<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>QuranPoin.com &#187; Mesra Dengan Al-Qur&#8217;an</title>
	<atom:link href="http://www.quranpoin.com/kategori/mesra-dengan-al-quran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.quranpoin.com</link>
	<description>Belajar Menghidupkan Al-Qur&#039;an</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Sep 2010 23:18:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Etika Membawa Al Qur’an</title>
		<link>http://www.quranpoin.com/mesra-dengan-al-quran/etika-membawa-al-qur%e2%80%99an/?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=etika-membawa-al-qur%25e2%2580%2599an</link>
		<comments>http://www.quranpoin.com/mesra-dengan-al-quran/etika-membawa-al-qur%e2%80%99an/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 17:39:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>QuranPoin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mesra Dengan Al-Qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.quranpoin.com/?p=273</guid>
		<description><![CDATA[Ayat Laa yamassuhuu illal muthahharuun diatas, menerangkan sisi lain dari keagungan Al Qur’an. Para ahli tafsir memahaminya dari dua sisi : Pertama, bahwa dhamir huu pada ayat laa yamassuhuu kembali pada kitab yang di lauhul mahfuzh, dan dengan pengertian ini, kata al muthahharuun –seperti kata Ibnu Abbas- adalah malaikat (lihat Tafsir Ibnu Katsir vol.4, h.465). [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ayat Laa yamassuhuu illal muthahharuun diatas, menerangkan sisi lain dari keagungan Al Qur’an. Para ahli tafsir memahaminya dari dua sisi : Pertama, bahwa dhamir huu pada ayat laa yamassuhuu kembali pada kitab yang di lauhul mahfuzh, dan dengan pengertian ini, kata al muthahharuun –seperti kata Ibnu Abbas- adalah malaikat (lihat Tafsir Ibnu Katsir vol.4, h.465). Pendapat ini dikuatkan dengan ayat :”Di dalam kitab-kitab yang dimuliakan yang ditinggikan lagi disucikan, di tangan para penulis (malaikat), yang mulia lagi berbakti” (QS 80:13-16).<span id="more-273"></span></p>
<p>Kedua, bahwa dhamir huu tersebut kembali kepada Al Qur’an dan dengan ini, maka maksud kata al muthahharuun adalah orang-orang mukmin yang suci dari hadats kecil dan besar. Berdasarkan pendapat yang pertama, sebagian ulama fikih seperti Ibnu Abbas, Asy Sya’by, Adh Dhahhak, dan Zaid bin Ali melihat bahwa menyentuh Al Qur’an boleh sekalipun ti dak punya wudhu’.</p>
<p>Sementara ulama yang mendukung pendapat kedua menyebutkan beberapa hadits diantaranya, Bahwa Rasulullah saw pernah menulis surat kepada penduduk Yaman berbunyi :”Tidak boleh menyentuh Al Qur’an kecuali dalam keadaan suci(thaahir)” (HR Haitsami, kitab Majma’ Zawaid, sanadnya kuat). Dengan hadits ini, maka jelas bahwa kita tidak boleh menyentuh Al Qur’an kecuali dalam keadaan suci dari hadats kecil dan besar.</p>
<p>Akan tetapi, ulama pendapat pertama masih melihat bahwa kata thaahir dalam hadits tersebut mengandung banyak makna, dapat berarti : suci dari hadats kecil, hadats besar, suci dari najis dan dapat juga berarti seorang mukmin. Artinya, seorang mukmin adalah suci sekalipun tidak punya wudhu’ sebaliknya orang kafir adalah najis. Oleh karena itu Rasulullah saw –seperti dalam riwayat Imam Muslim- melarang untuk pergi ke wilayah musuh (orang kafir) membawa Al Qur’an. Dikhawatirkan kalau nanti mushaf tersebut  jatuh ke tangan musuh.</p>
<p>Dengan ini, seorang mukmin sekalipun tidak punya wudhu’ boleh menyentuh Al Qur’an karena dengan identitas keimanannya, ia telah tergolong suci. Lebih-lebih kata al muthahharuun dalam ayat diatas nampak lebih kuat kalau maksudnya adalah malaikat. Sebab kalau yang dimaksud adalah orang mukmin yang suci dari hadats kecil dan besar     tentu tidak dengan kata al muthahharuun, melainkan dengan kata al mutathahhiruun seperti dalam ayat :  innallaaha yuhibbut tawwaabiin wahibbul mutathahhiriin.</p>
<p>Namun Ibnu Taimiyah memahami nash-nash diatas dari sisi yang lebih hati-hati lagi, “bahwa jika ternyata Al Qur’an yang di langit tidak ada yang menyentuhnya kecuali mereka yang suci,maka seharusnya demikian juga Al Qur’an di bumi”. Pendapat ini mengajak kita untuk menyikapi nash-nash Al Qur’an maupun hadits diatas bukan sekedar dengan pemahaman fikih yang kaku, melainkan dengan ruh iman yang kokoh ats hakikat keagungan Al Qur’an. Bahwa diantara bentuk sikap mengagungkan Al Qur’an adalah dengan tidak menyentuhnya kecuali dalam keadaan suci. Ternyata mayoritas ulama fikih lebih cenderung ke pemahaman ini termasuk Imam Malik, Abu Hanifah dan Asy Syafi’i.</p>
<p>Sungguh, tidak sedikit dari para sahabat Rasulullah saw yang menyuruh anak-anaknya untuk mengambil wudhu sebelum menyentuh Al Qur’an. Jelasnya,  bahwa dalam menyentuh Al Qur’an seorang mukmin seyogyanya dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil. Inilah rahasia mengapa Allah ketika menerangkan makna menyentuh dalam ayat tersebut menekankan sifat  muthahharuun, padahal ada sifat lain yang dapat disebutkan disini, dari sifat malaikat- kalau memang tujuan dhamiir huu untuk malaikat- seperti dzi quwwah, kiramin bararah. Tentu disini ada makna pentingnya sifat suci bagi siapa saja yang ingin menyentuh atau membawanya, baik itu malaikat atau manusia.</p>
<p>Adapun membaca Al Qur’an tanpa menyentuhnya para ulama bersepakat –sebagaimana diceritakan Syaikh Sayyid Sabiq dalam bukunya Fikih Sunnah-membolehkan bagi yang tidak punya wudhu’. Kecuali dalam keadaan junub, haidh dan nifas, mayoritas ulama tetap tidak membolehkannya. Dalilnya sebuah hadits shahih yang diriwayatkan Ali ra., “Bahwa Rasulullah selalu membaca Al Qur’an, kecuali dalam keadaan junub (HR Turmudzi, dikatakan bahwa hadits tersebut hasan shahih). Pun juga boleh jika mushafnya digabung dengan tafsir atau terjemahan atau pembahasan fikih dan lain sebagainya. Hal ini karena Rasulullah saw pernah mengirim surat kepada Hiraklius, di dalamnya terdapat beberapa ayat Al Qur’an (HR Bukari-Muslim). Sebagaimana juga boleh jika membaca sebagian ayat dengan maksud dzikir dan do’a, seperti membaca do’a-do’a yang terkumpul dalam satu buku yang didalamnya terdapat  ayat-ayat Al Qur’an.</p>
<p>Namun demikian, sebagian ulama seperti  Imam Bukhari melihat boleh-boleh saja membaca Al Qur’an bagi wanita yang sedang haidh atau nifas. Alasannya bahwa Ibnu Abbas membolehkan  hal tersebut. Pun seorang ulama bernama Ibrahim melihat  tidak apa-apa bagi seorang wanita yang sedang haidh membaca Al Qur’an. Bahkan, Imam Bukhari menilai bahwa tidak ada hadits shahih yang melarang seorang yang junub atau wanita yg sedang haidh dan nifas untuk membaca Al Qur’an</p>
<p>Apapun perbedaan pendapat ini, yang jelas bahwa mayoritas ulama melihat tidak bolehnya seorang yang sedang berhadats besar dan kecil untuk tidak menyentuh dan membaca Al Qur’an. Toh, kalaupun ada yang membolehkan, itu dapat dijadikan landasan pada saat-saat  kondisi darurat, bukan dalam segala kondisi. Sebab Allah swt –sebagaimana pada ayat diatas- telah menggambarkan pentingnya hakikat dan makna kesucian dalam menyentuh Al Qur’an baik itu bagi para malaikat, apalagi bagi manusia. Bagaimana tidak, sedang Al Qur’an adalah kalamullah (datang dari Allah Yang Maha Suci) tanziilun mirrabil alamiin. Bahkan membacanya merupakan ibadah dan termasuk inti kegiatan dalam shalat.</p>
<p>Sungguh suatu sikap yang tidak bisa dianggap sepele jika kemudian mayoritas ulama berkesimpulan bahwa seorang mukmin yang hendak membaca Al Qur’an harus suci dari hadats besar dan kecil. Allah a’lam bish-shawab.</p>
<p>Dr. Amir Faishol Fath, M.A<br />
Pengasuh Qur’anic Studies Institute (QSI)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.quranpoin.com/mesra-dengan-al-quran/etika-membawa-al-qur%e2%80%99an/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keluarga Bersama Al-Qur’an di Bulan Ramadhan</title>
		<link>http://www.quranpoin.com/mesra-dengan-al-quran/keluarga-bersama-al-quran-di-bulan-ramadhan/?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=keluarga-bersama-al-quran-di-bulan-ramadhan</link>
		<comments>http://www.quranpoin.com/mesra-dengan-al-quran/keluarga-bersama-al-quran-di-bulan-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 17:29:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>QuranPoin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mesra Dengan Al-Qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.quranpoin.com/?p=267</guid>
		<description><![CDATA[Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, “(Beberapa hari yang ditentukan itu adalah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil). Oleh karena itu, siapa saja diantara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, wajib baginya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, “<em>(Beberapa hari yang ditentukan itu adalah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil). Oleh karena itu, siapa saja diantara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, wajib baginya berpuasa</em>” (QS Al Baqarah : 185)<span id="more-267"></span></p>
<p>Ada hikmah yang Allah swt selipkan dalam menurunkan Al Qur’an sesuai dengan peristiwa yang terjadi. Firman-Nya, “<em>Berkatalah orang-orang kafir, ‘Mengapa Al Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?’ Demikian itu supaya Kami perkuat batinmu dengannya dan Kami bacakannya secara tartil (teratur dan benar). Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan Kami datangkan kepadamu sesuatu yang benar dan paling baik penjelasannya</em>” (QS Al Furqan : 32-33)</p>
<p>Keutamaan membaca Al Qur’an itu berlaku secara umum dan seorang muslim jangan sampai melupakan hal itu. Dituturkan dari Utsman ra bahwa Rasulullah saw bersabda, “<em>Sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya</em>.” (HR Bukhari)</p>
<p>Abu Sa’id ra menyebutkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “<em>Allah swt berfirman (dalam hadits Qudsi), ‘Barangsiapa yang disibukkan oleh Al Qur’an dan dzikir kepada-Ku ketimbang meminta kepadaku niscaya Aku berikan kepadanya sebaik-baik yang Aku berikan kepada orang-orang yang meminta kepada-Ku. Keutamaan kalam Allah atas semua kalam bagaikan keutamaan Allah atas semua mahluknya</em>.” (HR Tirmidzi)</p>
<p>Terkadang Anda punya kendala dengan bacaan yang kurang bagus, tetapi apakah Anda tidak suka dengan hadits yang diriwayatkan Ummul Mukminin ‘Aisyah ra; ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, “<em>Orang yang mahir membaca Al Qur’an, ia akan bersama para malaikat mulia yang selalu berbakti. Adapun orang yang membaca Al Qur’an dan bacaannya belum bagus dan merasa kesulitan, ia akan memperoleh dua pahala (Pahala kesulitan dan pahala membacanya)</em>.” (HR Muslim)</p>
<p><strong>Dua Perkara Yang Dapat Memberikan Syafa’at Kepada Manusia</strong></p>
<p>Pada Bulan Ramadhan, Al Qur’an menempati kedudukan yang sangat istimewa. Dari Abdullah bin Amr ra disebutkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “<em>Puasa dan Al Qur’an akan memberikan syafa’at kepada manusia nanti di hari kiamat. Puasa berkata, ‘Ya Rabb! Aku cegah ia dari makan dan segala yang ia sukai pada siang hari. Izinkanlah aku untuk memberikan syafa’at kepadanya.’ Al Qur’an pun berkata, ‘Aku cegah ia dari tidur di malam hari. Izinkanlah aku untuk memberikan syafa’at kepadanya. ’Kemudian kedua-duanya memberikan syafa’at.</em>” (HR Ahmad)</p>
<p>Di Bulan Ramadhan, Rasulullah saw selalu duduk dalam majelis pengajian, mempelajari dan mengulangi Al Qur’an dengan bimbingan malaikat Jibril as. Abdullah bin Abbas ra berkata, “<em>Malaikat Jibril as selalu menjumpai Rasulullah saw pada setiap malam bulan Ramadhan dan mengajarinya Al Qur’an…</em>” (HR Bukhari)</p>
<p><strong>Program Keluarga Bersama Al Qur’an di Bulan Ramadhan</strong><br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Pertama</strong>, Anda, suami/istri dan anak-anak atau bersama tetangga harus menentukan wirid-wirid Al Qur’an baik sebelum terlebih lagi selama bulan Ramadhan. Anda dapat membagi wirid itu ke dalam beberapa kategori :</p>
<ol>
<li><strong>Membaca Al Qur’an</strong><br />
Saya sarankan paling sedikit membaca satu juz Al Qur’an dalam sehari agar dapat khatam sekali di bulan Ramadhan</li>
<li><strong>Tadabbur Al Qur’an</strong><br />
Saya sarankan paling sedikit Anda tadabbur lima ayat dalam sehari. Caranya dengan membaca arti ayat-ayat tersebut dan membaca asbabun-nuzul (sebab-sebab turunnya ayat). Lanjutkan dengan saling bertukar pandangan seputar ayat tersebut.</li>
<li><strong>Mengulang Hafalan</strong><br />
Saya sarankan paling sedikit mengulang satu juz Al Qur’an per hari dari yang sudah kita hafal selama Ramadhan</li>
<li><strong>Tahfizh</strong><br />
Anda memilih satu surat yang kapasitasnya sama dengan setengah juz untuk dihafal selama satu bulan. Setiap pecan Anda dapat menghafal seperempat surat tersebut seperti Surat Al Ahzab, An Nur atau Al Hujurat</li>
<li><strong>Mempelajari Tajwid</strong><br />
Pelajari hukum-hukum tajwid dalam satu pertemuan harian bersama suami/istri, anak-anak atau tetangga</li>
</ol>
<p><strong>Kedua</strong>, mempelajari adab-adab membaca serta     berusaha untuk menerapkannya bersama ank-anak di dalam majelis, di antaranya :</p>
<ol>
<li> Mempunyai wudhu dan disunnahklan untuk bersiwak terlebih dahulu. Waktu yang paling utama membaca Al Qur’an adalah ketika melaksanakan shalat</li>
<li> Mulai dengan ber-isti’adzah (membaca a’udzubillahi minasysyaithanir-rajim)</li>
<li> Setiap bulan paling sedikit khatam sekali dan jangan khatam kurang dari tiga hari</li>
<li> Membaca dengan tartil agar lebih khusyu’, mengundang kesedihan dan memuliakannya</li>
<li> Memikirkan dan merenungi kandungannya serta menangis atau berpura-pura menangis</li>
<li> Memelihara hak-hak setiap ayat. Jika melewati ayat sajadah, segera bersujud. Jika melewati ayat rahmat, mohonlah kepada Allah swt. Jika melewati ayat azab, minta perlindungan kepada-Nya. Jika melewati doa, aminkan, dan jika melewati permintaan ampun, segera minta ampun. Begitulah seterusnya</li>
<li> Mengeraskan bacaan, paling tidak dapat didengar diri sendiri</li>
<li> Berusaha memahami bacaan dan tetap berpegangan pada kaidah tilawah</li>
<li> Diam dan senantiasa menghayati kandungannya ketika mendengar bacaan Al Qur’an</li>
<li> Membaca doa setelah selesai membaca Al Qur’an, mengucapkan shalawat dan salam kepada junjungan nabi Muhammad saw</li>
</ol>
<p><strong>Ketiga</strong>, merasa tenang ketika semua anggota keluarga sudah membaca wiridnya masing-masing. Boleh juga memberikan hadiah kepada anggota keluarga yang membaca wiridnya dengan baik dan sempurna.<br />
<strong>Keempat</strong>, memperhatikan agar selalu khatam Al Qur’an dan mengetahui adab-adab khatam, di antaranya :</p>
<ol>
<li> Dianjurkan ketika selesai shalat</li>
<li> Dianjurkan berkelompok</li>
<li> Dianjurkan agar berpuasa pada hari khatam jika selain bulan Ramadhan</li>
<li> Dianjurkan berdoa setelah khatam dan memohon kepada Allah swt dengan urusan-urusan yang penting dan bermakna luas</li>
<li> Setelah selesai khatam, dianjurkan untuk segera menyambungnya dan memulai dengan bacaan baru</li>
</ol>
<p><strong>Kelima</strong>, memperhatikan agar selalu membaca ayat-ayat yang punya keutamaan dan dianjurkan untuk dibaca, diantaranya :</p>
<ol>
<li> Surat al Fatihah</li>
<li> Surat al Ikhlas</li>
<li> Surat al FAlaq dan an Nas</li>
<li> Surat al Mulk</li>
<li> Ayat Kursi</li>
<li> Ayat terakhir surat al Baqarah (284 – 286)</li>
<li> Surat al Baqarah</li>
<li> Sepuluh ayat dari awal atau akhir surat al Kahfi</li>
</ol>
<p>Saudaraku yang mulia, Anas bin Malik ra menuturkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “<em>Sesungguhnya rumah yang di dalamnya sering dibaca Al Qur’an akan banyaklah kebaikannya. Adapun rumah yang di dalamnya tidak pernah dibaca Al Qur’an akan sedikitlah kebaikannya.</em>” (HR al Bazzar). Oleh karena itu, perbanyaklah amal kebaikan pada bulan Ramadhan dan lapangkanlah rumahmu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.quranpoin.com/mesra-dengan-al-quran/keluarga-bersama-al-quran-di-bulan-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sehari Bersama Al-Qur&#8217;an (Ramadhan)</title>
		<link>http://www.quranpoin.com/mesra-dengan-al-quran/sehari-bersama-al-quran-ramadhan/?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=sehari-bersama-al-quran-ramadhan</link>
		<comments>http://www.quranpoin.com/mesra-dengan-al-quran/sehari-bersama-al-quran-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Jul 2009 17:43:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>QuranPoin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mesra Dengan Al-Qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.quranpoin.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[“(Yaitu) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).” [QS. Al-Baqarah : 185] Dari ayat diatas dapat diambil banyak pelajaran. Diantaranya adalah bahwa Allah SWT berkenan menurunkan Kitab yang mulia pada bulan yang mulia dan dengan tujuan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">“<em>(Yaitu) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)</em>.” [QS. Al-Baqarah : 185]</p>
<p style="text-align: left;">Dari ayat diatas dapat diambil banyak pelajaran. Diantaranya adalah bahwa Allah SWT berkenan menurunkan Kitab yang mulia pada bulan yang mulia dan dengan tujuan yang sangat mulia. Al-Qur’an bukan buku cerita, meskipun di dalamnya terdapat banyak cerita. Ia juga bukan buku sastra, meskipun keindahan bahasanya tidak tertandingi oleh ahli bahasa manapun. Ia juga bukan buku sains, meskipun di dalamnya terdapat banyak ayat yang berbicara tentang ilmu pengetahuan.<span id="more-134"></span></p>
<p style="text-align: left;">Ayat di atas menjelaskan tiga fungsi diturunkannya Al-Qur’an, yaitu :</p>
<ol style="text-align: left;">
<li> Petunjuk bagi semua manusia dalam menjalani hidupnya agar mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.</li>
<li> Penjelas dan argumen yang kuat bagi orang yang memahami dan mengkajinya.</li>
<li> Pedoman untuk menbedakan antara yang halal dan yang haram  serta antara yang haq dan yang bathil.</li>
</ol>
<p style="text-align: left;">Kemuliaan Al-Qur’an terletak pada segala hal yang berkaitan dengannya, seperti : membacanya, mendengarkannya, menghafalnya, mentadabburi (merenungkan)nya, mengamalkannya, mendakwahkannya dan sebagainya. Semua aktifitas tersebut adalah kebajikan yang berpahala besar di sisi Allah. Selain itu, kemuliaan Al- Qur’an juga terletak pada fungsinya, yakni sebagai kitabul hidayah (buku petunjuk).</p>
<p style="text-align: left;">Diriwayatkan oleh Sa’id bin Jubair bahwa Ibnu Abbas ra berkata, ”<em>Al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadhan (secara utuh/sekaligus) dari Lauh Mahfud menuju langit dunia lalu ditempatkan di Baitul ’Izzah (rumah kemuliaan). Selanjutnya Al-Qur’an diturunkan (secara bertahap) kepada Rasulullah SAW, selama 23 tahun untuk menjawab kehidupan manusia</em>.”</p>
<p style="text-align: left;">Setelah mengetahui kemuliaannya, maka seharusnya seorang muslim mengisi hari-harinya di bulan Ramadhan dengan berinteraksi secara penuh bersama Al-Qur’an. Bahkan untuk menanamkan kecintaan kepada Al-Qur’an secara utuh serta untuk menggali sebanyak mungkin ilmu tentang Al-Qur’an, seorang muslim – secara individu maupun bersama orang lain – dapat melakukan kajian secara komprehensip terhadap Al-Qur’an.</p>
<p style="text-align: left;">Kegiatan ini di beberapa tempat di Indonesia biasa di sebut dengan <strong>Yaum Ma’a Al-Qur’an</strong> (sehari bersama Al-Qur’an). Sudah barang tentu, setelah hari itu, kecintaan terhadap Al-Qur’an semakin kuat dan mesra. Diantara pokok-pokok kajian yang perlu diadakan dalam rangkaian acara <strong>Sehari Bersama Al-Qur’an</strong> adalah</p>
<p style="text-align: left;"><strong><br />
1. Tadarus dan Tadabbur Al-Quran.</strong></p>
<p style="text-align: left;">Membaca Al Qur’an adalah amal yang diperintahkan untuk dilakukan setiap muslim setiap hari dan lebih ditekankan lagi pada bulan Ramadhan. Hal tersebut karena Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an dan pada setiap Ramadhan malaikat Jibril as senantiasa datang kepada Rasulullah saw untuk bertadarrus Al-Qur’an bersamanya. Dan membaca Al-Qur’an adalah aktifitas yang senantiasa menguntungkan sebagaimana firman Allah SWT :</p>
<p style="text-align: left;">Artinya : “<em>Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi</em>.” (QS. Fathir: 29)</p>
<p style="text-align: left;">Allah berfirman:<br />
Artinya : “<em>Maka apakah mereka tidak mentadabburi Al-Quran ataukah hati mereka terkunci</em>“ (QS. Muhammad : 24)</p>
<p style="text-align: left;"><strong>2. Tahsin Tilawah.</strong></p>
<p style="text-align: left;">Telah dijelaskan di atas, bahwa tilawah atau tartil Al-Qur’an meruapakan ibadah yang bernilai pahala tinggi. Berikut ini ayat Al-Qur’an dan sebagian kecil dari hadits Rasulullah saw yang menjelaskan urgensi tilawah Al-Qur’an dengan baik dan benar :</p>
<p style="text-align: left;">Artinya : “<em>Rasul berkata, ‘Ya Rabbi, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur’an ini sesuatu yang tidak diacuhkan (sesuatu yang diabaikan)</em>”. (QS. Al-Furqan : 30)</p>
<p style="text-align: left;">Rasulullah saw bersabda, “<em>Bacalah Al-quran karena sesungguhnya Al-quran itu datang pada hari kiamat sebagai syafaat bagi pembacanya</em>&#8220;. ( HR. Muslim)</p>
<p style="text-align: left;">Dalam sabdanya yang lain, “<em>Orang yang membaca Al-Qur’an dengan mahir akan bersama para malaikat yang mulia. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata serta berat dalam membacanya, maka ia akan mendapatkan dua pahala</em> “. (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p style="text-align: left;">Juga, Rasulullah Saw bersabda: &#8220;Barangsiapa membaca satu huruf dari Al-Quran maka dia mendapat satu kebaikan dan satu kebaikan sama dengan sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan, ‘Alif Laam Miim adalah satu huruf, namun (yang aku maksud) ialah Alif satu huruf, Laam satu huruf, dan Miim satu huruf&#8221;. (HR.Tirmidzi)</p>
<p style="text-align: left;">Di sini dapat dijelaskan bahwa pahala yang didapat dari membaca Al-Qur’an ditentukan oleh kuantitas dan kualitasnya, disamping keikhlasan hati dan perhatian terhadap adab-adab tilawah pada saat membacanya.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>3. Berinteraksi dengan Al-Qur’an.</strong></p>
<p style="text-align: left;">Apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang mukmin terhadap Al-Qur’an utamanya di bulan Ramadhan? Secara garis besar dapat dirinci sebagai berikut :</p>
<ul style="text-align: left;">
<li> menjaga keimanan kepadanya agar mendapat bimbingan</li>
<li> membaca dan mendengarkannya agar mendapatkan pahala</li>
<li> mentadabburinya agar mendapatkan ilmu</li>
<li> berkomitmen untuk melaksanakan perintahnya dan</li>
<li> meninggalkan larangannya agar mendapat berkah dari kehidupan</li>
</ul>
<p style="text-align: left;">Hal-hal diatas tidak hanya dilaksanakan selama bulan Ramadhan saja. Tetapi seharusnya menjadi amalan rutin setiap muslim atau yang lazim disebut wirid qur’ani.</p>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">Penulis :  Ust. Farid Dhofir, Lc, MSi</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.quranpoin.com/mesra-dengan-al-quran/sehari-bersama-al-quran-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>7 Tips Perbaiki Hubungan Dengan Al-Qur&#8217;an</title>
		<link>http://www.quranpoin.com/mesra-dengan-al-quran/7-tips-perbaiki-hubungan-dengan-al-quran/?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=7-tips-perbaiki-hubungan-dengan-al-quran</link>
		<comments>http://www.quranpoin.com/mesra-dengan-al-quran/7-tips-perbaiki-hubungan-dengan-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 10:58:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>QuranPoin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mesra Dengan Al-Qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://quranpoin.com/v1/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Apakah Anda termasuk orang yang jarang menyentuh Al-Qur&#8217;an? Atau Anda tilawah (membaca) Al-Qur&#8217;an setiap hari, tapi tidak merasakan sesuatu yang menggetarkan? Apapun yang Anda alami dan rasakan, berikut ini cara sederhana memperbaiki hubungan dengan Al-Qur&#8217;an. 1. Siapkan hati Kunci untuk benar-benar mendapat manfaat dari Al-Qur&#8217;an adalah dengan mengecek hati Anda terlebih dahulu sebelum menyentuh Kitabullah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah Anda termasuk orang yang jarang menyentuh Al-Qur&#8217;an? Atau Anda tilawah (membaca) Al-Qur&#8217;an setiap hari, tapi tidak merasakan sesuatu yang menggetarkan? Apapun yang Anda alami dan rasakan, berikut ini cara sederhana memperbaiki hubungan dengan Al-Qur&#8217;an.</p>
<p><strong>1. Siapkan hati</strong></p>
<p><strong></strong></p>
<p>Kunci untuk benar-benar mendapat manfaat dari Al-Qur&#8217;an adalah dengan mengecek hati Anda terlebih dahulu sebelum menyentuh Kitabullah tersebut. Tanyakan dengan jujur pada diri sendiri kenapa Anda membaca Al-Qur&#8217;an. Apakah sekadar menghabiskan waktu dan mengikuti kebiasaan? Ingatlah Rasulullah Muhammad SAW digambarkan oleh istrinya sebagai &#8220;<strong>Al-Qur&#8217;an yang berjalan</strong>&#8220;. Dengan kata lain, beliau SAW tak hanya membaca dan menghafal Al-Qur&#8217;an. Tetapi hidup bersamanya dan menghidupkan Al-Qur&#8217;an dalam kesehariannya.<span id="more-1"></span></p>
<p><strong>2. Berwudhu</strong></p>
<p>Selain untuk kesucian, berwudhu juga merupakan persiapan yang baik bagi fisik dan mental. Berwudhu mengingatkan kita bahwa yang akan kita baca bukanlah buku biasa. Kita akan berinteraksi dengan Allah melalui ayat-ayat-Nya. Menjadi bersih dan suci adalah utama sebelum berkomunikasi dengan-Nya.</p>
<p><strong>3. Hanya 5 menit</strong></p>
<p>Seringkali, kita berpikir bahwa membaca Al-Qur&#8217;an membutuhkan waktu yang lama. Bagi Anda yang belum terbiasa membaca Al-Qur&#8217;an secara rutin mungkin menganggap demikian. Mulailah cukup dengan 5 menit sehari, tidak lebih. Bila Anda melakukan langkah 5 menit ini setiap hari, insyaAllah waktu 5 menit ini akan bertambah. Akan Anda tambah sendiri secara sukarela.</p>
<p><strong>4. Mengertilah</strong></p>
<p>Waktu 5 menit untuk membaca Al-Qur&#8217;an dalam  adalah baik. Tetapi Anda juga butuh memahami apa yang Anda baca bukan. Sempatkan selalu membaca terjemahan dari ayat-ayat yang tengah Anda baca. Saat ini sudah banyak Al-Qur&#8217;an dilengkapi terjemahannya beredar di pasaran. Bentuknya ringan dan dapat dibawa sambil bepergian.</p>
<p><strong>5. Media paling interktif</strong></p>
<p>Dengan maraknya penggunaan komputer dan perangkat komunikasi mobile, banyak orang beranggapan bahwa buku adalah media yang pasif dan membosankan. Tetapi tidak demikian halnya dengan Al-Qur&#8217;an. Ingatlah, ketika membaca Al-Qur&#8217;an, Anda tengah berinteraksi dengan Sang Pencipta. Allah berbicara padamu. Dengarkanlah. Perhatikanlah.</p>
<p><strong>6. Dengarkan juga</strong></p>
<p>Saat ini banyak tersedia media pemutar suara. Bacaan ayat-ayat Al-Quran oleh para imam dalam bentuk file audio juga mudah diperoleh. Gunakan walkman, CD, mp3 player, handphone  atau lainnya untuk mendengarkan dan menyimak Al-Qur&#8217;an. Lakukan ini tidak sebagai pengganti dari membaca Al-Qur&#8217;an.</p>
<p><strong>7. Berdo&#8217;a</strong></p>
<p>Memohonlah pada Allah kala Anda membaca Al-Qur&#8217;an. Berdo&#8217;alah untuk selalu dalam bimbingan, bantuan dan perlindungan-Nya. Memintalah untuk dimudahkan membaca, menghafal, memahami, mengamalkan,mengajarkan dan memperjuangkan Al-Qur&#8217;an. Berdoalah.</p>
<p>Referensi : <a href="http://soundvision.com/Info/quran/relationship.asp" target="_blank">7 tips for improving your relationship with the Quran</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.quranpoin.com/mesra-dengan-al-quran/7-tips-perbaiki-hubungan-dengan-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
