikuti petunjuk dari Allah SWT. Rasulullah SAW suatu ketika berkata pada para sahabat setelah pada Nabi turun suatu ayat, bahwasanya malaikat Jibril menunjukkan padanya suatu urutan tertentu dari ayat-ayat.</p>
<p>Banyak terdapat kisah dalam kitab-kitab hadits yang menerangkan bagaimana Rasulullah SAW  membaca Al-Qur&#8217;an dalam sholat. Para sahabat selama sholat di belakang Nabi SAW. Nabi dalam sholatnya membaca Al-Qur&#8217;an dalam urutan yang diberikan Allah. Mereka menggunakan urutan ini untuk belajar, membaca dan menghafal Al-Qur&#8217;an.</p>
<p>Tidak pernah ditemukan para sahabat membaca Al-Qur&#8217;an dengan urutan yang menyalahi petunjuk susunan ayat dari Nabi. Urutan surat dalam Al-Qur&#8217;an juga disusun menurut petunjuk Allah SWT. Selama hidupnya Rasulullah SAW melakukan 24 kali review bacaan Al-Qur&#8217;an bersama malaikat Jibril setiap bulan Ramadhan.</p>
<p>Ada pertanyaan mengapa bukan surat Al-&#8217;Alaq yang ditempatkan sebagai surat pertama di mushaf (lembar Al-Qur&#8217;an). Bila dilihat lebih mendalam, akan dtemui bahwa urutan susunan ayat dan surat dalam mushaf memiliki suatu tujuan dan urutan turunnya wahyu juga memiliki suatu tujuan.</p>
<p>Selama 13 tahun awal perjalanan Islam, tujuan utama misi Rasulullah SAW adalah memanggil manusia untuk masuk dalam Islam. Dalam masa ini wahyu banyak berbicara tentang keesaan Allah.</p>
<p>Ketika kaum muslimin hijrah ke Madinah, komunitas Islam mulai bergerak ke arah mapan dan tantangan baru mulai muncul. Fokus misi Islam saat itu adalah pengaturan kehidupan keum muslimin melalui penjelasan yang rinci mengenai, ibadah, hukuman bagi kejahatan dan lainnya.</p>
<p>Ini menunjukkan kepada kita bahwa turunnya wahyu di masing-masing dari dua masa tersebut memilki suatu tujuan. Ketika wahyu telah turun secara lengkap, keseluruhan isi pesan Al-Qur&#8217;an telah dimasukkan ke dalam suatu susunan urutan yang akan tetap demikian hingga hari kiamat.</p>
<p>Bila Anda membuka Al-Qur&#8217;an dan menemukan surat pembuka, Al-Fatihah, Anda akan mengira surat tersebut merupakan ringkasan dari Al-Qur&#8217;an. Menjadi induk dari Al-Qur&#8217;an, Al-Fatihah membawa semua tema dalam Al-Qur&#8217;an dan merangkumnya. Hal yang sama juga berlaku untuk surat Al-Baqarah. Ayat-ayat pertama berbicara mengenai tidak adanya keraguan sedikitpun pada Kitabullah ini.</p>
<p>Semua tema dan pesan tidak diletakkan kecuali dalam urutan logis sebagaimana petunjuk dari Allah. Bila saja surat seperti Al-&#8217;Alaq yang ditempatkan pada permulaan Al-Qur&#8217;an, bukan Al-Fatihah, ia tetap akan membawa suatu makna dan pesan. Tetapi tidak sepenuhnya indah seperti urutan ayat dan surat yang kita dapati saat ini dimana surat Al-Fatihah yang menjadi surat pembuka.</p>
<p>[Simak pula : <a href="http://www.quranpoin.com/nuzulul-quran/urutan-turunnya-wahyu-al-quran-tabel/" target="_blank">tabel lengkap urutan turunnya ayat-ayat dan surat dalam Al-Qur'an</a>]</p>
<p>Referensi : <a href="http://www.missionislam.com/quran/revealationorder.htm" target="_blank">Revelation Order of the Qur&#8217;an</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.quranpoin.com/memahami-al-quran/urutan-turunnya-wahyu-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
